Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Mulai sekarang panggil aku Ayah


__ADS_3

Wulan senyum bahagia, melihat Agus ada didepan apartemennya, Langsung ajak Agus masuk kedalam apartemen.


" Sayang, gulet panas yuk, setelah itu istirahat karena besok kan kita menikah sayang." Ucap Agus yang menginginkan gulet panas bersama Wulan.


" Boleh sayang, sudah malam juga kan, kita butuh istirahat yang cukup." Ucap Wulan, Wulang merangkul pinggangnya Agus, dan jalan bareng ke kamarnya Wulan


Dilain sisi, Nesya mendapatkan kabar dari Agus, kalo Agus sudah berangkat dinas keluar kota selama dua Minggu, merasa lega karena akhirnya leluasa ngurus toko barunya.


' Dulu setiap mendapatkan kabar seperti ini selalu, nangis, kesel, katakutan dirumah sendirian, tapi sekarang semenjak perlahan mau bangkit sudah tidak terlalu peduli. terserah dia mau ngapain saja diluar sana." Ucap Nesya berusaha santai, dan sudah bisa menerima kenyataan pahit mempunyai suami yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Nesya siap siap berangkat ke toko nya, Nesya senyum bahagia melihat foto yang dikasih Radit, foto tokonya sudah rapih penuh dengan perabotan jualannya.


Dilain sisi, Agus kedua kalinya menikah membuat Agus merasa bahagia sekali, walaupun nikah diam diam tapi Agus merasa bersyukur karena mempunyai istri jauh lebih baik dari pada Nesya.


" Mulai sekarang panggil aku ayah, sebutan kasih sayang kita. dan aku panggil kamu bunda." Ucap Agus, Agus sudah lama mengimpikan panggilan ayah dan bunda.


" Baik ayah sayang, bunda akan berusaha jadi istri yang baik untuk ayah, dan membuat ayah selalu betah disampingnya bunda." Ucap Wulan dengan manja, Wulan peluk Agus dengan manja.


" Iyah bunda, Ayah percaya dengan bunda. kita mau bulan madu kemana?" Tanya Agus, Agus mencium keningnya Wulan dengan mesra


" Astaga dia bener bener, tidak memikirkan perusahaan sama sekali, semenjak kenal Wulan Agus semakin seenaknya." Batin Bowo asistennya Agus.


" Ke Australia ayah, disana tempat wisatanya bagus bagus, kita disana selama dua Minggu yah." Lanjut Wulan dengan manja.

__ADS_1


" Jangan dua Minggu dong, seminggu saja, banyak client yang ingin ketemu Agus setiap meeting.' Protes Bowo keberatan dengan keinginan Wulan, bagaimana bisa Wulan tidak peduli dengan pekerjaan Agus sama sekali.


" Kamu handel yang bisa kamu urus, saya mau menikmati hari bahagia saya bersama istri tercinta saya.' Tegas Agus, Agus sangat kesal bisa bisanya Bowo protes keinginan Wulan.


" Terserah anda saja lah, kalo banyak yang kabur jangan ngamuk saja ke saya." Tegas Bowo, Bowo langsung pergi begitu saja, setelah senyum sinis melihat Wulan, perempuan matre yang tidak peduli akan pekerjaan Agus sama sekali.


' Biarkan saja sayang, Bowo itu masih jomblo, wajar saja iri sama kita. sudah yuk siap siap pergi, aku akan perintah kan bodyguard untuk siap kan jet pribadi aku. sudah bunda jangan sedih yah." Lanjut Agus, Agus tidak ingin Wulan sedih karena Bowo.


" Iyah sayang" Lanjut Wulan berusaha bahagia, tidak memikirkan tatapannya Bowo tadi.


Dilain sisi, Nesya mulai belajar foto barang dagangannya, dan belajar Vidio untuk dijadikan story sebagai media promosi di Instagram.


" Sudah bagus Nesya, tapi usahakan bagian Vidio jangan gugup, kedengarannya kurang bagus, apa lagi yang kamu vidioin baju dan celana buatan kamu sendiri. harus jauh lebih percaya diri, memperkenalkan brand sendiri." Ucap Radit, Radit berusaha untuk Nesya lebih santai.


" Bagus sekali, tinggal Vidionya saja yang harus diperbaiki, karena itu salah satu modal promo kamu." Lanjut Radit, Radit tidak pernah bosan memberikan masukan untuk Nesya


" Baik lah akan saya ulang." Lanjut Nesya semangat, Nesya tidak ingin mengecewakan Radit yang sudah banyak membantu Nesya selama ini.


Nesya mencoba lagi membuat Vidio jauh lebih bagus, Radit dengan sabarnya melihat cara Nesya membuat Vidio promosi barang jualannya.


Dilain sisi, Bodyguard nya Agus membantu Agus dan Wulan jalan ke dalam jet pribadinya Agus, Wulan langsung rebahan di kasur khusus yang sudah disediakan Agus untuk perjalanan selama didalam jet pribadinya


" Lelah yah sayang? setelah ijab kabul, kita ke rumah sakit untuk program punya anak, setelah itu langsung kesini? bunda jangan cape cape yah. di apartemen aku akan siap kan ART supaya bunda di apartemen tidak perlu merapihkan apartemen yah." Tanya Agus, Agus ngelus lembut rambutnya Wulan

__ADS_1


" Lumayan sayang, kapan kita punya rumah sendiri? kalo di apartemen kegiatan aku tidak banyak sayang?" Tanya Wulan dengan manjanya.


" Setelah bulan madu aku perintah kan Bodyguard membelikan rumah baru untuk kita tempati yah, aku sudah merencanakan, dua hari aku bersama Nesya dan lima hari bersama bunda sayang, aku takutnya orang tua aku dan Nesya datang aku sama sekali tidak ada di rumah." Lanjut Agus, Agus tidak mau ada masalah karena jarang dirumah


" Selama aku belum hamil tidak masalah sayang, tapi pas hamil aku tidak mau di apartemen sendirian yah, aku mau selalu ada disampingnya ayah." Lanjut Wulan, Wulan tidak mau selama hamil susah sendiri apa lagi kesepian.


" Itu pasti sayang, aku tidak akan biarkan selama hamil aku mengabaikan bunda, lagian aku tidak tega membiarkan bunda kesepian.' Lanjut Agus, Agus ngajak Wulan gulet panas didalam jet pribadinya.


Dilain sisi, Bowo merasa pusing, lagi lagi rapat dibatalkan karena tidak ada Agus dikantor, Bowo berusaha membujuk client untuk melanjutkan kerjasama walaupun tidak ada Agus dikantor.


" Astaga, mereka keras kepala sekali, mau bagaimana ini, jangan sampai perusahaan rugi karena ada perempuan sampah seperti Wulan. perempuan matre tapi tidak bisa membujuk Agus untuk profesional dalam pekerjaan sama sekali." Ucap Bowo frustasi, proyek besar yang menguntungkan harus lepas begitu saja, cuman karena rapat tidak dihadiri oleh Agus saja.


Bowo bener bener pasrah akan nasip perusahaannya, kehilangan banyak client, yang selama ini memakai jasanya perusahaannya Agus.


Dilain sisi, Radit senyum puas sekaligus bangga, akhirnya Nesya berhasil membuat Vidio untuk promosi barang jualannya.


" Nah begini kan lebih bagus Nesya, mau kapan kita buka toko ini? saya tidak sabar ingin lihat toko ini ramai pengunjung?" Tanya Radit yang tidak sabar memulai jualan bersama Nesya.


" Dua hari lagi yuk, mas Agus masih lama kerja ke luar kotanya, jadi saya lebih bebas ke sininya." Ucap Nesya merasa lega akhirnya latihan membaut Vidio selesai juga, hampir dua jam belajar membuat Vidio promosi yang baik dan benar.


" Yah sudah dua hari lagi, oh ya kapan kapan buatkan saya baju juga dong, saya ingin sekali punya baju buatan kamu." Lanjut Radit entah kenapa ingin sekali memakai baju desainnya Nesya.


" Boleh saja nanti saya buat kan, sekarang makan yuk lapar sekali tenaga saya terkuras habis selama dua jam bikin story terus menerus." Protes Nesya, Nesya pegang perutnya yang sudah lapar

__ADS_1


" Hayo deh kalo begitu.' Lanjut Radit, Radit bahagia sekali, karena Nesya mau membuatkannya baju


__ADS_2