
Radit melihat persiapan untuk menyatakan cinta ke Nesya, Radit tidak peduli dengan status Nesya sekarang dan Radit lebih mementingkan perasaan dan rasa pedulinya ke Nesya.
" Semuanya beres deh, tinggal ajak Nesya jalan jalan sekarang." Ucap Radit, Radit membawa bunga dan cincin, cincin untuk persiapan Nesya mau di lamar.
Radit jalan ke ruangannya Nesya, ternyata lagi sibuk dengan laptopnya membuat Radit nekat masuk kedalam ruangannya Nesya.
" Maaf ganggu waktu kamu Nesya." Ucap Radit basa basi
" Tidak kok Radit, saya baru selesai membuat surat cerai untuk mas Agus. saya nulis didalam surat itu jika mas Agus tidak akan mendapatkan harta saya sedikit pun walaupun itu pemberian orang tuanya, juga bilang kalo Agus tidak setia otomatis semua harta milik saya seutuhnya.' Ucap Nesya, print surat cerai yang sudah di buatnya.
__ADS_1
" Kamu yakin bercerai?ide yang bagus itu Nesya, cowok seperti Agus tidak pantas mendapatkan harta kamu sedikit pun, apa lagi istri mudanya tidak tahu diri seperti itu kan." Lanjut Radit setuju dengan keinginan Nesya, bagi Radit mempertahankan milik sendiri itu jauh lebih baik dari pada belas kasihan ke orang yang sudah menghancurkan rumah tangga dengan sadarnya.
" Yakin lah, apa lagi mas Agus seperti sekarang karena istri mudanya kan, enak saja tetep bertahan terus mereka bisa bangkit dengan mudah. enak sekali hidupnya mas Agus dan istrinya yang tidak tahu diri itu." Lanjut Nesya penuh amarah, Nesya belum puas balas dendam ke Agus dan istrinya, Nesya masih ingin bermain main sebelum resmi bercerai.
" Yah sudah, sekarang kita jalan jalan yuk, sekalian kita makan siang bareng bagaimana? biar nanti pekerjaan kamu bakal saya bantu?" Tanya Radit, Radit tidak sabar ingin menyatakan cinta nya.
Nesya setuju dengan ajakan Radit, Nesya mematikan laptop dan siap siap untuk makan siang bersama Radit.
" Astaga, kenapa harus cuci baju pakai tangan sih, ini sih siksa saya pelan pelan namanya." Protes Wulan kesal, karena selama kenal Agus baru kali ini Wulan mengerjakan pekerjaan rumah.
__ADS_1
Wulan dengan berat hati mulai cuci baju walaupun kesal, tapi Wulan harus mengerjakannya dari pada Agus marah marah lagi.
Dilain sisi, Agus membuat warung ukuran kecil, Agus merasa bersyukur karena kayu kayu yang dibelinya murah membuat Agus bisa beli banyak.
" Walaupun tidak bisa bikin warung, tapi begini saja sih mudah lah. pengalaman sekali astaga lelahnya, ternyata jadi orang sederhana tidak semudah yang dilihat selama ini." Ucap Agus yang baru merasakan hidup sederhana.
Agus melanjutkan bikin warung, Agus tidak memaksa Wulan untuk siap kan kopi karena Wulan lagi hamil muda. membiarkan Wulan merapihkan pekerjaannya sendiri.
Dilain sisi, Wulan merasa sakit sekali tangannya karena cuci baju yang cukup banyak, Wulan merasa lega karena cuciannya akhirnya selesai juga
__ADS_1
" Tinggal dijemur beres deh, ini semua karena Nesya kabur, perempuan itu kemana sih, biar kehidupan kembali normal seperti dulu." Protes Wulan, Wulan jemur satu persatu baju yang sudah dicuci. Wulan heran karena Nesya begitu sulit ditemui sampai sekarang, membuat hidup Wulan jatuh begitu saja tanpa bisa bangkit kembali.