Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Saya mohon kasih waktu


__ADS_3

Agus semakin frustasi saat pihak bank menyegel perusahaan, yang selama ini jadi tempat mencari nafkah dan tempat banyak orang yang membutuhkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


" Pak, saya mohon kasih waktu untuk saya membayar hutang perusahaan ke bank." Ucap Agus penuh harap


" Tidak bisa, ini keputusan dari atasan kami, anda dikasih kesempatan kosongkan gedung ini dalam waktu dua hari." Tegas pihak bank


" Astaga, saya ingin ketemu langsung direktur nya secara langsung? masa tidak ada waktu saya untuk bisa bayar hutang?" Tanya Agus yang merasa aneh, karena jeda waktu pelunasan sangat singkat


" Anda sudah dikasih waktu sebulan, tapi anda tidak mampu bayar. terpaksa kami segel. permisi" Lanjut pihak bank, langsung pergi tidak peduli dengan keadaan Agus karena pekerjaan adalah tanggung jawab yang harus dijalankan.


" Pak Agus, bagaimana ini? masa kita jadii pengangguran pak? kasihan anak dan istri kami pak?" Tanya bendahara pura pura, bendahara tahu kalo perusahaan sebenernya sudah ditolong oleh Nesya, bukan untuk pinjaman tapi dikasih secara cuma cuma.

__ADS_1


" Anda harus memberikan kami gaji terakhir pak, selama sebulan kita sudah bekerja secara maksimal." Bentak satpam pura pura, Bowo sudah mengumumkan kalo perusahaan sudah dalam kondisi baik baik saja. cuman karyawan disuruh diam dan ikutin apapun keinginan Nesya.


" Ini semua karena anda yang tidak mampu menjalankan perusahaan ini pak, sekarang kita yang kita inmbasnya pak. anda harus tanggung jawab" Bentak karyawannya Agus yang semakin memojokkan Agus


" Maaf kan saya, karena saya terlalu fokus dengan istri kedua saya, sampai saya mengabaikan tanggung jawab ke perusahaan ini." Ucap Agus sangat menyesal tidak bisa prioritas kan perusahaan dari pada urusan pribadi.


" Rumah anda, tiga hari harus di kosong kan juga pak, harta anda keseluruhan disita oleh bank pak." Ucap Bowo berusaha tega membuat Agus jadi hidup miskin, supaya Agus bisa belajar bahwa tanggung jawab itu jauh lebih penting.


" Yah sudah kalian bawa barang barang pribadi kalian, saya minta maaf karena keegoisan saya kalian jadi pengangguran tanpa pesangon saya bener bener menyesal." Lanjut Agus frustasi karena bener bener gagal mempertahankan perusahaan


Bowo ngajak Agus untuk ke ruangannya, merapihkan barang barangnya. Bowo merasa bersyukur karena punya apartemen, yang sementara bisa dipakai Agus dan Wulan.

__ADS_1


" Tidak masalah Bowo, tinggal di apartemen masih layak, oh yah bagaimana pencarian Nesya apa sudah ketemu?' Tanya Agus harap harap cemas


" Tidak ketemu sama sekali pak, Bu Nesya tidak tinggal di hotel mana pun pak." Ucap Bowo pura pura bingung


" Astaga, sial sekali perempuan culun itu, disaat dibutuhkan tapi tidak ada kabar sama sekali." Lanjut Agus dengan kesal, padahal cuman Nesya yang bisa bantu ekonomi Agus saat ini.


Bowo cuman bisa geleng geleng kepala saat mendengar Agus marah karena Nesya tidak ketemu sama sekali, Bowo tersenyum puas karena rencananya berhasil membuat Agus jadi miskin


Dilain sisi, Radit melihat Nesya senyum bahagia, ikut bahagia karena dendam Nesya sudah berhasil dijalan kan. memang Agus pantas mendapatkan hukuman seperti ini.


" Tinggal nunggu beberapa hari lagi muncul dan bawa surat cerai ke mas Agus, biar tahu rasa dia. dan perusahaan akan kembali operasional saat surat cerai sampai ditangannya Agus." Ucap Nesya senyum kepuasan, rasa sakit selama ini terbayarkan dengan gagalnya Agus.

__ADS_1


" Alhamdulillah yah Nesya, saya ikut senang akhirnya pak Agus mendapatkan karmanya. suruh siapa selingkuh sampai menikah lagi, dan mengabaikan kamu selama ini." Ucap Radit, Radit tahu bagaimana rasa sakitnya Nesya sudah diabaikan dan harus terima kenyataan kalo dirinya dimadu selama ini.


__ADS_2