Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
kenapa bisa jatuh seperti itu hah? bagaimana kondisi anak saya? jika kamu


__ADS_3

Wulan turun dari angkot dan kaget melihat Agus yang lagi duduk santai di depan warungnya, menatap Wulan dengan tatapan sinis.


" Dari mana kamu? bukannya jaga warung, justru pergi entah kemana?" Tanya Agus yang sudah tidak memanggil sayang atau pun bunda lagi ke Wulan.


" Dari rumah Nesya, memperingatkan dia supaya tidak kecentilan ke ayah, supaya tidak merayu ayah untuk kembali lagi." Ucap Wulan dengan percaya dirinya, Wulan bener bener takut kehilangan Agus.


" Memangnya kenapa jika saya kembali ke Nesya? kamu takut tidak punya suami disaat kamu hamil seperti ini yah?" Tanya Agus melihat Wulan dengan tatapan sinis ya.


" Iyah lah takut, enak saja kamu sudah bikin saya mengandung seperti ini, dan kamu dengan seenaknya meninggal kan saya seperti itu. memangnya saya apaan sih, jangan tega ke istri sendiri." Bentak Wulan kesal, Wulan langsung masuk kedalam rumah, dari pada berantem didepan rumah.


" Hahaha, kalo kamu tidak merayu saya, saya tidak akan mengabaikan Nesya istri saya yang baik dan tambang emas saya." Lanjut Agus, Agus ketawa meremehkan Wulan.

__ADS_1


" Heh, kamu mengabaikan Nesya karena dia kumel dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri, sampai kamu mencari perempuan lain untuk puasin kamu, dan kamu sendiri yang mencari saya. enak saya menghina saya seperti itu." Lanjut Wulan tidak terima di salah kan oleh Agus terus menerus.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipinya Wulan,Agus tidak terima disalah kan oleh Wulan. apa yang disampaikan Wulan memang benar. Wulan menahan tangisnya dan langsung jalan ke kamar, dari pada ladenin Agus yang tidak bisa terima kenyataan hidupnya saat ini karena kesalahannya sendiri.


Dilain sisi, Radit mengajak Nesya ke perusahaan nya, untuk ketemu Bowo karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Nesya.


" Tapi sayang, butik kan fashion aku sayang, masa aku tinggal kan begitu saja sih." Ucap Nesya yang tidak mau meninggal kan Butik yang baru di rintisnya.


" Tapi sayang, kesehatan kamu jauh lebih penting, jangan terlalu paksa kan diri sayang, sudah turutin saran aku yah sayang, aku peduli dengan kamu." Lanjut Radit pegang tangannya Nesya, membuat Nesya merasa tidak tega menolak permintaannya Radit.

__ADS_1


" Baik lah sayang, aku akan bilang ke Bowo, supaya aku disiapkan ruangan untuk aku sayang. terimakasih yah sudah peduli akan kesehatan aku sayang." Lanjut Nesya melihat Radit sambil senyum bahagia, karena Radit semakin kesini semakin memberikan perhatiannya untuk Nesya.


Radit merasa bahagia karena sarannya diterima oleh Nesya, Radit tidak ingin Nesya jatuh sakit cuman karena terlalu sibuk mengurus dua pekerjaan sekaligus.


Dilain sisi, Agus mendengar teriakannya Wulan dari kamar mandi, membuat Agus langsung lari ke kamar mandi melihat Wulan yang duduk dilantai, dan kedua kakinya dipenuhi dengan darah.


" Bodoh kamu, kenapa bisa jatuh seperti itu hah? bagaimana kondisi anak saya? jika kamu ke guguran otomatis saya buang kamu hari ini juga?" Tanya Agus penuh emosi melihat Wulan yang menahan rasa sakitnya.


" Sakit mas, tolong aku mas, tolong bawa aku ke rumah sakit." Ucap Wulan dengan lirih, Wulan pegang perutnya yang terasa sakit sekali.


Agus langsung bantu Wulan untuk berdiri, dan membantu Wulan siap siap ke rumah sakit. Agus sudah pasrah kehilangan anaknya karena kecerobohan Wulan, dan harus ikhlas kehilangan Wulan perempuan yang sudah mengisi hari harinya dari hidup senang sampai hidup susah seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2