Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Terimakasih karena kamu dimasa lalu sudah mengabaikan Nesya, membuat saya sekarang bisa memberikan N


__ADS_3

Nesya dan Radit jalan menuju apatermennya Wulan untuk makan malam bersama, Nesya merasa bersyukur karena sekarang sudah bisa ikhlaskan masa lalunya, dan menerima masa sekarang bisa bahagia bersama Radit.


“ Sayang, aku bangga dan bahagia sekali karena kamu bisa ikhlas seperti ini, dan tidak menyimpan dendam untuk Agus dan Wulan, aku bahagia melihatnya” Ucap Radit melihat Nesya sudah bisa bijaksana dalam menghadapi


orang orang yang pernah sakitinya.


“ Alhamdulllah sayang, aku fikir untuk apa dendam terlalu lama kan, kalo aku bisa bahagia bersama kamu, lagian dendam tidak selamanya membuat aku tenang sayang” Ucap Nesya melihat Radit, Radit alasannya Nesya


untuk melupakan masa lalu, karena jika Nesya focus dengan balas dendam, tidak akan pernah merasakan bahagia bersama Radit.


Radit bahagia mendengar ucapan Nesya, Radit pegang tangannya Nesya dan menciumnya, Radit pelan pelan mengendarai mobilnya menuju apatemernnya Agus dan Wulan.


Setengah jam kemudian, Nesya dan Radit disambut oleh Wulan dan mempersilahkan Nesya dan Radit untuk masuk kedala apatermennya, Agus yang melihat tamu yang ditunggu dari tadi datang juga, mempersilahkan Radit dan Nesya langsung duduk dikursi meja makan


“ Selamat yah kalian akhirnya menikah juga, anggap saja makan mala mini sebagai perayaan hari bahagia kalian” Ucap Agus senyum ramah melihat Nesya bahagia didekat Radit


“ Boleh juga, terimakasih yah sudah repot repot masak seperti ini untuk kami”Ucap Nesya yang sudah mulai santai ngobrol dengan Agus


“ Tidak repot kok Nesya, hayo dimakan sudah siap semuanya” Ucap Wulan langsung membuka penutup makanannya

__ADS_1


“ Wow, banyak sekali ini masakan kamu?” Tanya Radit tidak menyangka jika Wulan menyiap kan banyak menu untuk makan malam.


“Iyah, Alhamdulillah saya sudah bisa masak, yah karena saya pernah tinggal dirumahnya Nesya dan disuruh masak, Alhamdulillah sampai sekarang saya sudah terbiasa untuk masak.” Lanjut Wulan merasa bersyukur,


karena Nesya membuat Wulan sudah ada keinginan masak untuk Agus.


Nesya ikut senang mendengarnya, karena Wulan mau bersusah payah masak, untuk suaminya karena jika suami doyan masakan istri akan malas makan diluar.


Agus, Wulan, Nesya, dan Radit. Mulai menikmati masakannya Wulan yang ternyata enak membuat Nesya bangga karena Wulan semakin pandai masak.


Dilain sisi, Bowo yang bosan mengajak Santoso untuk jalan jalan malam bersama, Bowo yang sudah lama tidak menikmati malam ditemani perempuan liar, membuat Bowo ngajak Santoso ke café yang penuh perempuan malam.


“ Astaga Bowo, bukannya insaf kamu ini yah, walaupun sudah lama tidak main tapi kan bukan bearti harus main kembali, sudah waktunya mencari perempuan baik baik untuk kamu jadikan istri” Protes Santoso heran,


“ Biarin saja sih, Lagian enak bebas tahu, supaya tidak merasakan ribetnya rumah tangga seperti Agus dan Nesya, yang menikah akhirnya bercerai, walaupun pada akhirnya mereka menemukan pasangan yang berbeda, mana


enak sih” Protes Bowo yang anggap pernikahan itu tidak mudah dan ribet


“ Dasar, sudah sana kamu saja sendirian, saya tidak ingin bebas seperti keinginan kamu” Protes Santoso sudah tidak ingin melakukan kebebasan lagi, sudah cukup dimasa lalu dan sekarang Santoso mau berjuang

__ADS_1


mendapatkan perempuan baik baik.


Bowo kesal mendengar ucapan Santoso, karena Santoso sudah menolak diajak kebebasan seperti dulu lagi.


Dilain sisi, Wulan ngajak Radit dan Nesya untuk ngobrol santai, sebelum mereka kembali pulang, Agus minta maaf ke Nesya karena sikap seenaknya dulu ke Nesya, membuat Nesya mau menerima maaf dari Agus.


“ Saya sudah mengiklaskan kamu seutuhnya bersama Wulan dan bisa bahagia bersama Wulan.” Ucap Nesya berusaha santai, Nesya sudah tidak memikirkan masa lalu lagi, karena sekarang Nesya sudah bahagia bersama Radit.


“ Terimakasih karena kamu dimasa lalu sudah mengabaikan Nesya, membuat saya sekarang bisa memberikan Nesya perhatian dan kasih sayang. Yang tidak pernah Nesya dapat kan dari kamu” Ucap Radit bahagia, karena


sekarang Radit adalah sumber kebahagiaannya Nesya dan bisa membuat Nesya selalu bahagia


“ Sama sama Radit, tolong lindungi Nesya, bahagiakan Nesya dan jangan sakiti Nesya, air mata kesedihan cukup di masa lalu, dan saya berharap di masa depan Nesya sudah tidak ada air mata sama sekali” Ucap Agus


berharap Radit selalu bisa membahagiakan Nesya


“ Amin, pasti dong bro, Karena saya bener bener mencintai Nesya dan pasti akan membahagiakan Nesya selama dua puluh empat jam” Lanjut Radit, Radit langsung pegang tangannya Nesya dan menciumnya didepan Agus.


Agus yang melihat Radit menunjukan romantisnya bersama Nesya, merasa bahagia sekali, walaupun kini dikehidupan Agus menyesal telah mengabaikan perempuan seperti Nesya tapi harus bisa ikhlas melepaskan Nesya dan membiarkan Nesya bahagia bersama Radit dan Agus bisa bahagia bersama Wulan.

__ADS_1


……………………TAMAT……………………………..TAMAT………………………………………..TAMAT


Terimakasih yang sudah membaca novel ini dari awal sampai akhir, terimakasih sudah memberikan like, vote, dan komentarnya selama novel ini ongoing sampai tamat.


__ADS_2