
Agus siap siap datang ke persidangan perceraiannya, Agus tidak menyangka jika pernikahannya bersama Nesya bener bener berakhir.
" Penyesalan ternyata tidak enak seperti ini, mengabaikan perempuan luar biasa seperti Nesya demi ego diri sendiri." Ucap Agus menyesal, di masa lalu mengabaikan Nesya begitu saja
Agus sengaja tidak sewa pengacara untuk sidang perceraian hari ini, karena mau berusaha untuk mengembalikan rumah tangga yang sudah hancur, walaupun begitu sulit tapi berusaha untuk bisa meyakinkan Nesya.
Dilain sisi, Nesya, Radit, dan Bowo ngobrol bersama pengacara yang sudah ditunjuk oleh Bowo untuk jadi pengacaranya Nesya.
" Semua bahan untuk persidangan percIan Bu Nesya sudah lengkap, apa lagi istri sirihnya pak Agus juga ikut dengan kita. akan memperkuat keinginan Bu untuk bercerai dari pak Agus." Ucap Pengacaranya Nesya, yang melihat Wulan.
" Amin pak, yah sudah kita berangkat sekarang, karena saya sudah tidak sabar ingin bercerai dari Agus dan meresmikan hubungan saya bersama Radit kejenjang pernikahan." Ucap Nesya berharap Radit jauh lebih baik dari Agus
__ADS_1
Bowo yang lagi fokus mendengar ucapan pengacara tiba tiba kaget mendengar suara handphone, dan langsung angkat telefon masuk ternyata dari Santoso kasih kabar kalo Agus kecelakaan dari motornya
" Apa Agus kecelakaan?" Tanya Bowo kaget saat mendengar ucapannya Santoso diseberang telefon
" Iyah Bowo, sekarang Agus ada di rumah sakit, dia koma, tolong kasih tahu Nesya jika Agus tidak bisa hadir karena koma." Ucap Santoso diseberang telefon
" Astaga, yah sudah saya kesana sekarang, biar Nesya tetep datang ke persidangan." Ucap Wulan panik, Wulan sengaja minta Bowo lospeker teleponnya
" Baik kalo begitu akan saya kirim kan alamat rumah sakitnya, saya tunggu kedatangan kamu Wulan." Lanjut Santoso diseberang telefon, Santoso langsung mematikan teleponnya
" Yakin lah, Agus bukan siapa siapa saya, yang harus saya pedulikan lagi, sudah yuk kita ke sidang perceraian dan biarkan Wulan sendirian ke rumah sakit. biar Bowo ikut saya ke persidangan perceraian." Lanjut Nesya berusaha tidak peduli, Nesya jadi ingat disaat dirinya sakit Agus sama sekali tidak peduli dengan keadaannya dulu.
__ADS_1
" Baik Nesya" Lanjut Bowo faham kenapa Nesya tidak mengijinkannya ikut ke rumah sakit, Bowo masih ingat bagaimana susahnya Agus diajak menjenguk Nesya dulu
" Iyah sayang hayo" Ucap Radit gandeng tangannya Nesya
Bowo memberikan uang untuk Wulan pergi ke rumah sakit sendiri, karena Bowo harus ikut ke persidangan perceraiannya Agus dan Nesya harus tetep berjalan.
Dilain sisi, Santoso kaget mendengar ucapan Dokter, kalo Agus mengalami amnesia berat yang sulit disembuhkan
" Akibat benturan keras di kepalanya, membuat pasien mengalami amnesia pak.' Ucap Dokter merasa prihatin dengan kondisi pasiennya
" Astaga, apa bisa disembuhkan dokter?" Tanya Santoso kaget, tidak menyangka Agus mengalami sakit seperti ini.
__ADS_1
" Tidak bisa pak, pasien jangan dipaksa untuk ingat masa lalu nya pak, diusahakan pasien untuk tetep tenang pak, jika dipaksa ingat masa lalu, pasien akan mengalami sakit kepala yang luar biasa pak, akan membahayakan kesehatannya pak." Lanjut dokter yang merasa kasihan karena Agus akan kehilangan memori yang berharga dalam hidupnya
" Baik dokter, saya akan membiarkan Agus untuk tidak terlalu dipaksakan untuk ingat masa lalunya." Lanjut Santoso, merasa tidak masalah jika Agus melupakan masa lalunya yang terpenting kondisi Agus baik baik saja.