Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Pak Agus jangan masuk kantor ini lagi


__ADS_3

Agus melihat jam di dinding siap siap untuk berangkat ke kantor, berharap Nesya mau menerima kerja lagi karena Agus merasa jenuh jualan sendiri seperti ini.


" Syukur lah baju kerja masih dibawa, dan masih rapih lagi berharap sekali Nesya mau terima kerja supaya saya tidak jenuh di rumah seperti ini" Ucap Agus siap siap berangkat kerja.


Dilain sisi, Radit anterin Nesya ke kantor, Radit sengaja mau temani Nesya kerja walaupun cuman sampai siang hari.


" Sayang, aku bahagia sekali kamu mau kerja di kantor, supaya aku ada yang temani sayang." Ucap Nesya merasa bahagia sekali, karena Radit mau memantau tokonya dari perusahaannya


" Sama sama sayang, aku memang niatnya mau temani kamu sayang, oh yah kapan sidang perceraiannya sayang? aku tidak sabar ingin meminang kamu sayang, dan bisa sepenuhnya melindungi dan memberikan kasih sayang sepenuhnya untuk kamu?" Tanya Radit melihat Nesya


" Bulan depan sayang, tapi belum tahu tanggalnya sih, sama sayang aku juga tidak sabar ingin secepatnya menjadi istri kamu, supaya aku bisa menjadi istri yang berbakti untuk suami." Lanjut Nesya, sejujurnya sudah jenuh dengan statusnya masih digantung seperti ini.

__ADS_1


" Sabar yah sayang, secara pribadi kamu sudah jadi janda tapi kan menurut negara kamu masih status sah istrinya Agus, yang tidak boleh menikah lagi sebelum sidang perceraian selesai." Lanjut Radit yang sebenarnya sama saja, tidak sabar ingin secepatnya menjalin ikatan suami istri bersama Nesya.


Dilain sisi, Pertama kalinya Wulan ke pasar tradisional, membuat Bik Sum cuman bisa geleng geleng kepalanya melihat Wulan merasa jijik jalan di genangan air.


" Jangan berlebihan kamu, karena setiap hari kita akan kesini, jadi jangan berlebihan jijik kena genangan air seperti itu" Ucap Bik Sum sengaja galak ke Wulan, supaya Wulan tidak seenaknya ke bik Sum.


" Astaga bik, masa sih ke pasar selalu ditemani saya terus bik, saya tidak mau ah bik." Protes Wulan yang tidak ingin repot seperti ini


" Astaga bener bener rese sekali, kalo sudah seperti ini, yah tidak bisa dilawan deh." Batin Wulan kesel, karena bik Sum seperti memanfaatkan momen untuk kerjain Wulan terus menerus.


Wulan ikutin Bik Sum untuk memilih barang belanjaannya lagi, Wulan diminta pegangin ikan yang tadi di belinya

__ADS_1


Dilain sisi, Satpam sebenarnya tidak tega jika harus usir Agus dari kantor, walaupun karena ulah Agus kantor sempet bangkrut tapi Agus selama memimpin perusahaan tidak pernah bertingkah sama sekali. membuat karyawan menghargai dan menghormati Agus sebagai pemimpin yang baik dan ramah ke semua karyawan.


"Pak Agus jangan masuk kantor ini lagi, Bu Nesya melarang keras anda untuk datang ke kantor ini lagi " Tegas Satpam yang sejujurnya tidak tega bersikap tidak sopan ke Agus


" Saya cuman ingin ketemu Nesya sebentar kok, tidak akan lama disini, jadi biarkan saya masuk ke ruangan saya." Ucap Agus berusaha santai, sejujurnya kesel sekali, satpam yang dulunya menghormatinya sekarang bener bener berbeda dibawah pimpinan Nesya


" Sekali lagi tidak boleh pak, maaf yah bukan nya saya tidak sopan ke anda. tapi beneran pak Agus anda dilarang keras masuk ke kantor ini apapun alasannya, jangan sampai pak Bowo dan Bu Nesya ke sini yang justru usir anda dengan kasar." Tegas Satpam yang tidak tega melihat Agus, penampilan Agus jauh berbeda dari terakhir dilihat satpam kantor


" Baik lah saya mengalah, saya pergi dari sini." Lanjut Agus dengan pasrah, Agus bener bener tidak menyangka Nesya memperlakukan dirinya seperti ini.


Agus dengan berat hati meninggal kan kantornya, dan terpaksa pulang dari pada bikin keributan di kantor

__ADS_1


__ADS_2