Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Saya tidak menyangka ibu selangkah lebih maju


__ADS_3

Bowo menatap Nesya dengan tatapan kagum, pertama kalinya Bowo melihat Nesya berpenampilan lebih cantik dan lebih fresh tidak seperti biasanya kumel tanpa makeup sama sekali.


" Hey, kamu kenapa? terpesona yah melihat penampilan saya?" Tanya Nesya menepuk bahunya Bowo yang cuman bisa diam saja


" Sejak kapan penampilan ibu seperti ini? jauh lebih cantik Bu? apa pak Agus tahu penampilan baru ibu?" Tanya Bowo bener bener terpesona dengan fashion terbarunya Nesya.


" Dari tiga bulan yang lalu, saya lelah di rumah terus menerus, akhirnya saya merubah penampilan saya sekaligus saya mulai buka butik sendiri Alhamdulillah selama tiga bulan butik saya ramai pengunjung. bapak tidak tahu sama sekali, dengan perubahan saya." Lanjut Nesya berusaha santai, Nesya langsung duduk dan membiarkan Bowo masih diposisi yang sama

__ADS_1


" Apa bapak tahu Anda seperti ini?" Tanya Bowo lagi, Bowo bener bener kagum melihat penampilan barunya Nesya.


" Tidak tahu sama sekali, sampai terakhir saya keluar dari rumah, saya dikasih tahu mas Agus sudah menikah lagi dan istri kedua nya lagi hamil, pantesan saja selama ini tidak pernah dirumah dan kasar ke saya ternyata sudah punya wanita simpanan diluar." Lanjut Nesya tidak ingin menunjukan kesedihannya sama sekali, Nesya ingin menunjukan kalo dirinya bisa kuat tanpa Agus.


" Pantesan pak Agus tidak cerita sama sekali ke saya, maaf kan saya Bu, saya tahu pak Agus sudah menikah bulan kemarin, dan istri ke dua nya baru hamil." Lanjut Bowo merasa tidak tega melihat Nesya di madu dan diabaikan selama ini.


" Terus rencana anda apa Bu?" Tanya Bowo penasaran dengan rencana Nesya

__ADS_1


' Perusahaan diambang kehancuran Bu, harus ditolong secepat nya Bu. karena perusahaan mau bangkrut apartemen milik pak Agus disita, makannya pak Agus dan istri kedua nya pindah dari Apatermen Bu." Lanjut Bowo terus terang, karena mau bagaimana pun Nesya pemilik perusahaan yang sah


" Astaga, pantesan mas Agus ke rumah, saya akan bantu suntikan dana untuk menyelamatkan perusahan diam diam, biar lah mas Agus berfikir perusahaan bangkrut. saya ingin membuat mas Agus menderita." Tegas Nesya akhirnya ada jalan untuk balas dendam ke Agus.


" Anda serius Bu Nesya? terus kalo pak Agus cari pinjaman bagaimana?" Tanya Bowo bingung caranya


" Kamu tenang saja, saya tahu apa yang harus saya lakukan. kamu cukup diam dan bekerja dengan baik saja, saya akan mengurus perceraian saya lebih cepat, dan sebentar lagi mas Agus akan keluar dari rumah saya jika semuanya sudah siap, enak saja selama ini menguasai perusahaan saya eh mau seenaknya. tidak akan saya biarkan." Tegas Nesya dengan kesal, Nesya tidak ingin Agus merasakan kebahagian nya lebih lama lagi

__ADS_1


" Saya tidak menyangka ibu selangkah lebih maju, baik lah Bu saya siap kapan pun anda membutuhkan bantuan saya." Lanjut Bowo merasa lega karena akhirnya mendapatkan bantuan, tanpa meminjam dana sama sekali.


Nesya pamit pulang karena Nesya ingin ketemu pengacaranya, membahas perceraian dan membahas perebutan hak Nesya atas harta yang selama ini dikuasai oleh Agus. Nesya tidak akan membiarkan Agus hidup enak setelah menghancurkan pernikahannya dan selama ini bener bener cuek terhadap Nesya.


__ADS_2