Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Setelah makan kita ketemu Agus dan istrinya


__ADS_3

Nesya menyiapkan makan malam untuk orang tuanya, Ibu nya Nesya ingin ketemu langsung dengan Wulan dan penasaran dengan kehidupan Agus sekarang.


" Setelah makan kita ketemu Agus dan istrinya, tapi Nesya harap ibu jangan terlalu emosi yah, karena kondisi Agus sekarang lagi amnesia Bu." Ucap Nesya yang tidak ingin orang tuanya membuat masalah karena marah dengan Agus


" Iyah nak, ibu janji tidak akan membuat masalah kok, cuma penasaran secantik apa sih istrinya sampai Agus tega mendukan kamu " Ucap Ibu nya Nesya yang ingin marah marah ke Wulan, karena tega jadi orang ke tiga


" Ayah disini saja yah, malas ketemu istrinya Agus, apa lagi Agus bawaannya marah terus" Ucap ayah nya Nesya yang tidak ingin kepancing emosi.


" Iyah boleh ayah." Lanjut Nesya langsung menikmati makan malam nya, Nesya sejujurnya tidak ingin temani ibu nya untuk ketemu Wulan dan Agus, karena kondisi sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.


Orang tuanya Nesya mulai menikmati makanan yang disiap kan oleh Nesya, merasa bangga karena masakan anaknya dari dulu masih enak untuk dimakan dan bumbunya pas

__ADS_1


Dilain sisi, Wulan mencuci bajunya dan mencuci bajunya Agus pakai mesin cuci, Agus yang melihat Wulan sibuk mencuci langsung jalan menuju dapur untuk membantu Wulan untuk cuci piring.


" Astaga, Wulan harus bersih kan sebanyak ini sendirian, lebih baik dibantuin deh tidak tega juga, saya leha leha tapi membiarkan Wulan capek sendirian seperti ini " Ucap Agus, pelan pelan mengambil piring kotor, dan langsung dicucinya, dengan hati hati Agus mencuci tumpukan piring yang sudah menumpuk di westafel.


Dilain sisi, Radit melihat hasil foto yang sudah dilakukan oleh Wulan, Radit cukup puas melihat hasilnya dan Radit juga melihat surat kontrak kerja yang sudah ditanda tangani oleh Wulan.


" Alhamdulillah Wulan bisa bekerja secara profesional, semoga seterusnya akan seperti ini terus. damai kan jauh lebih enak dari pada musuhan." Ucap Radit yang lebih setuju keadaan seperti ini, tidak ada dendam lagi untuk Wulan dan Agus.


Radit mulai memasuki foto fotonya Wulan, ke akun media sosialnya, untuk mempromosikan barang barang yang dipakai oleh Wulan. Radit merasa lega karena ada model seperti ini akan lebih terlihat jelas, bagusnya barang barang yang dijualnya.


Plak, satu tamparan mendarat sempurna di pipinya Wulan, membuat Wulan langsung pegang pipi nya yang terasa nyeri karena di tampar oleh ibu nya Nesya

__ADS_1


" Walaupun Agus di masa lalu, seenaknya dengan istrinya, bukan berarti kamu punya hak untuk merebutnya, apa lagi Agus dulu masih kaya raya karena harta yang diberikan oleh ayah nya. tapi saya bersyukur Nesya menceraikan Agus, karena tahu orang seperti Agus lebih pantas mendapat kan perempuan seperti kamu, yang tidak memiliki apapun, cuman modal wajah dan modal nafsong saja minus prestasi. lihat sekarang hidup kamu dan Nesya jauh berbeda kan. jadi Nesya tidak pantas mendapat kan laki laki payah seperti Agus " Ledek ibu nya Nesya melihat Wulan yang sekarang nasipnya bergantung, dari kebaikan yang diberikan Nesya, Bowo, dan Santoso.


" Saya minta maaf atas kehilafan saya di masa lalu, yang sudah membuat Agus dan Nesya bercerai, tapi saya bahagia semenjak Nesya bercerai dari Agus terlihat bahagia berpacaran dengan Radit dan sekarang Nesya menjadi wanita sukses dengan karirnya " Puji Wulan, tidak menyangka Nesya bisa tahu peluang untuk Nesya sukses seperti sekarang


" Yah lah, Radit membantu Nesya untuk sukses bukan seperti Agus. yang mengabaikan istrinya cuman karena terlihat culun.dan sekarang lihat lah wanita culun yang diabaikan oleh Agus, menjadi wanita yang cantik, fashionnya keren, dan karirnya bagus lagi. saya yakin Agus rugi sudah mengabaikan istri sempurna seperti Nesya, dan menjalanin hubungan dengan perempuan payah seperti kamu." Lanjut ibu nya Nesya yang merasa puas melihat kehidupan Agus sekarang memperihatinkan, karena tidak punya apa apa dan hidupnya bergantung dengan kebaikan mantan dan temen temennya


" Satu lagi, jangan macem macem kamu godain Radit, karena Radit calon suaminya Nesya dan saya tidak akan membiarkan kamu merebut Radit dari Nesya mengerti kamu." Tegas ibu nya Nesya tidak ridho jika calon menantunya berpaling karena perempuan payah seperti Wulan


" Saya mengerti ibu, saya akan belajar setia dengan mas Agus, dan tidak akan berpaling dengan laki laki lain. karena saya ingin bahagia dengan suami saya, sudah tidak ingin memainkan hati orang lain lagi, terutama Radit dan Nesya memberikan pekerjaan yang bagus untuk saya, membuat saya sadar diri Bu." Lanjut Wulan yang tidak ingin menjadi pelakor lagi, cukup Agus yang direbut oleh Wulan dan tidak akan merebut Radit dari Nesya.


" Saya pegang janji kamu Wulan, saya harap kamu seperti ini yah belajar jadi perempuan baik baik, walaupun banyak sindiran karena masa lalu, jangan membuat kamu berubah kembali seperti dulu lagi. karena saya jamin Bowo dan Santoso tidak akan lagi membantu kamu dan Agus lagi." Tegas Nesya yang tidak ingin memberikan bantuan jika Wulan bertingkah lagi, cukup sekali kehilangan dan Nesya tidak akan membiarkan kehilangan kedua kalinya

__ADS_1


" Saya janji Nesya" Lanjut Wulan bersungguh sungguh, karena Wulan sudah tidak ingin hidup dalam kesusahan dan kekurangan lagi.


Nesya senyum mendengar ucapannya Wulan, Nesya ngajak ibu nya untuk pulang, karena sudah puas marah marah langsung ke Wulan dan membuat Wulan merasa perih ditampar oleh ibu nya tadi.


__ADS_2