Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Heh, kapan kamu bangun


__ADS_3

Radit ijin pulang ke rumah, untuk mengambil baju gantinya, Agus melihat Nesya masih betah memejamkan matanya membuat Agus semakin kesal.


" Heh, kapan kamu bangun, jangan tidur terus. jangan bikin saya repot seperti ini terus dong." Bentak Agus kesal melihat Nesya yang masih setia tidur beberapa hari.


" Sayang, sudah pergi yuk, titip saja perempuan itu ke suster bilang saja mau beli makan atau kemana gitu." Ucap Wulan tiba tiba masuk kedalam kamar perawatannya Nesya.


" Bunda bener, hayo pergi kan kita mau ke dokter kandungan lagi, mau lanjut program punya anak lagi " Lanjut Agus, Agus langsung keluar dari kamarnya Nesya, membuat Wulan senyum bahagia karena berhasil membuat Agus mengabaikan Nesya walaupun lagi koma seperti saat ini


Dilain sisi, Radit merasa bersyukur disaat dirinya sibuk nungguin Nesya, kini tokonya sudah berjalan dengan lancar dengan karyawan perempuan yang sudah Radit seleksi sendiri tanpa dibantu Nesya sama sekali.


' Saya nanti kesini lagi nanti malam, saya titip toko ke kalian yah." Ucap Radit, Radit merasa lega walaupun jarang ada di toko masih bisa pantau aktifitas toko dari layar monitor cctv yang terhubung langsung dari handphone nya

__ADS_1


" Baik pak Radit" Ucap karyawannya Nesya, selama Nesya sakit Radit lah yang menggantikan pekerjaan Nesya mengurus toko walaupun tidak terlalu leluasa karena masih ada Agus yang suka pulang ke rumah.


Dilain sisi, Wulan senyum bahagia mendengar ucapan dokter kandungan, kalo dirinya tidak akan lama lagi akan mengandung anaknya Agus.


" Ingat yah Bu, jangan terlalu cape dan stres yah, selama program kehamilan ini berjalan, apa lagi saat anda hamil pun sama harus rileks fikiran anda dan jangan terlalu banyak beraktifitas yah Bu." Ucap dokter memberikan resep untuk Agus dan Wulan


" Pasti dokter, saya tidak akan membiarkan istri saya cape cape apa lagi sampai banyak fikiran dokter." Ucap Agus bahagia, karena tidak lama lagi bakal memiliki momongan


Agus langsung ajak Wulan keluar dari ruangan dokter kandungan, dan pulang ke apartemen sebelum punya rumah sendiri.


Dilain sisi, Radit yang lagi fokus fokusnya memantau toko, samar samar mendengar suaranya Nesya membuat Radit senyum bahagia karena akhirnya Nesya sadar dari komanya

__ADS_1


" Nesya, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga." Ucap Radit bahagia saat melihat Nesya membuka matanya, Radit pencet tombol pemanggil dokter.


" Saya ada dimana Radit?" Tanya Nesya yang belum sadar sepenuhnya, masih bingung dengan tempat yang sekarang


" Kamu di rumah sakit, sudah beberapa hari kamu koma karena demam tinggi." Lanjut Radit merasa bahagia karena Nesya sudah sadar


" Oh karena demam, apa mas Agus tahu saya ada disini?" Tanya Nesya sedih karena ingat Agus masih di luar kota


" Tahu kok, tapi suami kamu jarang kesini karena sibuk kerja. tapi tadi sempet kesini sebentar terus langsung pergi


" Apa sebegitu tidak berartinya yah saya buat kehidupan mas Agus? sampai saya sakit saja tidak betah tungguin saya disini lebih lama? padahal hari ini hari Minggu kan?" Tanya Nesya sedih, Nesya melihat di kalender yang terpasang di dinding disampingnya Nesya

__ADS_1


" Sudah jangan berfikir negatif Nesya, sekarang kamu sembuh dulu dan setelah sembuh total kita jalanin toko kita lagi yah. jangan terlalu fikirkan suami kamu yang sibuk dengan pekerjaannya" Lanjut Radit sengaja, Radit tidak ingin Nesya terlalu sedih dengan sikapnya Agus yang selalu cuek terhadap Nesya.


__ADS_2