Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Sayang, ada bazar mau ikut tidak?


__ADS_3

Nesya langsung mengerjakan pekerjaan kantornya sambil menunggu bodyguard selai siap siap dan ikut ke Tasik, sedang kan Radit buka laptop yang sengaja Radit bawa.


" Sayang, ada bazar mau ikut tidak? bazarnya selama sebulan, bisa kita jual baju dan beberapa koleksi aksesoris, tas, dan sepatu. yang bisa kita ikutin sayang?" Tanya Radit yang baru selesai baca email masuk.


" Boleh sayang, kita juga bisa minta Wulan langsung jadi model di tempat bazar nanti, sekaligus kita bisa promo baju buatan kita sendiri" Ucap Nesya bahagia karena butiknya siap ikut acra acara bazar seperti ini


" Aku setuju sayang, oke aku daftar kan" Lanjut Radit bahagia melihat senyum Nesya mendapatkan kesempatan promosi butiknya


Radit langsung daftarin butiknya Nesya untuk ikut serta dalam bazar, sedang kan Nesya melanjutkan pekerjaan nya.


Dilain sisi, Wulan merapihkan baju baju miliknya dan Agus juga kedalam lemari, Wulan senyum bahagia karena kamar di apartment nya Bowo ada kulkas yang sudah penuh cemilan dan minuman segar.

__ADS_1


" Sayang, makan dulu atau mandi dulu?"Tanya Wulan merapihkan tas bawaannya ke atas lemari


" Mandi dulu saja sayang, tapi bantuin aku yah sayang, sekalian olahraga air yah" Ucap Agus merasa sudah lama sekali tidak melakukan olahraga bersama Wulan


" Dengan senang hati sayang, hayo kita olahraga air dan aku bantuin mandi yah." Ucap Wulan lansung ambil baju ganti untuk Agus.


Wulan setelah selesai siapin baju ganti untuk Agus dan langsung dorongin kursi rodanya Agus jalan ke kamar mandi, sejujurnya Wulan pun sama sudah lama sekali tidak olahraga indah bersama Agus.


Dilain sisi, Santoso yany mengijin kan bodyguard ny untuk temani Nesya dan Radit selama pulang kampung, membuat Bowo tidak merasa keberatan dengan keinginan Santoso.


" Baik pak, kalo begitu kita langsung ke kantornya bu Nesya dan ketemu pak Bowo." Ucap bodyguard pamit untuk jalan menuju kantornya Nesya

__ADS_1


Santoso ngangguk dan mengijin kan bodyguard nya untuk ke kantornya Nesya dan ikut Nesya dan Radit.


Dilain sisi, Bowo Melihat rencana Radit untuk ikut bazar, membuat Bowo hubungi bodyguard nya untuk menyiapkan barang barang yang akan dibutuhkan untuk bazar nanti.


" Astaga Bowo, padahal saya sendiri bisa siapin semuanya tahu, jadi merepotkan seperti ini." Ucap Radit merasa tidak enak terlalu merepotkan Bowo


" Tidak masalah Radit, lagian mereka juga karyawan kamu dan Nesya kok jadi wajar jika mereka yang menyiapkan semuanya" Ucap Bowo santai


" Bener juga sih, yah sudah deh atur saja dan kita tinggal terima jadi saja." Ucap Nesya malas protes karena akan percuma karena Bowo akan paksa Nesya dan Radit untuk menerimannya


" Oke deh, kita sekarang ke bawah yuk soalnya bodyguard nya Santoso sudah ada dibawah, dan kalian bisa langsung jalan." Lanjut Bowo yang lagi baca chat dari Santoso

__ADS_1


" Iyah" Lanjut Nesya dan Radit bersamaan


Nesya merapihkan meja kerjanya, sebelum pergi untuk ketemu orang tuanya ajak pindah ke Jakarta sekaligus minta restu karena akan menikah lagi. sejujurnya Nesya tidak tega melihat kedua orang tua nya kecewa, tapi rumah tangga yang tidak bahagia untuk apa dipertahan kan.


__ADS_2