
Nesya merencakan konsep buka butik barunya, Radit supirnya Nesya membatu Nesya mencarikan Ruko yang stragis dan cukup luas untuk Nesya buka butik.
" Bagaimana nyonya? Apa anda setuju ruko ini? ruko ini dilelang oleh bank jadi harga jualnya lebih murah, dan masih bagus dalamnya nyonya?" Tanya Radit, Radit sengaja ajak Nesya datang langsung ke ruko yang akan dibelinya.
" Saya setuju, Alhamdulillah pengajuan pinjaman modal saya disetujui oleh bank, jadi kita bisa mulai renovasi tempat ini, baru kita beli perlengkapan toko." Ucap Nesya, merasa bersyukur karena proses pinjaman modal usahanya lebih cepat dari pada yang diperkirakan.
" Beres nyonya, untungnya tuan pergi lama yah, jadi kita bisa lebih santai melakukan persiapan toko ini." Lanjut Radit, Radit melihat ruko pilihannya, Radit optimis toko majikannya nanti bisa berjalan dengan lancar.
Dilain sisi, Agus ajak Wulan belanja baju untuk keperluan jalan jalan nanti, Agus sengaja melarang Wulan membawa baju supaya tidak repot selama pergi.
" Apa masih kurang?" Tanya Agus melihat Wulan bawa banyak paparbage belanjaannya.
" Buat sekarang sudah cukup sayang, terimakasih yah atas belanjaannya hari ini, memangnya mau jalan jalan kemana sayang?" Tanya Wulan bahagia, karena beruntung berhenti bekerja disaat Agus ajak jalan jalan
" Terserah kamu, mau ke kota mana dulu?' Tanya Agus, Agus memang ingin sekali memanjakan Wulan hari ini.
" Bali saja yuk sayang?, aku ingin kesana sayang, kamu kan punya jet pribadi kan?" Tanya Wulan, Wulan ingat betul awal jadian Agus mengajaknya jalan jalan pakai jet pribadinya
" Punya dong sayang, yah sudah kita kesana sekarang sayang." Lanjut Agus, Agus mengirim pesan untuk bodyguard nya menyiapkan jet pribadinya karena ingin dipakai ke Bali.
Dilain sisi, Nesya merancang baju baju yang akan dijual, dengan buatan sendiri, lagi lagi Nesya meminta bantuan Radit minta saran memilihkan desain baju yang akan dipasarkan nanti.
__ADS_1
' Anda harus beli mesin cetak khusus deh nyonya, untuk membuat sablon dibaju anda." Ucap Radit, Radit kagum desain buatan Nesya sangat bagus dan unik unik
" Itu sudah pasti akan saya beli, oh yah jangan panggil nyonya dan sebutan anda, panggil nama saja yah Radit, biar lebih enak didengar." Ucap Nesya, Nesya tidak suka dipanggil sebutan nyonya oleh Radit.
" Tapi kan anda majikan saya, masa saya panggil nama sih?" Tanya Radit tidak enak memanggil nama seenaknya Radit.
' Saya tidak peduli soal itu, jujur saya ingin sekali kamu panggil saya sebutan nama saja bukan lagi sebutan nyonya." Lanjut Nesya mulai merasa nyaman didekat Radit.
' Baik Nesya" Lanjut Radit gugup karena dipaksa memanggil nama
Nesya senyum bahagia mendengarnya, Nesya mengajak Radit makan malam bareng di dapur temani dirinya makan, karena selama ini Nesya merasa kesepian karena makan sendirian.
" Tidak usah Nesya, terimakasih saya makan di kamar saya saja yah." Ucap Radit merasa tidak enak diajak makan bareng
" Baik lah Nesya, hayo makan." Lanjut Radit merasa tidak tega melihat Nesya sedih seperti ini.
Nesya senyum bahagia, karena hari ini Radit bener bener turutin apapun keinginannya, Nesya ngambil nasi untuk Radit dan dirinya sendiri.
Dilain sisi, Setibanya di Bali, Agus mengajak Wulan gulet panas, berkali kali membuat Wulan sangat lemah. tapi tidak berani menolak keinginan Agus.
" Apa kamu suka liburan disini?" Tanya Agus sambil menggerakkan pinggangnya dengan pelan
__ADS_1
" Aaahhh, sangat suka sayang, terimakasih sudah ajak aku jalan jalan." Desa han Wulan, Wulan mulai lemah karena diajak gulet berkali kali
" Besok atur saja mau kemana, aku turutin keinginan kamu sayang." Lanjut Agus, tangannya Agus semakin semangat m3r3m45, gunung kembar
' Aaahhh, aku mau jalan jalan ke pantai sayang, Aaahhh, pantai disini bagus bagus semuanya sayang.aaahhh" Desa han Wulan sambil meluk Agus dengan mesrah.
" Sayang, kamu tidak telefon si buruk rupa?" Tanya Wulan
" Malas sekali sayang, mau bahas apa sama dia, lagian Nesya perempuan penurut sayang, dia tidak akan nakal atau centil sayang, bakal dirumah saja." Lanjut Agus malas sekali harus ngobrol bareng Nesya, walaupun lewat telefon
" Kasihan sekali yah dia, harus jadi penjaga rumah selama kita menikmati liburan di Bali." Lanjut Wulan dengan sombongnya, Wulan walaupun menahan rasa sakit luar biasa, tapi hatinya merasa puas dan bahagia karena bisa menguasai Agus sepenuhnya seperti ini.
***************$$$$$$$*******$$$$$**********
Nesya ngajak Radit untuk mulai beli perlengkapan untuk membeli bahan pembuatan baju baju yang akan dijualnya, Nesya melihat bajunya Radit geleng gelang kepalanya.
" Kita harus ganti penampilan kita Radit, jangan sederhana seperti ini." Ucap Nesya, pertama kalinya Nesya ingin merubah penampilannya.
" Iyah Nesya, penampilan kamu harus dirubah, maaf harus sudah terbiasa pakai makeup dan memakai perhiasan, masa pemilik butik sederhana, begitu juga dengan baju dan sandal kamu, harus diganti. kamu cantik Nesya dirubah penampilan akan terlihat sempurna." Ucap Radit terus terang, Nesya termasuk gadis kampung yang cantik disayangkannya tidak pernah memperhatikan penampilan sama sekali.
" Oke kita belanja sekalian, terimakasih sarannya dan kamu juga ganti baju kamu biar lebih ganteng mulai sekarang kamu asisten saya, bukan sekedar supir saya." Lanjut Nesya, Nesya merapihkan isi tasnya.
__ADS_1
Nesya dan Radit keluar rumah dan jalan bareng ke mobilnya Nesya, Radit bahagia sekali bisa membuat Nesya selalu senyum bahagia setiap membahas toko yang akan dibuka.