
Plak
Satu tamparan mendarat di pipinya Wulan, Agus bener bener sudah muak melihat Wulan yang sama sekali tidak sadar akan kesalahanya selama ini, Agus senyum licik mendengar ancamannya Wulan yang ingin pergi dari hidupnya Agus
" .Mau bercerai silahkan, kamu jadi gembel saat hamil seperti ini, sudah saya bilang kan, saya mempertahan kan kamu karena anak yang lagi kamu kandung, saya menyesal sudah selingkuh bersama perempuan seperti kamu, tidak ada gunanya sama sekali, cuman bisa menghabiskan uang saya begitu saja, kehidupan susah kita juga kerena keegoisan kamu, manja melarang saya ke kantor setiap harinya," Ucap Agus menatap Wulan penuh amarah, Agus semakin tidak peduli ke Wulan, bahkan sudah tidak peduli jika Wulan keguguran.
__ADS_1
" Saya lebih baik keluar dari rumah ini, dari pada hidup bersama kamu, hidup susah dan untuk makan saja susah sekali, jadi laki laki payah tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan dibesarkan gengsi huh." Protes Wulan, bagaimana tidak kesal kalo Agus gagal mendapatkan pekerjaan yang layak
" Oh sombong sekali kamu, yah sudah pergi sana dari rumah ini, jangan harap saya akui anak itu anak saya dan jangan harap saya akan membiayai hidup anak itu,keluar dari sini hidup kamu bukannya jauh lebih enak tahu itu, justru kamu dapat hinaan dari orang lain, karena tidak ada suami yang mendampingi hidup kamu, tidak memiliki surat nikah resmi, dan anak yang kamu kandung akan di anggap anak harom tahu kamu, kalo mau melakukan apapun, harus dipakai otak kamu, resikonya seperti apa terutama untuk anak yang kamu kandung" Tegas Agus terus terang, Agus sudah lelah ribut hal yang sama bersama Wulan.
" Jahatnya kamu bicara seperti itu ke saya, saya menyesal menerima ajakan kamu nikah sirih, jika tahu kehidupan saya seperti ini akhirnya, hidup susah tidak bisa pergi begitu saja karena ada anak yang saya kandung ini. kamu bener bener jahat dan gagal menjadi suami Agus" Bentak Wulan penuh emosi, Wulan membenar kan ucapannya Agus jika keluar dari rumah, anaknya akan menjadi bahan hinaan dari lingkungannya karena keegoisan kedua orang tuanya di masa lalu.
__ADS_1
Dilain sisi, Nesya merasa lega akhirnya bisa ketemu lagi bersama Agus, walaupun pertemuan kali ini untuk mengantarkan surat cerai, Radit melihat Nesya terlihat tenang tanpa ada air mata sama sekali, membuat Radit merasa bahagia karena Nesya semakin yakin berpisah dari Agus.
" Sayang, kamu tegar sekali, aku bangga melihatnya dan merasa bersyukur tidak melihat kamu sedih karena keputusan kamu untuk berpisah dari Agus" Ucap Radit pegang tangannya Nesya
" Ngapain aku harus sedih sayang, jika aku mendapatkan pengganti Agus jauh lebih baik kan, lagian aku dan Agus karena dijodohkan bukan karena proses kenalan dan pacaran seperti ini. jadi dengan mudah dilupakan apa lagi, selama ini aku merasa sendiri menjalan kan kehidupan aku sayang, jadi tidak ada alasan untuk sedih berpisah bersama Agus sayang" Ucap Nesya terus terang, karena selama ini Agus juga tidak memberikan perhatian sama sekali, membuat Nesya tidak merasa berat harus kehilangan Agus selamanya.
__ADS_1
" Aku bangga mendengar jawaban kamu sayang, aku akan berusaha membahagiakan kamu, dengan cara aku, aku akan berusaha memberikan perhatian ke kamu, dengan cara aku, dan akan menjadi pendamping hidup yang bisa diandalkan dan bisa tanggng jawab atas kehidupan calon istri aku jauh lebih baik sayang." Lanjut Radit, Radit mencium tangannya Nesya penuh cinta.
Nesya senyum bahagia mendengar ucapannya Radit, dan berharap Radit setelah menikah jauh lebih baik dari pada Agus dan mampu membahagiakan Nesya, di masa depan dengan kehadiran anak di tengah tengah kebahagiaan Radit dan Nesya.