Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Kamu kalo mau jadi ART disini


__ADS_3

Nesya yang merasa jenuh didalam rumah saja, akhirnya duduk didepan rumah sambil kerjain proyek yang masuk kedalam email perusahaan. saat Nesya lagi fokus kerja langsung menghentikan main laptopnya dan melihat ada keributan apa didepan pagar rumah.


" Ada apa lagi sih?" Tanya Nesya menatap kesal melihat Wulan yang ganggu ke tenangannya


" Nesya maaf ganggu kamu, saya habis keguguran dan Agus usir saya dari rumah, di kota ini saya tidak memiliki siapapun selain kamu." Ucap Wulan dengan lirih, sejujurnya Wulan malu minta bantuan Nesya tapi Wulan yang merasa fisiknya lemah terpaksa ke rumahnya Nesya.


" Kamu tolong panggil dokter kesini, untuk periksa kondisi perempuan ini dan kamu ikut saya kedalam rumah" Lanjut Nesya melihat satpam dan melihat Wulan bergantian.


" Terimakasih Nesya." Lanjut Wulan, Wulan pelan pelan ikutin Nesya kedalam rumahnya.


Nesya walaupun merasa benci dengan Wulan, karena sudah merebut suaminya, tapi sebagai manusia biasa Nesya tidak tega membiarkan Wulan sendirian diluar dalam kondisi lemah seperti ini


Dilain sisi, Agus merasa kesepian didalam rumah, pertama kalinya Agus tinggal sendirian karena Wulan pergi dari rumah

__ADS_1


" Sepi juga rumah ini, biasanya ada Wulan walaupun berantem terus tapi tidak seperti ini. apa ini yang selama ini dirasakan Nesya saat saya pergi setiap harinya, nunggu saya pulang ke rumah" Ucap Agus merasa menyesal sudah mengabaikan istri pertamanya demi egonya, dan sekarang tinggal penyesalan selamanya sudah kehilangan istri bahkan Wulan pun meninggal kan Agus.


Dilain sisi, Nesya memperhatikan dokter periksa kondisinya Wulan, Nesya belum mengijinkan Wulan tidur didalam kamar. sebelum jelas apa yang akan dilakukan untuk membantu Wulan.


" Saya akan memberikan anda salep supaya tidak semakin infeksi, anda terlalu memaksakan kondisi anda setelah keguguran seharusnya di rawat bukannya langsung pulang seperti ini." Protes dokter setelah selesai periksa kondisinya Wulan.


" Iyah dokter saya akan pakai salepnya" Ucap Wulan merasa lega akhirnya mendapat kan obat juga.


" Baik kalo begitu saja pamit." Lanjut dokter langsung keluar dari rumahnya Nesya


Nesya melihat Wulan setelah dokter pergi dari rumahnya, Nesya tanya rencana Wulan sekarang apa. Nesya yang mendengar jawaban Wulan merasa kasihan, sebenarnya Wulan tidak sepenuhnya salah dengan adanya perselingkuhan ini, yang salah tetep lah Agus yang tidak bersyukur sudah mendapat kan istri dan harta melimpah.


" Baik lah, karena saya tidak tega kamu jadi gelandangan dengan kondisi seperti ini. Kamu kalo mau jadi ART disini, untuk tinggal disini tidak mungkin kan tidak melakukan apapun." Ucap Nesya memilih pekerjaan ART untuk Wulan, Nesya ingat bagaimana Wulan dulu dengan angkuhnya perintah Nesya untuk merapihkan rumah saat Wulan pertama kali datang dan kondisi hamil muda.

__ADS_1


" Astaga Nesya, yang bener saja sih masa jadi ART sih, saya tidak biasa merapihkan rumah dan masak Nesya. pekerjaan yang lain saja kenapa." Protes Wulan tidak mau mendapat kan pekerjaan seperti itu


" Mau jadi plakor lagi demi kehidupan yang enak? kalo mau jadi ART kamu boleh tinggal disini, jika menolak silahkan keluar dari sini, karena saya tidak ingin kamu seenaknya di rumah saya?" Tanya Nesya merasa heran melihat Wulan yang menolak pekerjaan, gengsi lebih diutamakan dari pada kebutuhan Wulan.


" Huh, sial kamu Nesya, memanfaat kan keadaan untuk kerjain saya. baik lah saya mau jadi ART, saya tidak bisa masak sama sekali. jadi soal makanan kamu beli Mateng saja yah" Protes Wulan kesal, Wulan akhirnya pasrah menerima tawaran Nesya dari pada jadi gelandangan mau makan saja sudah.


" Enak saja, belajar masak sampai enak masakan kamu, kamu akan saya gaji sesuai UMR disini, soal masakan kamu jika enak saya makan dan jika tidak kamu habis kan, disini banyak yang awasi kamu jadi jangan seenaknya. ingat belajar masak supaya makanan kamu layak saya makan, mulai hari ini kamu tidur di kamar ART yang sempit dan cuman ada kipas angin." Tegas Nesya, Nesya tidak akan memberikan kemewahan sedikit pun untuk Wulan supaya kapok.


" Baik lah baik lah, saya pasrah dari pada saya hidup susah hidup di luar." Protes Wulan pasrah, Wulan tidak ada pilihan lain selain turutin keinginan Nesya, dari pada harus tidur diluar kedinginan dan tidak ada tempat tinggal.


" Bagus kalo mau, sekarang ke kamar kamu dan mulai besok kamu kerja, ingat jangan minta bantuan bik sum karena kamu disini sebagai ART bukan majikan mengerti." Tegas Nesya yang tidak ingin Wulan bertingkah, setelah di bantuin tempat tinggal yang layak.


Wulan menahan kesel mendengar perintah Nesya tapi Wulan tidak ada pilihan lain selain ikutin keinginan Nesya, karena cuman Nesya yang bisa tolongin Wulan dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2