
Dokter periksa kondisinya Agus dan memberikan hasil ronsennya Agus ke Santoso, dan langsung menulis jadwal kontrol untuk Agus dan resep obat untuk diminum Agus.
" Pak Agus sudah boleh pulang, jangan telat datang kontrol jalan yah pak, dan obat nya dihabiskan juga " Ucap Dokter memberikan kertas resep dan kertas untuk kontrol Agus untuk bisa jalan kembali.
" Alhamdulillah sudah boleh pulang, akhirnya bisa beraktifitas di rumah." Ucap Wulan bahagia akhirnya Agus sudah boleh pulang ke rumah
" Pak Agus jangan paksa jalan pakai tongkat yah, karena kondisi kaki nya masih lemah, takutnya semakin memburuk kondisi kakinya." Lanjut dokter yang tidak ingin kondisi pasiennya menurun
" Baik dokter akan kita berikan kursi roda untuk Agus, terimakasih sudah merawat Agus sampai sembuh dokter." Ucap Bowo lega karena Agus sudah boleh pulang dan akan menjalani kegiatanya walaupun Agus lupa semuanya
" Yah sudah hayo, ke kamar perawatannya Agus dan kita langsung pulang ke apartemen saya " Ucap Santoso, yang ingin Agus tinggal di apartemen sudah tidak di ruko lagi.
" Loh kenapa di apatermen? bukannya di ruko?" Tanya Wulan penasaran karena sebelum kecelakaan katanya Agus kerja sebagai kasir.
__ADS_1
" Ka Bryn yang ingin Agus tinggal di sana saja, sudah hayo pulang." Lanjut Santoso, mengerti keinginan Bryn pasti akan malu saat orang tuanya Agus datang justru Agus tinggal di ruko sebagai karyawan biasa.
" Saya terima saja dimana pun saya tinggal" Ucap Agus pasrah, karena Agus sadar tidak ingat apapun jadi ikut saja apa maunya temen temennya dan istrinya
Wulan langsung dorong kursi rodanya Agus, dan jalan ke kamar perawatannya Agus untuk siap siap pulang ditemani Bowo dan Santoso. juga bakal ikut ke apatermen nya untuk Wulan dan Agus tinggal di sana.
Dilain sisi, Radit dan Nesya bikin baju model baru, Radit yang belajar membuat desain baju akhirnya jadi juga, dan mulai membuatnya sendiri menjadi baju.
" Sayang bagaimana hasilnya? apa ada yang salah?" Tanya Radit kasih lihat hasil desainnya dan hasil baju buatannya.
" Alhamdulillah sayang, ini juga berkat bimbingan dan arahan dari kamu. membuat aku pelan pelan bisa membuatnya, terimakasih sayang" Lanjut Radit. lega dan bangga karena hasil kerja kerasnya di puji oleh calon istrinya.
" Yah sudah buat karyawannya Santoso di bengkel sayang, aku bahagia sekali semakin banyak pesanan baju seperti ini." Lanjut Nesya yang tidak pernah menyesal mau membuat baju sendiri.
__ADS_1
" Iyah sayang, kita harus bisa menjaga kwalitas kita sayang, supaya semakin banyak yang mau dibuat kan baju dari butik kita." Lanjut Radit yang langsung peluk Nesya dari belakang.
Nesya merasa bangga sekali, karena Radit tipe orang yang mau belajar dan mau bersusah payah, Nesya memberikan hasil baju buatannya Radit dan kembali membuat baju sesuai pesanan pelanggannya, Nesya bersyukur setiap Sabtu dan Minggu selalu bisa membantu Radit di butik
Dilain sisi, Wulan merapih kan barang bawaannya Agus kedalam tas besarnya Agus, Santoso yang melihat Wulan merapih kan bajunya Agus baru ingat barang barangnya Wulan belum sepenuhnya di pindah kan dari ruko ke apartemen
" Astaga, bisa bahaya ini, harus cepat dipindah kan sebelum Agus bingung." Batin Santoso langsung chat bodyguard nya untuk pindahin juga bajunya, Wulan ke apartemen dan seolah beda kamar di apartemen supaya Agus tidak pusing mengingat masa lalu bersama Wulan.
" Oke sudah rapih, sudah boleh pulang sekarang." Ucap Wulan yang langsung pegang tas, plastik belanjaan, dan dorong kursi rodanya Agus.
" Sini biar saya saja yang bawa tas dan lainnya, kamu dorong saja kursi rodanya sampai tempat parkir." Ucap Bowo yang tidak tega jika Wulan bawa semuanya sendirian
" Baik Bowo, terimakasih banyak yah." Lanjut Wulan yang langsung kasih tas berisi baju dan Wulan cuman dorongan kursi rodanya Agus sampai tempat parkiran rumah sakit
__ADS_1
Agus melihat Wulan dan Bowo saling membantu, merasa bahagia melihatnya walaupun ada rasa cemburunya melihat Bowo membantu Wulan meringankan barang bawaannya.