
Wulan merasa kesal sekali, setelah pernikahannya justru ditinggal seperti ini, cuman karena Nesya koma. membuat Wulan mengabaikan panggilan telefonnya Agus.
" Biarin saja di cuekin, enak saja setelah bulan madu ditinggal seperti ini. memangnya aku perempuan apaan coba." Protes Wulan melihat handphone nya, Wulan sengaja handphone nya tanpa suara, supaya bunyi telefonnya Agus tidak mengganggu.
Dilain sisi, Radit senyum bahagia akhirnya Agus mau temani Nesya di rumah sakit, Radit melihat rawut wajahnya Agus yang cemas memikirkan sesuatu.
" Pak, pak Agus kenapa?' Tanya Radit bingung melihat Agus yang terlihat sibuk nelefon berkali kali.
" Saya tidak kenapa kenapa, kamu tungguin nyonya dulu disini, saya mau ke kantin di rumah sakit ini sebentar." Ucap Agus sengaja, Agus sebenarnya mau ketemu dengan Bowo.
Agus jalan begitu saja dari kamar rawatnya Nesya, langsung ke kantin rumah sakit untuk ketemu dengan Bowo yang sudah menunggu Agus di kantin.
__ADS_1
" Apa yang mau dibahas? sampai saya disuruh kesini dan ketemu di kantin seperti ini?" Tanya Bowo heran, padahal semua pesenan Agus sudah dibawakan oleh Radit tadi.
" Saya mau pulang, Wulan marah karena saya tinggal.kamu kabarin saya kalo ada apa apa dengan Nesya yah." Ucap Agus, Agus kwartir saat tahu Wulan tidak merespon telefonnya.
" Anda jangan egois seperti ini Agus, mau bagaimana pun Nesya istri sah kamu, tidak seharusnya kamu terlalu mengabaikan Nesya seperti ini terus menerus." Tegas Bowo mengingat kan Agus supaya tidak terlalu berlebihan, cuek dengan Nesya
" Sudah lah Bowo, yang terpenting bagi saya adalah kebahagiaannya Wulan, saya tidak tega membayangkan Wulan merajuk apa lagi di apartemen sendirian seperti sekarang. kita baru selesai bulan madu masa harus pisah seperti ini cuman karena Nesya saja." Lanjut Agus sama sekali tidak memikirkan Nesya sama sekali.
" Terserah apa kata kamu, besok saya langsung ke kantor, menyelesaikan ke kacauwan yang ada." Lanjut Agus langsung pergi begitu saja, Agus sama sekali tidak ingin mendengar apapun ucapannya Bowo
" Saya harap kamu selalu bahagia bersama Wulan, kamu sudah mengabaikan istri seperti Nesya, dan semoga kamu tidak kehilangan istri apa lagi harta yang selama ini kamu nikmati Agus." Batin Bowo harap harap cemas akan nasipnya Agus, Tapi Bowo tidak terlalu bisa memaksakan Agus untuk sadar diri.
__ADS_1
Dilain sisi, Radit melihat Nesya, Radit rindu akan kebersamaan dengan Nesya, Radit berharap Nesya membuka matanya. dan berharap Radit orang pertama yang dilihat Nesya.
" Nesya, bangun dong, masa kamu betah sih tidur terlalu lama, saya rindu kebersamaan kita Nesya" Batin Radit, Radit merasa bersyukur dengan kesibukannya Agus, membuat Radit semakin Deket dengan Nesya.
Radit mendengar suara pintu dibuka, membuat Radit melepaskan tangannya dari tangannya Nesya. Radit membiarkan Bowo duduk disampingnya Nesya.
" Pak Agus kemana yah? kok lama sekali keluarnya?" Tanya Radit heran, perasaan yang pergi tadi Agus, justru yang muncul Bowo.
" Pak Agus pulang, dia mau istirahat di rumah katanya. saya harap kamu bisa menjaga rahasia masalah rumah tangganya Nesya bersama Agus ke orang tua mereka, kita sebagai karyawan tidak punya hak untuk ikut campur." Tegas Bowo, Bowo kwartir Radit dengan mudahnya cerita ke orang tuanya Nesya selama ini Agus mengabaikan Nesya bahkan saat koma seperti ini, tidak peduli sama sekali.
" Baik pak, saya tidak akan ikut campur, apa lagi asal bicara ke orang tuanya Nesya maupun Pak Agus kalo mereka tahu Nesya sakit seperti ini." Lanjut Radit faham, Radit tidak akan cerita ke keluarganya Nesya maupun Agus. biarlah rahasia ini cuman mereka yang tahu..
__ADS_1