
Nesya minta kedua orang tuanya untuk pindah ke Jakarta sebelum Nesya dan Radit menikah, Nesya tidak ingin jauh jauh lagi dari kedua orang tuanya terus.
" Nesya ingin ayah dan ibu tinggal di Jakarta, mau kan Bu, tinggal bersama Nesya dan Radit disana?" Tanya Nesya dengan manja
" Ibu sih mau saja nak, tapi terserah ayah saja, apa lagi kamu punya butik impian ibu sekali ingin memiliki butik sendiri dan jahit sendiri baju yang ibu mau jual. Ayah mau kan kita pindah ke Jakarta tinggal bersama Nesya dan Radit?" Tanya ibu nya Nesya melihat suaminya
Mau saja bu, tapi mengurus surat surat pindah tidak langsung cepat selesai Bu, apa lagi menjual rumah ini beserta isinya butuh waktu lama." Ucap Ayah nya Nesya yang memikirkan ribetnya urus surat pindah dan jual rumahnya
" Ayah tidak usah memikirkan itu, kita sengaja bawa dua orang yang didepan untuk membantu ayah dan ibu mengurus surat pindah dan menjual rumah ini, ayah kasih tahu saja apa saja yang harus mereka lakukan biar mereka yang mengerjakannya, sedangkan kita bisa hari ini kembali ke Jakarta mengingat kita masih ada pekerjaan disana." Ucap Radit yang ingin meringankan urusan calon mertuanya, supaya bisa hari ini pindah juga.
__ADS_1
" Sultan bebas, mengurus begitu saja pakai jasa orang lain.baik lah ayah dan ibu mau ikut pindah bareng kalian hari ini setelah bicara dengan mereka." Lanjut ayah nya Nesya yang memaklumi keinginan anaknya, yang sibuk dan tidak sempat urus sendirian mengurus surat pindah orang tua nya
" Alhamdulillah jika ayah setuju, yah sudah kita rapih kan barang barang ayah dan ibu, Nesya bantuin yah Bu" Lanjut Nesya bahagia karena kedua orang tuanya mau ikut pindah ke Jakarta
Nesya ngajak kedua orang tuanya jalan ke kamar untuk bawa semua baju dan barang berharga orang tuanya, sedangkan Radit jalan keluar rumah untuk ngobrol bersama bodyguard yang diajak Radit.
" Saya harap kamu bisa bekerja secara profesional selama disini, ingat yah Wulan mencari pekerjaan itu tidak mudah terutama jadi model seperti ini, jadi jangan sia sia kan dan mengecewakan Nesya dan Radit, yang sudah memberikan kepercayaan untuk kamu menjadi model." Tegas Santoso yang tidak ingin Wulan seenaknya selama kerja
" Baik Santoso, saya akan bekerja secara profesional selama disini dan tidak akan membuat kalian kecewa selama saya kerja menjadi model." Ucap Wulan janji akan bekerja dengan baik
__ADS_1
" Baik kalo begitu, saya akan ajak kamu ke bagian pemotretan yah, dan staf di sana yang akan arahkan gaya untuk kamu." Lanjut Santoso simpan surat kontrak kerja nya Wulan kedalam tasnya.
" Baik Santoso, saya akan ikut ke sana." Lanjut Wulan sejujurnya gugup karena pertama kalinya jadi model seperti ini, tapi demi membantu kebutuhan nya bersama Agus selama sakit, Wulan rela kerja jadi model seperti ini.
Santoso langsung jalan keluar dari ruangannya Nesya dan diikuti oleh Wulan jalan ke bagian pemotretan, pertama kalinya Wulan bekerja.
Dilain sisi, Agus mulai merasa bosan karena sendirian didalam apartemen nya Bowo, Agus coba jalan ke kasur untuk rebahan karena dari tadi duduk di kursi roda.
" Ternyata pacaran dengan kebebasan itu sangat menyenangkan bahkan mau komitmen untuk bersama, Wulan calon istri yang baik dan tidak banyak mau bikin nyaman didekat Wulan, apa lagi dia rajin sekali mau merapihkan apartemen ini sendirian lagi, pasti lelah sekali dia." Ucap Agus yang ingat bagaimana rajinnya Wulan merapihkan apartemen tanpa ngeluh sama sekali.
__ADS_1