Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Astaga Nesya demam


__ADS_3

Radit melihat Nesya menggil merasa kasihan sekali, awalnya Radit ingin pulang ke ruko karena tugas membersihkan rumahnya Agus sudah selesai, melihat Nesya demam tinggi membuat Radit tidak tega meninggalkan Nesya sendirian.


" Radit, tidur lah disebalh saya, saya demam sekali, butuh seseorang untuk merawat saya dan menjaga saya, saya ketakutan sendirian Radit." Ucap Nesya yang lemah


" Saya duduk di sofa saja yah, saya tidak berani takut hilaf, kalo butuh apapun bangun kan saya." Ucap Radit terus menerus kompres Nesya.


" Mas Agus tega, segitunya penting bekerja lama lama, sampai mengabaikan istri terlalu lama? disaat sakit seperti ini membutuhkan perhatian dari suami sendiri." Lanjut Nesya kesal, dari tadi menghubungi Agus tidak mendapatkan respon sama sekali


" Sudah Nesya sekarang tidur saja yah, jangan pikirkan pak Agus terus, kamu butuh banyak istirahat, jangan terlalu banyak fikiran." Lanjut Radit merasa kasihan melihat Nesya, yang kesepian dan sedih diabaikan terus menerus oleh suaminya.


" Temani saya tidur sekali saja Radit" Mohon Nesya dengan sedih


" Baik lah Nesya, karena kamu sakit saya temani kamu sambil saya kompres yah." Lanjut Radit dengan terpaksa, pertama kalinya seranjang dengan perempuan memuat Radit gugup, tapi tidak tega meninggalkan Nesya sendirian di rumah.


Radit sesekali mengompres Nesya membuat Nesya perlahan bisa tidur, walaupun dalam tidurnya Nesya mengigau menyebut nama Agus membuat Radit semakin kasihan melihat Nesya yang menderita dalam pernikahannya.


" Kamu perempuan cantik, dan baik Nesya, kenapa masih bertahan dengan Agus yang sama sekali tidak mencintai kamu sih, sudah pergi lama, tidak kasih kabar sama sekali, sungguh tega sekali suami kamu." Ucap Radit prihatin melihat Nesya yang lagi tidur bisa bisanya sedih dan marah akan sikapnya Agus


Dilain sisi, Wulan meminum obat dari dokter, program hamil membuat Wulan lebih rajin minum obat yang diberikan dokter.


" Sayang, obatnya jangan sampai telat diminum yah, supaya rencana kita lancar. bahkan gulet panasnya juga jangan sampai tertunda tunda yah." Ucap Agus, Agus bener bener ingin secepatnya mendapatkan momongan


' Iyah sayang, aku sudah selesai minum obatnya. apa mau sekarang minta guletnya?" Tanya Wulan melihat Agus yang berdiri disampingnya


" Iyah dong sayang, sebelum kita kembali ke Indonesia. supaya semakin banyak kecebongnya sayang." Lanjut Agus, Agus membantu Wulan untuk berdiri.


Agus mulai pemanasan dengan mencium istri keduanya, Tangannya Agus mulai aktif naik naik kepuncak gunung membuat Wulan menahan geli akibat tangannya Agus yang semakin aktif.


" Aahhh sayang, hayo di mulai saja. aku sudah tidak kuat sayang." Ucap Wulan dengan manja


" Sebentar lagi yah sayang, aku masih betah seperti ini." Ucap Agus yang terus menikmati gerakan tangannya


" Aahhh, baik lah sayang." Desa Han Wulan, membiarkan Agus melakukan apapun yang diinginkannya


Setelah puas foreplay, Agus membuat Wulan polos dan membantu Wulan untuk rebahan, ritual gulet panas pun dimulai dengan pelan pelan tapi pasti, Agus menggerakkan pinggangnya.


" Aahhh, ayah sayang, i love you.' Desa han Wulan dengan manja


" I love you too bunda sayang" Ucap Agus semangat menggerakkan pinggangnya dengan tempo pelan pelan tapi pasti


" Sayang, aku mau di rumah ada ART yah, aku tidak mau masak atau pegang urusan rumah sama sekali. boleh kan?" Tanya Wulan dengan manja, Wulan tidak mau capek capek mengurus rumah, cuman karena jadi ibu rumah tangga biasa.

__ADS_1


' Iyah boleh sayang, apapun yang bikin kamu senang dan tidak cape aku turuti sayang." Lanjut Agus, Agus tidak mempermasalahkan Wulan tidak menjalankan tugasnya sebagai istri, bagi Agus yang penting Wulan selalu siap diajak gulet panas.


Dilain sisi, Bowo sudah tidak tahan lagi, Bowo memilih nyusul Agus malam ini juga ke Melbourne Australia, karena banyaknya client yang membatalkan kerjasama hanya karena tidak ada Agus di kantor.


" Saya tidak akan membiarkan perusahan bangkrut cuman karena urusan pribadi Agus saja, enak saja tiga Minggu lepas tangan begitu saja." Ucap Bowo kesal, Bowo merapihkan baju baju yang akan dibawa ke Melbourne Australia


Bowo baru ingat Nesya, istrinya Agus yang diabaikan begitu saja, Bowo memutuskan untuk melihat keadaannya Nesya yang selama ini dirumahnya sendirian.


" Agus bener bener jahat, istri pertama diabaikan begitu saja. jenguk kondisinya Nesya deh, kasihan juga perempuan itu." Ucap Bowo mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya Agus


Setibanya di rumahnya Agus, Bowo ketemu dengan Radit yang kebetulan merapihkan teras rumahnya Agus.


" Selamat sore pak, pak Agus lagi tidak ada di rumah." Ucap Radit, Radit kenal dengan Bowo yang sudah beberapa kali ke rumahnya Agus


" Yah saya tahu, saya kesini mau tanya kondisinya Nesya saja, dia baik baik saja kan?" Tanya Bowo merasa prihatin dengan Nesya, yang seolah diasingkan oleh Agus


" Nyonya demam pak, dari kemarin pak, mungkin terlalu memikirkan pak Agus, karena tadi nyonya sempet mengigau manggil nama pak Agus terus." Lanjut Radit terus terang, sejujurnya Radit tidak tega melihat kondisinya Nesya seperti ini.


" Apa demam? apa sudah dikasih obat? apa pak Agus tahu?' Tanya Bowo kwartir


" Sudah dikasih obat, pak Agus sudah saya kasih tahu lewat chat dan telefon, tapi tidak ada respon sama sekali dari pak Agus." Lanjut Radit merasa heran, sebenarnya Agus kunjungan kerja kemana, sampai tidak merespon sama sekali.


" Saya mau lihat kondisinya Nesya" Lanjut Bowo, Bowo tidak berani komentar apapun, karena Bowo tahu posisi Agus sekarang lagi bulan madu bersama istri keduanya.


" Tega sekali kamu Agus, istri setia dan baik seperti ini diabaikan, cuman karena penampilan yang kumel saja, dilihat lihat Nesya cantik alami tanpa makeup seperti ini." Ucap Bowo, Bowo senyum melihat Nesya yang terlihat cantik walaupun lagi sakit.


" Harus secepatnya suruh Agus pulang" Sambung Bowo, Bowo langsung keluar kamarnya Agus dan membiarkan Nesya untuk istirahat didalam kamarnya.


Dilain sisi, Agus ajak jalan jalan Wulan, Agus melihat handphone nya ternyata ada panggilan tidak terjawab dari Bowo dan chat dari Bowo cukup banyak.


" Orang lagi jalan jalan di ganggu, dasar jomblo gabut." Protes Agus kesal, Agus mengabaikan chat yang dikirim kan Bowo.


" Pecat saja sih Ayah, kalo mengganggu waktu liburan kita. dia digaji mahal kan untuk bekerja bukan menjadi pengganggu kita." Protes Wulan kesal, Karena jalan jalannya di ganggu oleh Bowo


" Jangan sayang, walaupun dia rese, tapi dia kerjanya bener selalu menguntungkan perusahaan aku. sudah jangan difikirkan sayang." Lanjut Agus, Agus merangkul pinggangnya Wulan untuk melanjutkan jalan jalannya.


Dilain sisi, Bowo tiba di penginapan yang disewa Agus, Bowo merasa heran di penginapan sama sekali tidak ada makanan sama sekali.


" Perempuan macam apa yang dipilih Agus sih, merapihkan penginapan saja tidak mau, bahkan bahan masakan saja tidak ada. kwartir Agus jatuh miskin karena perempuan matre tidak tahu diri macam Wulan." Ucap Bowo, Bowo langsung jalan ke kamarnya Agus, betapa kagetnya Bowo melihat begitu banyaknya paparbage dikasur dan meja.


" Kantor lagi keadaan darurat, mereka foya foya seperti ini. astaga bener bener." Protes Bowo kesal, Bowo dibuat pusing dengan keadaan kantor sedangan Agus dengan santai menghabiskan uang.

__ADS_1


Disaat Bowo keluar kamarnya Agus, Bowo melihat Agus dan Wulan baru pulang belanja. membuat Bowo senyum sinis melihat Wulan.


" Ada apa kesini?' Tanya Agus kesal tiba tiba Bowo menyusulnya.


" Kenapa chat saya tidak dibalas? chat melaporkan kondisi perusahaan sudah darurat, dan chat saya tentang kondisinya Nesya dari kemarin demam tinggi?' Tanya Bowo dengan kesal, Bowo tidak akan nyusul Agus kalo kondisinya tidak darurat


" Kamu dibayar mahal oleh Agus untuk bekerja, masa sampai perusahaan darurat sih? kerja kamu apa sebagai karyawannya Agus?" Tanya Wulan heran melihat Bowo, yang dianggap tidak bisa kerja.


" Sudah sayang ke kamar yah, biar aku yang bahas bersama Bowo, bunda rapihin saja barang barang belanjaan bunda didalam kamar." Lanjut Agus, Agus sudah hafal dengan sikapnya Bowo. tidak akan nekat merusak kebahagiaan nya Agus kalo kondisinya tidak parah.


" Benar sayang, aku tahunya belanja dan melayani ayah saja, urusan kantor aku tidak peduli." Lanjut Wulan jalan dengan santai menuju kamarnya.


" Kok bisa, perusaahan mau bangkrut?" Tanya Agus panik, Agus mengabaikan kondisinya Nesya sama sekali.


" Kita bahas Nesya dulu, kalo sampai keluarga kamu tahu Nesya sakit parah karena stres memikirkan kamu yang semakin cuek, semua harta kamu akan menjadi milik Nesya, begitu juga dengan saham yang ada di perusahan kamu, semuanya akan menjadi milik Nesya. jadi orang jangan terlalu egois sampai lupa resiko Kediri sendiri." Bentak Bowo kesal, bisa bisanya Agus semakin cuek ke Nesya, istri yang punya hak penuh atas hartanya.


" Dan soal masalah perusahaan, banyak client yang membatalkan kerjasama karena tidak ada kamu yang datang rapat. saya sudah semaksimal mungkin tapi yah keputusan kan tetep ada di mereka, karyawan banyak yang seenaknya semanjak kamu sibuk menghabiskan waktu tiga Minggu bersama madu kamu. kalo sampai orang tua Kamu dan Nesya tahu, habislah kamu jadi gembel bersama istri matre kamu itu.' Sambung Bowo, Bowo tidak habis pikir dengan Agus, selingkuh tapi tidak berfikir resikonya.


" Astaga saya lupa Bowo, baik lah saya akan ikut kamu kembali ke Indonesia sekarang juga, saya akan siap siap pulang, sekaligus melihat kondisinya Nesya juga, selama ini saya melarang Nesya memakai ART lagi." Lanjut Agus menyesal akan sikapnya selama ini yang seenaknya ke Nesya, Agus tidak akan membiarkan Nesya kenapa kenapa karena kondisinya Nesya menentukan nasibnya dimasa depan bersama Wulan.


Diam diam Wulan mendengar pembicaraan Agus dan Bowo, tidak menyangka semua hartanya Agus atas nama Nesya walaupun punya orang tuanya Agus tapi diberikan sepenuh nya ke Agus.


' Perlahan harus merebut hartanya mas Agus, enaknya si culun yang menguasai harta mas Agus, saya tidak bisa mendapatkan semua harta mas Agus." Batin Wulan, Wulan yang melihat Agus berdiri langsung jalan dengan cepat kedalam kamarnya, jangan biarkan Agus tahu kalo dirinya mendengar semua pembicaraannya.


Dilain sisi, Radit yang panik melihat Nesya, memejamkan matanya sudah seharian, membuat Radit dengan nekat menggendong Nesya pertama kalinya, jalan pelan pelan masuk kedalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


" Bertahan lah Nesya saya mohon, buka mata kamu Nesya." Ucap Radit panik, karena demamnya Nesya semakin tinggi dan Nesya tidak juga membuka matanya.


Dengan rasa panik yang sudah memuncak, Membuat Radit berusaha tenang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


' Ya tuhan, sembuhkan Nesya tuhan, jangan biarkan Nesya seperti ini terus." Ucap Radit harap harap cemas.


Setibanya di rumah sakit, Radit menggendong Nesya dan membawa ke ruang UGD, dokter jaga langsung periksa kondisinya Nesya.


" Coba telefon pak Agus deh" Ucap Radit berusaha telefon Agus.


Radit frustasi telefonnya tidak diangkat sama sekali oleh Agus, Radit menunggu Nesya tanpa sepengetahuan Agus sama sekali.


Dilain sisi, Wulan cemberut karena waktu liburannya cuman sebentar, Wulan bener bener kesel dengan Bowo yang mengganggu waktu liburnya.


" Sudah dong sayang, jangan cemberut terus, ingat kata dokter, bunda jangan stres stres terus kita kan lagi program hamil sayang." Bujuk Agus,.sejujurnya Agus tidak tega merusak hari bahagianya Wulan

__ADS_1


" Kamu jadi istri jangan egois dong Wulan, ngertiin kondisinya Agus juga, kasih semangat untuk suami kamu sekarang lagi pusing, menghadapi dua masalah sekaligus bukannya merajuk seperti ini, kalo tidak bisa membantu setidaknya kamu bisa bersikap santai bukannya seperti ini." Ucap Bowo yang kesal, bagaimana tidak dari penginapan sampai di bandara Wulan selalu protes terus tanpa memikirkan nasibnya Nesya dan nasip perusahannya diambang kehancuran.


Wulan meluk Agus saking takutnya karena dimarahin oleh Bowo, sedangkan Agus tidak berani protes sama sekali. karena memang Agus salah sampai membuat Nesya sakit dan perusahaan diambang kehancuran.


__ADS_2