
Santoso senyum puas melihat Wulan lancar pemotretan pertama, Membuat santoso tidak sia sia tidak berangkat ke kantor untuk memantau kegiatan Wulan hari pertama pemotretan.
" Sesuai harapan kita, semoga kedepannya lancar terus yah." Ucap Santoso melihat Wulan jalan menuju tempat duduk Santoso
" Amin semoga saja selalu lancar, yah sudah saya pulang dulu yah makan siang selesai baru kesini lagi, mau lihat Agus sendirian di apartmen" Ucap Wulan yang siap siap untuk pulang
" Yah sudah saya antar yah, saya juga mau lihat kondisinya Agus juga." Lanjut Santoso langsung berdiri dan ambil tas kerjanya
Santoso dan Wulan langsung jalan keluar dari ruangan pemotren dan jalan menuju apartemen, Santoso temani Wulan untuk beli makan siang karena Santoso tidak ingin menunggu Wulan masak karena akan lama jika Wulan masak dulu.
__ADS_1
" Agus suka sekali dengan makanan ini, apa lagi ini makanan masa kecil saya bersama Agus dan Bowo." Ucap Santoso yang sengaja beli ketoprak
" Orang kaya juga doyan makanan seperti ini?" Tanya Wulan kaget karena makanannya Agus bisa makanan sederhana juga
" Doyan dong, waktu itu saya, Bowo, dan Agus pulang sekolah. Sering lihat warung ketoprak yang sering kita lewati selalu rame pembeli, dan membuat kita bertiga penasaran akhirnya beli deh kita dan ternyata enak makanannya, kita sering beli makanan ini juga sih kalo lagi rindu." Lanjut Santoso, tidak pernah beli makan sederhana dari keluarganya, cuman rasa penasaran yang membuat Santoso bisa menikmatinya beberapa kali bersama Bowo dan Agus.
" Oh pantas saja pernah makan, tapi selama saya kenal Agus tidak pernah makan ini, tadi saya sempet kaget melihat kamu berhenti didepan warung ketoprak." Lanjut Wulan tidak menyangka ternyata Agus bisa sederhana juga.
Mobil Santoso perlahan meninggal kan warung ketoprak dan jalan menuju apartemen nya dan ketemu Agus untuk makan siang bersama
__ADS_1
Dilain sisi, Ayah nya Nesya sudah selesai kasih tahu bodyguard untuk urus penjualan rumah dan surat pindahnya, membuat Orang tuanya Nesya nyusul anaknya yang sudah menunggu didalam mobil bersama Radit.
" Ibu tidak sabar mau melihat istri barunya Agus, secantik apa sih sampai Agus tega menduakan kamu dan meninggal kan kamu begitu saja." Ucap Ibu nya Nesya belum rela anaknya disakiti selama berumah tangga
" Sudah lah Bu, jangan marah seperti itu, lagian sudah jadi masa lalu juga kan, dan sekarang Nesya bahagia bersama Radit dan sekarang Nesya sudah sukses juga, Agus sudah mendapat kan balasan yang setimpal dari Nesya juga Bu, kalo ketemu Agus marah marah sekarang juga percuma, karena Agus amnesia Bu." Ucap Nesya yang mengingat kan ibu nya untuk tidak marah marah, karena akan sia sia
" Bener Bu kata Nesya, Agus sudah merasakan hidup sengsara Bu, dan sekarang Agus amnesia sekaligus lumpuh Bu, jadi tidak usah ungkit Masa lalu Bu." Ucap Radit yang tidak ingin masa lalu terus dan terus dibahas oleh orang tua Nesya
" Baik lah nak Radit, kita cuman mau lihat kondisi Agus yang sekarang saja kok, ayah dan ibu janji tidak akan bahas masa lalu didepan Agus dan marah marah didepan istrinya Agus, karena kehidupan anak Ibu jauh lebih baik sekarang" Lanjut ibu nya Nesya yang ngalah untuk tidak membahas masa lalu lagi
__ADS_1
" Syukur lah kalo ibu tidak mau membahas masa lalu hubungannya Nesya dan Agus" Lanjut Radit merasa bersyukur, karena jika membahas masa lalu terus menerus seperti tidak bisa menerima masa depan Nesya bersama Radit.