Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Oh sudah sadar, hayo pulang jangan bikin repot


__ADS_3

Wulan yang tahu Nesya sudah sadar, sedikit kesel karena harus ditinggal sendirian, karena Agus harus mengurus Nesya yang baru sembuh dari sakitnya.


" Sabar yah sayang, aku janji waktu aku jauh lebih banyak untuk bunda, ingat yah bunda kan lagi program hamil kan jangan banyak mikir apa lagi sampai stres yah sayang. aku ingin secepatnya kita punya anak." Ucap Agus, Agus berusaha membujuk Wulan supaya tidak marah karena ditinggal sendirian di apartemen selama Agus bersama Nesya di rumahnya.


" Iyah ayah, yah sudah hati hati dijalan yah, jangan lama lama yah, aku takut sendirian sayang." Lanjut Wulan dengan manja.


Wulan ngajak Agus gulet panas sebelum membiarkan Agus untuk pulang, Wulan sengaja ajak Agus supaya membuat Agus kelelahan gulet berkali kali.


" Aku lelah sayang, aku tidur dulu deh, pulangnya bisa kapan kapan. yang penting bisa selalu bersama bunda kesayangan aku." Lanjut Agus, Agus Meluk Wulan dengan mesra, membuat Wulan senyum bahagia karena rencana nya berhasil.


Dilain sisi, Nesya berusaha telefon Agus berkali kali, tidak diangkat juga, membuat Nesya malas makan karena dicuekin suami sendiri.

__ADS_1


" Sudah Nesya, makan yah jangan tungguin pak Agus terus, nanti kamu semakin sakit loh, memangnya kamu tidak mau sembuh?" Tanya Radit merasa heran sekaligus kasihan melihat Nesya.


" Saya ingin merasakan dimanja juga Radit, selalu saja setiap saya sakit mas Agus tidak ada di rumah selalu sibuk dengan pekerjaannya." Ucap Nesya sedih, Nesya bener bener merasa diabaikan oleh Agus selama ini.


" Ya sudah saya saja yang memanjakan kamu yah, oh yah toko kamu sudah berjalan loh sudah ada karyawan dan Alhamdulillah banyak yang beli lagi." Lanjut Radit, Radit sengaja membahas toko karena Radit tahu Nesya bisa langsung bahagia membahas pekerjaan barunya.


" Seriusan? mana saya mau lihat dong? kata kamu kita bisa memantau lewat handphone kan?" Tanya Nesya jadi semangat, seakan melupakan kesedihannya.


" Beres Radit" Lanjut Nesya, Nesya langsung makan, walaupun makanan dirumah sakit tidak enak membuat Nesya memaksakan diri untuk makan supaya cepat sembuh


*******************&*********&**************&&

__ADS_1


Agus sebelum berangkat ke kantor, menyempatkan diri ke rumah sakit untuk menjemput Nesya, walaupun sangat malam tapi membuat Agus terpaksa menjemput Nesya yang sudah sadar dari komanya


" Mas Agus, akhirnya mas datang juga." Ucap Nesya bahagia karena akhirnya Agus datang untuk menjenguknya


" Oh sudah sadar, hayo pulang jangan bikin repot banyak orang, saya mau ke kantor sekarang, terpaksa kesini untuk jemput kamu pulang." Tegas Agus terpaksa meluangkan waktu untuk menjemput Nesya.


" Astaga, mas kenapa bicara seperti itu ke aku sih." Lanjut Nesya sedih mendengar ucapan Agus. jadi Agus terpaksa ke rumah sakit bukan karena kerinduan


" Sudah jangan cengeng kamu, sekarang ikut saya ke mobil untuk pulang, biar Radit saja yang merapihkan barang barang kamu. setelah ini saya mau kunjungan kerja." Lanjut Agus bohong, Agus susah janji dengan Wulan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama Wulan dari pada Nesya.


" Aku ikut mas, aku ikut kamu kerja sekali kali, aku rindu kamu mas. jangan tinggalin aku dirumah terus sendirian mas." Lanjut Nesya dengan memohon melihat Agus

__ADS_1


" Aku kerja untuk kebutuhan hidup kita, bukan main sayang, jadi tidak usah ikut segala lah." Lanjut Agus kesal, bagaimana bisa Nesya ikut dirinya saat bersama Wulan. Agus belum siap hidup miskin karena ketahuan selingkuh bahkan sampai menikahi Wulan secara diam diam


__ADS_2