
Wulan bawain barang barangnya Nesya untuk dimasukan kedalam mobil, seumur umur Wulan sama sekali tidak pernah membayangkan jadi ART seperti ini, pekerjaan yang mudah mendapat kan uang banyak, bagi Wulan adalah menggoda suami orang yang berduit.
" Menyebalkan sekali sih, bawaannya sebanyak ini tapi tidak dibantuin sama sekali." Protes Wulan kesal, karena Nesya minta dibawakan kardus berisi baju untuk karyawan di kantornya. Nesya sengaja bikin kaos untuk karyawannya sebagai media promosi prodak sendiri
" Apa sudah semua dimasukin kedalam mobil?" Tanya Nesya baru keluar dari dalam ruko
" Sudah semua Nesya, memangnya kapan mau dibagikan ke karyawan kantor?" Tanya Wulan penasaran, harus hari ini dibawa padahal bisa besok dibawanya
" Sekarang dibawa ke kantor, supaya saat karyawan pada datang, satpam yang bagikan, dan saat saya tiba di kantor semuanya sudah pakai baju barunya, sudah saya cuci jadi semuanya bisa langsung pakai." Lanjut Nesya yang ingin menjaga kwalitas prodak buatannya.
" Oh seperti itu, pantasan saja sekarang di bawanya." Lanjut Wulan yang baru mengerti kenapa seragam karyawannya dibawa sekarang.
" Hayo sayang, setelah kita dari kantor, makan malam berdua di luar yok, biar Wulan naik taxi online saja bagaimanaa?" Tanya Radit yang ingin makan malam berdua.
__ADS_1
" Boleh sayang, setelah selesai semuanya kita makan malam berdua." Lanjut Nesya setuju dengan ajakan Radit
" Astaga, teganya mereka, masa sih naik taxi online sedangkan mereka pergi berdua saja." Batin Wulan kesel, sejujurnya ingin sekali diajak makan bertiga dari pada makan di rumah bersama bik Sum dan satpam dirumahnya Nesya.
Nesya dan Radit masuk mobil duluan, baru Wulan nyusul, rasanya ingin sekali protes tapi tidak berani karena idenya Radit yang membuat Wulan pulang sendirian.
Dilain sisi, Agus merapihkan kamar barunya, melihat kamarnya luas dan ada kamar mandi didalam, membuat Agus merasa bahagia, ada juga fasilitas yang diberikan oleh Santoso.
" Memang sahabat sejati Santoso, memberikan kamar. mewah ini untuk saya, ada AC, ada lemari, dan ada sofa lagi." Ucap Agus merasa bahagia, Agus merapihkan barang bawaannya kedalam lemari yang sudah disiapkan oleh Santoso.
" Rencana kamu bagus juga, yah hukuman untuk Agus sudah selesai, dia merasakan hidup susah apa lagi tanpa istri sama sekali." Ucap Bowo yang puji rencananya Santoso untuk membantu Agus
" Terimakasih bro atas pujiannya, walaupun sekarang hidupnya lebih baik tapi tetep status Agus karyawan, walaupun kamarnya saya berikan fasilitas pastinya. kasihan juga jika melihat Agus kepanasan didalam kamarnya" Ucap Santoso yang masih mau memberikan yang terbaik untuk Agus.
__ADS_1
" Yah tidak masalah bro, jika dia bertingkah yah usir saja dan stop bantu Agus sama sekali, berarti Agus memang tidak pantas mendapat kan kebaikan dari kita kan." Lanjut Bowo, yang malas mendapat kan laporan jika Agus bertingkah selama kerja
Santoso ngangguk, dan pamit untuk pulang, karena tidak sabar ingin gulet panas bersama perempuan panggilannya. membuat. Bowo pulang sendirian karena Santoso sudah ada janji dengan perempuan sekarang
Santoso pamit pulang, dan membiarkan Bowo melanjut kan pekerjaannya sebelum pulang ke rumah
Dilain sisi, Nesya sengaja minta Wulan turun kan kardus, dan kasih langsung ke satpam sebelum pulang sendirian, karena Nesya sudah pesan ojek online untuk Wulan
" Kok motor sih? kenapa tidak mobil saja?" Tanya Wulan, yang kesel karena disuruh naik ojek online, Wulan sama sekali tidak pernah naik motor kemana pun Wulan pergi.
" Sudah sana, kamu habis kan saja makan malam untuk saya, kamu tahu kan saya mau pergi bersama Radit " Ucap Nesya sengaja kasih ongkos untuk Wulan, sesuai argo yang sudah ditentukan.
" Huh, baik lah Nesya, kalo begitu saya pulang Sekarang." Protes Wulan benar bener kesel, Wulan merasa kalo Nesya kerjain dirinya untuk naik ojek online dari pada taxi online
__ADS_1
Wulan dengan terpaksa naik ojek, dari pada bingung untuk pulang ke rumahnya Nesya, Wulan selalu sabar menghadapi apapun perintah Nesya yang keterlaluan untuk Wulan jalan kan.