Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Aku tidak ingin keluar dari rumah ini sayang


__ADS_3

Wulan menatap Agus dengan tatapan benci dan kecewa, karena gagal mempertahan kan perusahaan dan rumah yang sekarang ditempati, bahkan sampai disita, membuat Wulan bener bener kesel harus kembali hidup susah setelah menikah dengan Agus.


" Aku tidak ingin keluar dari rumah ini sayang, kita mau tinggal dimana sekarang? tidak kasihan dengan aku sayang? aku tidak ingin hidup susah sayang?" Tanya Wulan dengan lirih, tidak bisa membayangkan hidup dalam kesusahan seperti dulu


" Sabar sayang, kita akan tinggal di apatermennya Bowo sayang, selama aku mencari pekerjaan kita akan tinggal disana sayang, aku tidak akan membiarkan bunda hidup susah terlalu lama." Ucap Agus, Agus meluk Wulan yang nangis meratapi kehidupannya, harus terima hidup susah


Wulan bener bener tidak menyangka hidupnya akan seperti ini, Wulan tidak sadar kehidupan Agus menurun karena keegoisannya, ingin sekali Agus selalu didekatnya tanpa mengijinkan Agus ke kantor.Wulan membiarkan Agus merapihkan barang barangnya untuk dibawa ke apatermennya Bowo.


Dilain sisi, Nesya senyum bahagia dan merasa puas sekali, saat tahu perusahaan sudah disegel dan sekarang Agus keluar dari rumahnya.

__ADS_1


" Kamu bilang ke Agus, kamu tampung Agus dan sampahnya cuman sebulan saja, cari alasan supaya Agus dan sampahnya tidak bisa memaksa kamu, saya mau lihat mereka hidup semakin sengsara baru saya mengajukan cerai ke Agus." Ucap Nesya, Nesya tidak ingin terlalu lama status pernikahannya digantung terlalu lama.


" Baik bu Nesya, saya akan urus semuanya, terus perusahaan kapan mau dibuka kembali? karyawan disana sudah tanya kapan kembali kerja?" Tanya Bowo karena sudah banyak karyawan yang ingin kembali kerja


" Dua hari lagi deh, jangan biarkan Agus tahu kalo perusahaan kembali normal, biar saya sendiri yang bilang, ini adalah hukuman dai keserakahan Agus dan sikap seenaknya dia ke istrinya selama ini." Lanjut Nesya, bersyukur karena dirinya kembali bangkit sebelum tahu Agus menghianati pernikahannya dan memutus kan untuk bercerai


Dilain sisi, Agus dan Wulan masuk kedalam apatermennya Bowo dan melihat apatermennya yang cukup luas, Agus melihat Bowo memakai kaos santainya, Bowo yang melihat Agus dan Wulan mulai drama dimulai.


" Pak Agus, maaf pak Agus dan bu Wulan tinggal disini cuman bisa sebulan saja, karena apatermen ini akan saya jual, karena saya kan tidak ada pekerjaan pak" Ucap Bowo pura pura sedih, sejujurnya Bowo tidak tega mengusir Agus tapi karena Nesya yang minta mau atau tidak, Bowo harus ikuti apa yang diinginkan Nesya.

__ADS_1


" Jangan bercana kamu Bowo, masa menampung kita sebentar itu sih, minimal setahun lah sampai istri saya melahirkan apa kamu tidak kasihan dengan Wulan yang lagi hamil sekarang?" Tanya Agus tidak menyangka Bowo bisa setega ini ke dirinya.


" Maaf pak, tapi saya tidak ada tabungan pak, saya juga butuuh uang pak, terserah anda bilang tega atau tidak, sya tidak bisa membantu anda terlalu lama." Tegas Bowo pua pura serius, Bowo bisa melihat amarah yang terpancar dari wajahnya Agus.


" Kita mau tinggal dimana nantinya, kamu sudah lama bekerja bareng mas Agus, masa setega itu dengan mas Agus sih, tidak ada rasa empati ke temen sendiri?"Tanya Wulan penuh amarah melihat Bowo yang tega


" Hahahaha, kamu bilang empati? Dulu saat pak Agus masih jayanya, apa kamu berfikir bagaimana nasip pak Agus mengabaikan tanggung jawabnya? bagaimana nasip karyawan pak Agus karena keegoisan pak Agus tidak bekerja dengan baik?" Tanya Bowo menatap sinis kearah Wulan, Bowo ketawa mengejek melihat Wulan, yang sama sekali tidak tahu diri, seolah menganggap Bowo tidak peduli dengan Agus.


" Sudah saya mau pulang, kalian bisa istirahat disini selama sebulan" Tgeas Bowo, Bowo senyum sinis melihat Wulan, dan langsung pergi mengabaikan Agus yang mengepalkan tangannya, Bowo yakin saat ini Agus menahan amarahnya

__ADS_1


__ADS_2