Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Pergi ketemu princess, giliran pulang ketemu Upik abu


__ADS_3

Nesya terlihat puas melihat dekorasi ruko yang disarankan oleh Radit, Nesya tidak kecewa sudah mempercayakan merenovasi ruko ke Radit.


" Bagaimana apa kamu suka?" Tanya Radit melihat Nesya yang melihat lihat ruko barunya.


" Sangat suka Radit, sangat bagus terimakasih yah, saya tidak kecewa dengan pilihan kamu, sepertinya kamu punya bakat seperti ini Radit." Ucap Nesya kagum melihat rukonya jauh lebih bagus dibanding kan digambar yang pernah Radit kasih tahu.


" Bisa saja kamu, sama sama Nesya ini juga berkat kamu kok, saya juga baru belajar bikin seperti ini kok." Lanjut Radit malu karena dipuji oleh Nesya


Nesya keliling ruko untuk melihat lantai dua dan tiga yang di rombak habis oleh Radit, Radit sengaja menyiapkan dua kamar istirahat, kamar untuk Radit dan kamar untuk Nesya di lantai tiga. Nesya menggunakan lantai satu dan dua khusus untuk jualan, sedangkan lantai tiga untuk kamar istirahat, ruangan manajer, dan ruangan rapat.


Saya ingin didepan ada pos satpam, supaya satpam bisa tidur di sana dan sediakan kamar mandi juga, halaman depan kan cukup luas untuk parkiran motor dan mobil." Ucap Nesya, Nesya melihat kamar khususnya lagi di cat.


" Siap Nesya, oh yah lowongan pekerjaan mau kapan di mulai?" Tanya Radit tidak bisa membayangkan betapa sibuknya Nesya saat toko nya di buka.


" Setelah kamu belanja, kita merapihkan ruko ini, dan baru kita buka lowongan pekerjaan. sambil nunggu calon karyawan, kita saja yang menjalankan toko ini bagaimana?" Tanya Nesya


" Tidak masalah, oh yah kita pasang cctv juga yah, layar monitor nya saya bikin tiga bagian, satu di handphone saya, di handphone kamu, dan di komputer yang ada disini, jadi kalo kamu lagi di rumah masih bisa mantau penjualan disini, apa lagi kalo ada tuan di rumah kan, kamu pasti tidak bisa pergi." Penjelasan Radit panjang kali lebar.


" Saya setuju, oh yah bagaimana kalo kamu berhenti kerja sebagai supir saya? supaya kamu lebih leluasa kemana mana nya? kalo masih kerja takutnya Agus buih kamu bagaimana?" Tanya Nesya, Nesya tidak mau Radit terlalu sibuk


" Yah sudah, nanti setelah tuan pulang saya bilang berhenti bekerja yah." Lanjut Radit, sebenernya Radit masih betah kerja dirumahnya Nesya tapi apa yang Nesya bilang, kasihan juga tidak ada yang mengawasi langsung tokonya


Dilain sisi, Agus bahagia dan lega, akhirnya dokumen persyaratan untuk menikah sudah selesai diurus, tinggal ngajak Wulan beli kebaya untuk nikahnya.

__ADS_1


" Beli kebaya disini saja sayang, supaya sampai rumah tidak ribet belanja lagi." Ucap Wulan, Wulan memanfaat liburan seminggu untuk belanja.


' Yah sudah hayo, aku antar kamu beli kebaya, oh yah setelah nikah kita program punya anak yah sayang, mengingat baru nikah kan.' Ucap Agus, Agus ingin sekali punya anak dari Wulan, selama pernikahan dengan Nesya membuat Agus malas sekali punya keturunan dari Nesya, tidak ada yang istimewa sama sekali.


" Baik lah sayang, aku ikut apapun keinginan kamu, supaya keluarga kecil kita semakin lengkap yah." Lanjut Wulan, Wulan tidak menyangka sebentar lagi hubungannya dengan Agus akan resmi juga.


Agus mencium keningnya Wulan, dan ajak Wulan untuk belanja.


*********####***********#######*******


Waktu berjalan dengan cepat, Agus kembali ke rumah, mau bagaimana pun Agus memiliki rumah bersama Nesya, walaupun pernikahan yang tidak diinginkan tapi Agus tetep mau pulang ke rumahnya.


" Pergi ketemu princess giliran di rumah ketemu Upik abu, kumel lagi." Batin Agus kesel, Nesya bener bener malas sekali merias diri dan pakai baju seksi.


" Astaga mas, baru pulang sudah marah marah saja kamu." Ucap Nesya berusaha sabar, rasanya Nesya ingin memberitahu perubahan yang sudah dilakukan, tapi dirinya belum sukses membuat Nesya harus sabar sampai hari kesuksesannya tiba.


"Ini baju kotor saya, kamu bersihkan, saya mau istirahat dikamar." Bentak Agus, Agus melemparkan tas berisi baju kotornya ke lantai.


" Astaga mas, oh yah mas kita sudah lama sekali loh tidak gulet panas, apa kamu tidak rindu mas?" Lanjut Nesya dengan liriih, Agus melakukan gulet panas sesuka hati Agus bukan karena kewajiban.


" Aku malas, kalo aku butuh dan mau baru aku ajak kamu, lagian kamu kumel mana mau aku sama kamu. hahaha" Ledek Agus geleng geleng kepalanya, melihat penampilannya Nesya.


Nesya yang mendapatkan penolakan sekaligus penghinaan tentunya sangat sakit dan sedih, Agus suami macam apa yang tidak bisa romantis sama sekali ke istri sendiri.

__ADS_1


Dilain sisi, Radit nyusun barang belanjaannya, sesuai keinginan Nesya, Radit sengaja mengerjakan semuanya sendiri karena tahu Agus sudah pulang ke rumah.


" Biarin lah capek sendirian seperti ini, dari pada rencana Nesya gagal kasihan juga dia nantinya, dimarahin pak Agus" Lanjut Radit berusaha santai dan mengerti kondisinya Nesya.


Dilain sisi, Nesya menatap heran Agus, padahal suaminya baru saja pulang dan sekarang sudah siap siap pergi lagi, jam delapan malam mau kemana Agus.


" Saya ada urusan kantor, saya kemungkinan pulang lebih lama lagi, kamu di rumah saja jangan kemana mana? ingat istri yang baik tidak banyak jalan tanpa ijin suami." Tegas Agus, Agus tidak sabar besok melaksakan pernikahan nya bersama Wulan.


' Sesibuk itu kah kamu mas, tidak ada sehari bersama aku, aku istri kamu, kenapa kamu jauh lebih mementingkan pekerjaan mas, aku selalu takut dirumah sendirian mas." Lanjut Nesya dengan manja


Plak


Satu tamparan mendarat di pipinya Nesya, membuat Nesya menahan perih sekaligus sakit hati atas apa yang dilakukan Agus


" Saya bekerja untuk keperluan dan kebutuhan kita, kalo saya tidak bekerja mau makan apa kamu haha, sudah jangan manja tidak jelas saya mau kerja. ingat jangan banyak cerita kesiapapun dengan kesibukan saya mengerti.' Bentak Agus penuh amarah, Agus yang tidak mau mood nya jadi rusak, langsung pergi begitu saja mengabaikan Nesya yang mulai terisak


" Mau sampai kapan pernikahan tidak sehat seperti ini, kamu selalu kasar dan cuek mas." Ucap Nesya dengan lirih.


Nesya berusaha untuk tidur dan melupakan perlakuan kasarnya Agus, walaupun takut tapi Nesya selalu berusaha untuk bisa tidur dan selalu berharap semuanya baik baik saja.


Dilain sisi, Wulan melihat kebaya yang akan dipakai untuk besok, pernikahannya walaupun nikah cuman dilakukan ijab kabul saja. tidak membuat Wulan sedih yang terpenting kehidupan Wulan jauh lebih baik.


" Mas Agus, sudah jalan kesini, tidak sabarnya besok meresmikan status saya dengan mas Agus. sebentar lagi akan menguasai hartanya mas Agus." Batin Wulan tidak sabar, Wulan punya keinginan mendepak Nesya dari istananya Agus selamanya.

__ADS_1


__ADS_2