
Wulan merasa mual mual dan badan terasa lemah sekali, membuat Agus merasa kwatir melihat kondisinya Wulan akhir akhir ini.
" Sayang, masih mual?" Tanya Agus cemas melihat Wulan yang terus menerus memuntahkan isi perutnya
" Iyah sayang, sayang tolong ambilkan tes kehamilan dong." Ucap Wulan lemah, Wulan sudah telat datang bulan selama sebulan lebih.
" Tes kehamilan? untuk apa?" Tanya Agus penasaran
" Jangan jangan sayang?" Tanya Agus langsung bahagia mendengar ucapannya Wulan
" Bisa jadi sayang, aku tidak datang bulan, sudah sebulan lebih sayang." Lanjut Wulan merasa yakin dugaannya.
Agus yang mendengar ucapan Wulan langsung ambil tes kehamilan, Agus tidak sabar melihat hasilnya.
Dilain sisi, Nesya merasa bahagia, akhirnya sembuh dan bisa kembali ke ruko, Nesya merasa bersyukur karena Agus lagi lagi kerja ke luar kota.
" Kita berangkat sekarang?" Tanya Radit melihat Nesya yang sudah lebih baik kondisinya.
__ADS_1
" Berangkat sekarang, saya tidak sabar melihat karyawan baru saya, tidak menyangka saya juga seorang bos di bisnis saya sendiri." Ucap Nesya bahagia, Nesya sama sekali tidak pernah membayangkan dirinya punya bisnis sendiri.
" Itu berkat keinginan kamu sendiri, makannya sekarang kamu bisa seperti ini " Lanjut Radit
Nesya dan Radit jalan jalan bareng keluar dari rumahnya Nesya, Nesya melihat Radit semakin merasa nyaman didekat Radit yang bisa memahami Nesya dan selalu ada untuk Nesya setiap kali membutuh kan pertolongan.
Agus melihat hasil tes kehamilannya Wulan dan betapa bahagianya dua garis biru, membuat Agus memeluk Wulan dan mencium keningnya Wulan dengan bahagia yang luar biasa.
" Aku hamil mas, akhirnya perjuangan dan penantian kita berhasil sayang." Ucap Wulan haru dan tidak menyangka, program punya anak berhasil.
Dilain sisi, Radit mengumpulkan semua karyawannya Nesya, memperkenal kan Nesya pemilik butik yang selama ini digantikan sementara oleh Radit.
" Mulai sekarang ibu Nesya, yang akan membuat desain baju untuk butik ini, mohon kerjasamanya untuk menjalankan toko ini." Ucap Radit berhadap karyawannya tidak ada yang bertingkah.
" Saya sendiri sudah membuatkan seragam untuk rekan rekan pakai setiap harinya, kemungkinan besok akan saya bagikan ke rekan semuanya. saya membuat kan satu orang mendapatkan dua seragam supaya bisa ganti ganti setiap harinya." Ucap Nesya, Nesya merasa bahagia akhirnya seragam kerja yang sudah dibuatnya bisa dibagikan ke karyawannya
" Alhamdulillah dan terimakasih sudah membuat kan kami seragam, insya Allah kami akan bekerja dengan profesional dan tidak merugikan butik ini." Ucap Rita sebagai perwakilan karyawannya Nesya
__ADS_1
' Yah sudah, kita buka toko ini yah. semangat bekerja untuk kita semua." Lanjut Nesya mengakhiri pertemuannya.
Nesya dan Radit langsung ke lantai dua, untuk melihat barang barang yang dijual di sana, dan melihat kamar istirahatnya Radit dan Nesya sekaligus ruangan Nesya selama ada diruko
Dilain sisi, Agus lagi lagi merasa bahagia setelah mendengar penjelasan dokter, bilang kalo Wulan sudah hamil empat minggu membuat Agus langsung peluk dan cium Wulan dengan rasa bahagia.
" Akhirnya, saya jadi seorang ayah juga, dan rumah tangga yang lengkap." Ucap Agus bahagia, karena tidak sia sia program yang dijalankannya
" Selamat yah bapak dan ibu, tolong dijaga kehamilan istri anda. kehamilan trimester seperti ini rawan keguguran, jangan biarkan istri anda terlalu cape dan jangan banyak fikiran karena bahaya untuk calon anak anda." Penjelasan dokter kandungan, dokter langsung merapigkan bajunya Wulan.
" Insya Allah dokter, saya akan menjaga anak ini dengan baik." Ucap Wulan bahagia, Wulan semakin bahagia karena selama hamil dirinya bisa semakin manja dengan Agus
" Tapi dokter urusan kamar bagaimana?" Tanya Agus penasaran, dan rasa kwatir dapat larangan.
" Soal itu, anda bisa melakukannya saat istri anda dalam keadaan sehat yah pak, harus diingat saat istri anda kelelahan dan merasa sakit jangan memaksakan kehendak anda. melakukannya selama tiga puluh menit, sasaran yang baik dilakukan sehari sekali saja demi anak kalian." Penjelasan dokter kandungan
" Astaga tiga puluh menit dan cuman sekali dalam sehari, mana enak dokter." Lanjut Agus dengan frustasi, Wulan yang melihat Agus sedih membuat Wulan merasa tidak tega melihatnya.
__ADS_1