Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Tolong jangan ganggu suami saya


__ADS_3

Wulan melihat Agus pulang marah marah, merasa cukup marah dan kesal, membuat Wulan


memutuskan untuk ke rumahnya Nesya, dengan terpaksa naik angkot demi bisa


menuntaskan rasa kesalnya ke Nesya. Setelah sampai di rumahnya Nesya, merasa


kaget karena rumah Nesya sekarang di jaga ketat oleh satpam dan anjing penjaga.


“ Ngapain kamu kesini? Nyonya Nesya tidak akan mau ketemu kamu?” Tanya Satpam, yang sudah


dikasih foto orang orang yang tidak boleh datang ke rumahnya Nesya


“ Sombong sekali, sebentar saja kok, saya mau ketemu nyonya kamu sekarang” Ucap Wulan


kesal, bisa bisanya Wulan dilarang datang ke rumahnya Nesya


“ Ini pertama kalinya kamu dikasih ijin, jika membuat masalah tidak akan kita ijin


kan lagi untuk ke rumah ini” Lanjut Satpam yang akhirnya membukakan pintu untuk


Wulan


Wulan dikawal untuk masuk kedalam rumahnya Nesya, sejujurnya  Wulan sangat kesal karena dikawal seperti ini


cuman untuk ketemu Nesya sebentar.


“ Woah ada bumil, apa bumil sudah makan?” Tanya Nesya sejujurnya prihatin, saat lagi hamil


Wulan dalam keadaan serba kekurangan, Nesya kebetulan lagi di halaman rumah,


melihat Wulan dikawal satpam untuk masuk kedalam rumahnya.


“ Saya kesini bukan untuk basa basi ke kamu, tapi Tolong jangan ganggu suami saya,


jangan minta suami saya untuk ketemu kamu lagi” Ucap Wulan dengan serius,


menatap Nesya penuh kebencian

__ADS_1


“ Hahahaha, kenapa takut direbut yah suaminya, apa lagi sekarang lagi hamil muda yah,


kasihannya sebegitu ketakutannya kamu kehilangan Agus, disaat hidup miskin dan


lagi hamil seperti ini. Agus selalu berusaha membujuk saya untuk rujuk,


menyesal memiliki istri seperti sampah seperti kamu. Hahahaha istri tidak


berguna” Ledek Nesya ketawa ledekin Wulan, karena Agus disaat bersama Nesya


hidup enak dipenuhi harta dan fasilitas mewah yang bisa Agus miliki, dan disaat


bersama Wulan kehidupan Agus tidak memiliki apapun juga, membuat Agus stress


dan menyesal sudah selingkuh kurang lebih setahun bersama Wulan.


“ Ambil sana suami tidak berguna seperti Agus, saya tidak membutuhkan suami seperti dia,


selama ini saya hidup sendirian tanpa Agus, dia yang mengabaikan saya selama


pernikahan kita dan sekarang dengan mudahnya minta rujuk. Mana sudi saya


tidak tahu diri.” Sambung Nesya dengan sombongnya, Nesya merasakan bagaimana


sedih dan sakit hatinya, di rumah sendirian berhari hari dan sikapnya Agus yang


seenaknya sekaligus kasar.


“ Kalo kamu tidak sudi, kenapa Agus selalu kesini dan selalu ketemu kamu hah, jangan bohong


ke saya Nesya” Lanjut Wulan yang tidak percaya dengan ucapan Nesya barusan


“ Hahahaha, kamu polos atau bodoh sih Wulan, sudah jelas kan bersama saya hidup Agus hidup


enak semuanya dengan mudah Agus miliki, sedangkan bersama kamu, tidak memiliki


apapun juga, bahkan untuk kesini saja harus naik angkot kan hahaha. Kasihan

__ADS_1


sekali kamu Wulan, jadi selingkuhan yang tidak ada gunanya untuk Agus, dengan


mudah dia mau meninggalakn kamu,kamu dipertahan kan karena hamil saja jika


tidak yah pasti sudah dibuang begitu saja. Hahaha” Ledek Nesya, dengan sengaja,


Nesya sudah tidak sudi berucap sopan didepan Wulan, yang sudah dengan teganya


merebut suaminya.


Disaat Wulan ingin Tarik rambutnya Nesya, tangannya Wulan langsung dipegang oleh satpam.


“ Sudah saya bilang kan, jangan bikin masalah disini, lebih baik sekarang kamu pergi dari


sini, dan jangan kesini lagi karena nyonya saya tidak sudi untuk ketemu kamu


dan suami tidak berguna kamu itu” Tegas satpam menatap Wulan dengan tatapan


sinisnya.


“ Kamu buang sampah itu didepan pagar, jangan biarkan dia kesini lagi, karena saya jijik


melihat perempuan sampah seperti Wulan.” Lanjut Nesya menatap Wulan dengan


sinisnya. Nesya langsung masuk kedalam rumah, dan meninggalkan Wulan begitu


saja, Nesya sama sekali tidak ingin berlama lama ngobrol bersama Wulan.


“ Sial kamu Nesya, selalu bilang saya perempuan sampah.” Teriak Wulan saat melihat Nesya


masuk kedalam rumah


Satpam di rumahnya Nesya langsung Tarik tangannya Wulan untuk meninggalakan rumahnya


Nesya, atas perintah Santoso, Bowo, dan Radit. Satpam di rumahnya Nesya punya


hak melarang dan Tarik paksa keluar rumahnya Nesya jika Agus dan Wulan datang

__ADS_1


ke rumahnya Nesya


__ADS_2