Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Sudah siap berangkat kerja sayang?


__ADS_3

Nesya senyum bahagia saat melihat Radit turun dari mobil, dan jalan menuju Nesya yang lagi berdiri diteras rumah. Radit langsung memberikan morning kiss untuk Nesya membuat Nesya bahagia menerimanya.


" Sudah siap berangkat kerja sayang?" Yang Radit pegang tangannya Nesya dengan mesra


" Sudah siap dong sayang, kita sarapan didepan kantor yah sayang, aku malas masak sayang." Ucap Nesya sudah merasa lapar karena tidak sarapan sama sekali, karena menunggu kedatangan Radit.


Radit gandeng tangannya Nesya untuk masuk kedalam mobilnya,dan Radit jalan muter untuk masuk kedalam mobilnya.


Dilain sisi, Bowo sebelum berangkat kerja sempatin diri untuk melihat kondisinya Agus, Bowo senyum bahagia melihat Wulan dengan pelan pelan membersihkan badannya Agus.


" Bagaimana apa ada perubahan?" Tanya Bowo melihat Agus yang masih setia memejamkan matanya


" Belum sama sekali, tapi saya selalu berusaha ajak ngobrol Agus, berharap Agus bisa membuka matanya kembali." Ucap Wulan langsung mencium keningnya Agus


" Amin amin, yah sudah saya ke kantor dulu, didepan ada bodyguard jika ada apa apa bisa minta bantuan dia yah." Lanjut Bowo yang ingin total membantu Agus


" Iyah Bowo, saya akan ke depan jika buutuh apapun." Lanjut Wulan, Wulan kasih parfum dibajunya Agus, supaya tetep wangi walaupun kondisi koma.

__ADS_1


Bowo langsung keluar dari kamar perawatannya Agus, membiarkan Wulan merawat sendiri Agus tanpa dibantu oleh siapapun.


Dilain sisi, Nesya merasa pusing, karena tidak dapat model, untuk dijadikan model untuk barang barang di butiknya. karena Nesya sudah jarang mengurus butik semenjak Nesya pegang perusahaan sepenuhnya.


" Sayang, bagaimana jika Wulan saja yang dijadikan model? aku lihat Wulan cocok jadi model, dia kurus dan wajahnya mendukung sekali. bagaimana?" Tanya Radit yang setuju jika Wulan dijadikan model


" Ide yang bagus, baik lah setelah pulang kerja kita ke rumah sakit tawarin Wulan untuk jadi model untuk di butik kita." Ucap Nesya setuju idenya Radit, lumayan untuk pekerjaan Wulan supaya tidak dijadikan ART lagi oleh Nesya.


" Oke sayang, hemm, sekarang semangat kerjanya yah, nanti siang aku kesini sayang makan siang bersama kamu." Lanjut Radit, mencium kening Nesya dengan mesra.


Dilain sisi, Agus perlahan membuka matanya dan melihat ada seorang perempuan yang tidur sambil duduk, pegangin tangannya Agus.


" Kasihan perempuan ini, sepertinya dia kelelahan menunggu saya sampai sadar" Ucap Agus melihat Wulan yang masih nyenyak dalam tidurnya


Agus berusaha untuk bangun, tapi kedua kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali, membuat Gua panik dengan kondisinya.


" Astaga saya kenapa?" Tanya Agus pegang kedua lututnya yang tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


" Mas kamu sudah sadar?" Tanya Wulan kebangun dari tidurnya, kerena tangannya Agus gerak yang membuat Wulan bangun.


" Iyah barusan, maaf kamu siapa yah? kenapa kaki saya tidak bisa digerakkan?" Tanya Agus sambil pegang kedua kakinya


" Kamu lupa siapa aku?" Tanya Wulan kaget, Wulan pencet pemanggil dokter, supaya bisa periksa kondisinya Agus.


" Memangnya kamu siapa? kenapa saya ada di rumah sakit?" Tanya Agus menatap heran melihat Wulan


Dokter akhirnya masuk kedalam kamar perawatan Agus, Dokter langsung periksa kondisinya Agus membuat Agus penasaran bagaimana kondisinya


" Anda mengalami amnesia berat dan mengalami kelumpuhan semetara, oleh karena itu anda tidak ingat sama sekali dengan perempuan yang ada disamping anda." Ucap Dokter terus terang


" Terus saya harus bagaimana sekarang dokter? jika saya tidak ingat dengan kehidupan saya, seperti punya saudara atau seorang istri?" Tanya Agus sedih kenapa harus bisa amnesia seperti ini


" Anda bisa obrolkan bersama perempuan disamping anda, sebentar lagi saya akan coba melakukan ronsen melihat kondisi anda pak." Lanjut dokter langsung keluar dari kamar perawatannya Agus, dokter sengaja kasih tahu kondisinya Agus karena disuruh oleh bodyguard


Agus cuman bisa ngangguk, dan minta perempuan disampingnya kasih tahu siapa Agus sebenarnya dan perempuan disampingnya. dengan hati hati menjelaskan identitas nya Agus supaya tidak membuat Agus sakit kepala karena berusaha keras mengingat siapa Agus dan kehidupan Agus selama ini.

__ADS_1


__ADS_2