Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Kok bisa dia kerja disini


__ADS_3

Radit siap siap ke rumahnya Nesya, nganterin Gea ke kantornya pertama kalinya Nesya kerja, Radit merasa beruntung karena kemarin sudah membeli kemeja, sepatu, dan celana.untuk anterin Nesya ke kantor.


" Ganteng juga pakai baju formal seperti ini." Ucap Radit merapihkan kemejanya, Radit ingin menyesuaikan pakaian Nesya sekarang supaya Nesya tidak malu punya pacar seperti Radit.


Dilain sisi, Pertama kalinya Wulan bekerja sebagai ART di rumahnya Nesya, perempuan yang dulunya disakiti secara tidak langsung.


" Memangnya kamu sudah kuat untuk bekerja?" Tanya Bik sum heran melihat Wulan yang maksa masak.


" Insya Allah Bik saya kuat, lagian saya tidak ingin Nesya marah karena saya tidak melakukan apapun di rumah ini.' Ucap Wulan terpaksa, dari pada Nesya marah marah


" Yah sudah silahkan saja, tapi kalo sudah bener bener sakit bilang saja, tapi jangan pura pura yah, ingat kamu disini karena pertolongan Bu Nesya jadi jangan memanfaatkan keadaan untuk bermalas-malasan selama disini." Lanjut Bik sum, Bik Sum diminta Nesya untuk tegas ke Wulan supaya Wulan tidak seenaknya selama tinggal dirumahnya.


" Iyah baik Bik" Lanjut Wulan pasrah, Wulan merasa badannya lelah, karena tidak biasa beberes membuat Wulan merasa badannya sakit semua setelah selesai beberes.

__ADS_1


Diam diam Nesya melihat Wulan dan Bik sum ngobrol, Nesya senyum sinis melihat Wulan pasrah dengan permintaan Bik sum.


" Perempuan parasit seperti Wulan memang harus dikerjain seperti ini, supaya kapok supaya tidak seenaknya ke orang lain terutama di goda suami orang langsung luluh apa lagi punya uang." Batin Nesya senyum sinis, melihat kehidupan Wulan sekarang bener bener memperihatinkan


Nesya langsung ke depan rumah, karena Radit sebentar lagi ke rumah untuk sarapan bareng dan minta di antar.


Dilain sisi, Radit disambut oleh satpam nya Nesya, untuk masuk kedalam rumahnya Nesya, membuat Radit langsung parkiran motornya didepan rumahnya Nesya.


" Bu Nesya sudah tungguin anda, oh yah ada Wulan yang waktu itu pak, dan kerja disini." Ucap Satpam melapor kan ke Radit kalo ada Wulan.


" Anda tanya sendiri saja ke Bu Nesya, tapi sampai sekarang sih damai damai saja pak, sepertinya Wulan tidak membuat masalah disini." Lanjut Satpam terus terang


" Terimakasih informasinya, yah sudah saya ke dalam kalo begitu." Lanjut Radit penasaran sebenarnya apa yang terjadi, sampai Wulan bisa kerja di rumahnya Nesya

__ADS_1


Dilain sisi, Wulan menahan keselnya karena Bik Sum minta Wulan pel ruang tamu sampai ruang keluarga, padahal ada Radit dan Wulan ngobrol santai di ruang tamu.


" Dia memang cocok sayang, jadi ART seperti ini dari pada jadi plakor hidupnya terlalu enak walaupun di masa lalu." Ledek Radit dengan sengaja, Radit diminta oleh Nesya untuk ledekin Wulan.


" Yah lah sayang, tidak selamanya hidup plakor itu enak sayang, karena kehidupan bisa berputar." Ucap Nesya sengaja, Nesya melihat Wulan mengepal kan tangannya menahan kesal.


" Ingat yah Wulan, jangan berani beraninya kamu godain Radit karena saya tidak akan tinggal diam karena saya tidak akan rela kehilangan untuk ke dua kalinya, apa lagi Radit jauh lebih baik dari pada Agus mantan yang tidak berguna itu. Tegas Nesya menatap sinis melihat Wulan.


" Iyah Nesya, saya tidak akan merebut Radit dari kamu, saya minta maaf atas masa lalu saya yang salah dalam hidup kamu." Ucap Wulan merasa bersalah ke Nesya, karena sudah merebut Agus hampir setahun.


" Oke saya mulai percaya dengan kamu, jika terlihat ingkar janji di hari itu juga saya akan usir kamu dari sini." Tegas Nesya yang mau memberikan kesempatan untuk Wulan, memperbaiki kesalahannya.


Dilain sisi, Agus yang kesepian mulai sering melamun, dan tidak ada semangat untuk menjalankan aktifitas sama sekali.

__ADS_1


" Bagaimana caranya meluluh kan hatinya Nesya, persidangan perceraian sebentar lagi." Ucap Agus dengan lirihnya, Agus bener bener tidak ingin kehilangan Nesya, yang mampu merubah kehidupannya seperti dulu lagi.


Untuk pertama kalinya Agus nangis, menyesali kesalahannya ke Nesya, yang selama ini cuman bisa diam mendapatkan perlakuan kasar dan cueknya Agus ke Nesya.


__ADS_2