
Agus memutus kan untuk keluar dari apartemen untuk mencari pekerjaan, dan tidak merepotkan Wulan terus menerus.
" Semoga ada yang mau menerima saya kerja dengan kondisi seperti ini." Ucap Agus penuh harap, Agus merasa beruntung karena menemukan persayaratan untuk kerja.
Agus pelan pelan menjalankan kursi rodanya dan keluar dari apartemen nya, saat Agus diluar apartemen langsung kaget ada orang yang berdiri didepan pintu.
" Anda mau kemana?" Tanya bodyguard yang disuruh menjaga Agus didepan apartemen oleh Kaka nya Agus.
" Saya mau kerja, kalian siapa? kenapa ada di depan apartemen?" Tanya Agus heran ada orang yang mau tau Agus kemana
" Saya disuruh Kaka anda untuk menjaga anda di unit sebelah, jika terjadi apapun dengan anda, kita bisa langsung tolongin, lebih baik sekarang masuk kedalam unit anda." Lanjut bodyguard yang langsung dorong kursi rodanya Agus, tanpa minta pertujuan Agus sama sekali
" Kalian tidak sopan yah" Protes Agus kesel, karena orang yang ngaku bodyguard seenaknya dorong kursi rodanya untuk masuk kedalam unit apartemen nya.
__ADS_1
Dilain sisi, Radit memberikan bunga untuk Nesya saat Nesya menikmati makanannya, membuat orang tuanya Nesya yang melihatnya langsung ingat awal awal jadian seperti Radit dan Nesya begitu romantis.
" Berasa dunia milik berdua yah ayah" Ucap bunda nya Nesya melihat anaknya tersipu malu
" Bener Bu, kita cuman jadi penonton saja yah, melihat romantisnya mereka." Ledek ayah nya Nesya melihat Nesya dan Radit
" Bagus dong ayah, jadi penonton setia keromantisan dan kebahagian kita" Ucap Radit langsung mencium keningnya Nesya dengan cueknya
" Malu kenapa sayang? malu itu jika kita gulet panas didepan ayah dan bunda Baru malu?" Tanya Radit dengan mengedip kan sebelah mata
" Enak saja, harus halal dulu baru diijinkan yah." Protes bunda nya Nesya langsung jewer kupingnya Radit yang mau melakukan gulet panas sebelum menikah
" Ampun bunda, cuman bercanda bunda, sudah bunda sakit kuping saya, mana tega saya merusak Nesya sebelum halal Bu." Lanjut Radit menyesal bercanda soal gulet panas didepan orang tuanya Nesya
__ADS_1
" Memangnya enak, kalo bercanda difikirin dulu. hahahaha" Ledek Nesya langsung ketawa puas melihat Radit kesakitan.
" Awas yah, jika bunda mendengar nya lagi, ibu tidak akan biarkan kamu seenaknya dengan Nesya yah. pacaran tidak selalu dilakukan dengan kebebasan." Protes bunda nya Nesya kesal, karena heran dengan pola pikirnya Radit.
" Yah bunda, lagian selama ini Radit tidak pernah pegang Nesya sembarangan kok, Radit akan melakukannya saat kita sudah halal, karena yang halal lebih luar biasa sensasinya bunda." Lanjut Radit sambil pegang telinganya masih terasa sakit sekali.
" Nah bener itu, jika sudah halal bisa gulet panas dua puluh empat juga tidak ada yang protes kok. justru banyak yang muji kuat dan hebat buat laki laki. hahaha" Ucap ayah nya Nesya ketawa puas, karena saat malam pertama pun di lakukan sepanjang malam sampai subuh, istriahat cuman sebentar dan langsung mulai kembali.
" Dasar laki laki, jika bicara gulet panas pasti kompak deh." Protes Nesya tersipu malu, sejujurnya Nesya juga rindu untuk melakukannya, cuman Nesya berusaha menahan keinginannya sampai ijab kabul diucap didepan penghulu dan tamu undangan.
" Yah dong, namanya juga laki laki dewasa." Lanjut Radit dan ayah nya Nesya kompak, karena membahas gulet panas semua laki laki bisa mendadak kompak, dan yang dibahas akan lama.
Nesya mencubit piganggnya Radit sakit keselnya, karena bisa bisanya bicara seperti itu didepan orang tuanya dan membuat Radit peluk Nesya supaya tidak dicubit lagi, membuat kedua orang tuanya Nesya geleng kepalanya karena lagi kesel bisa bisanya luluh dengan dipeluk oleh Radit.
__ADS_1