Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
aku akan mengusahakan perusahaan tidak gulung tikar


__ADS_3

Nesya semakin yakin bercerai dari Agus, Nesya selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan rumah tangganya. menerima semua kesibukan Agus bahkan sikap kasarnya


" Sudah cukup, jadi perempuan bodoh yang mau digantung pernikahan nya seperti ini. tidak merasa bahagia dan selalu dicuekin oleh suami sendiri." Ucap Nesya, Nesya membuat surat pengajuan perceraian, Nesya sudah tidak kuat dicuekin terlalu lama dengan suaminya


Dilain sisi, Agus memerintahkan bodyguard untuk merapihkan apatermen dan masak, Agus tidak ingin Wulan cape sama sekali selama hamil.


" Sayang, masakannya sudah jadi?" Tanya Wulan manja melihat Agus yang pijitin kakinya


" Sudah sayang, hayo ke depan, aku juga sudah lapar sayang." Ucap Agus, Agus bantuin Wulan berdiri dan jalan ke dapur.


Wulan dan Agus jalan bareng ke dapur dan sarapan bareng, Agus sudah memerintahkan asistennya untuk menggantikan dirinya karena harus menjaga Wulan terus menerus


Dilain sisi, Bowo melihat hasil laporan keuangan perusahaan semakin merosot, membuat Bowo sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.


" Membutuhkan suntikan dana yang cukup besar, Pak Agus bener bener tidak peduli dengan perusahaan, sudah mengabaikan perusahaan demi istri kedua nya." Ucap Bowo frustasi, karena sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya menyelamat kan perusahaan.


Dilain sisi, Agus frustasi karena kartu ATM nya sudah tidak bisa dipakai sama sekali, membuat Agus langsung menghubungi Bowo.


" Saya tidak bisa mengambil uang sama sekali, ada apa sebenarnya?" Ucap Agus saat saluran telepon terhubung

__ADS_1


" Kartu ATM yang anda pegang di blokir pak, karena pinjaman bank sudah menumpuk pak." Ucap Bowo di sebrang telefon, Bowo terus terang, sudah tidak bisa menutupi kekurangan-kekurangan perusahaan


" Di blokir kok bisa? pinjaman ke bank untuk apa?" Tanya Agus penasaran, karena seingatnya dirinya tidak mengajukan pinjaman sama sekali.


" Kita ketemu sekarang saja pak, saya ke apartemen kalo anda tidak bisa meninggalkan Bu Wulan." Lanjut Bowo kesal, karena Agus bener bener tidak peduli dengan pekerjaan nya.


" Baik lah kesini saja, saya penasaran kenapa perusahaan jadi begini." Lanjut Agus kesal, Agus mematikan teleponnya.


Dilain sisi, Radit membantu melayani konsumennya Nesya, Radit merasa bahagia karena pesanan baju selalu datang banyak dengan jumlah yang banyak


" Apa bisa saya membuat kaos disini?" Tanya konsumennya Nesya


" Dua ratus kaos, desain dari perusahaan saya." Lanjut Konsumennya Nesya, memberikan desain yang dibuatnya.


" Baik, akan kami buat kan sesuai desain yang anda berikan, mungkin selesai dua Minggu yah Bu, karena banyak permintaan juga." Lanjut Radit, Radit pegang kwitansi


" Baik tidak masalah, yah sudah saya pamit kalo begitu, dua Minggu lagi saya kesini lagi." Lanjut Konsumennya Nesya, menerima kwitansi yang dikasih Radit.


Nesya melihat konsumennya keluar dari ruangannya Radit, merasa bahagia karena lagi lagi konsumen datang ke tokonya.

__ADS_1


" Alhamdulillah yah Radit, toko ini semakin ramai." Ucap Nesya bahagia sekali, tidak menyangka karena tokonya semakin ramai


" Alhamdulillah Nesya, kamu semangat terus yah membuat pesanan konsumen. kalo lelah istirahat saja jangan memaksa untuk terus menjahit yah." Lanjut Radit, Radit tidak ingin Nesya mengabaikan kesehatan karena pekerjaan yang padat.


" Pasti Radit, saya bakal banyak makan dan istirahat." Lanjut Nesya merasa bahagia dengan perhatian yang diberikan Radit.


Dilain sisi, Agus lemes saat membaca laporan keuangan perusahaan yang diberikan Bowo, Agus tidak menyangka perusahaannya diambang kehancuran.


" Sekarang kita harus bagaimana?' Yang Wulan kwartir hidup miskin


" Ini karena kamu yang terlalu manja, melarang Agus ke kantor untuk bekerja, kamu jadi istri jangan terlalu memaksa Agus mengabaikan pekerjaannya. sekarang pusing kan perusahaan sudah diambang bangkrut." Tegas Bowo menatap Wulan dengan tatapan benci


" Sudah jangan menyalakan istri saya, sekarang kita ke rumah aku sayang, mau bagaimana lagi karena apatermen ini akan di sita sayang" Ucap Agus merasa tidak tega karena membuat Wulan sedih dengan kondisinya.


" Aku tidak ingin hidup miskin mas, aku tidak mau kehilangan harta kamu mas, kebutuhan anak kita banyak sayang." Tegas Wulan, Wulan tidak mau hidup susah dimasa depan.


" Sudah jangan bicara sembarangan, sekarang kita ke rumah, supaya bunda dijagain Nesya selama aku kerja. aku akan mengusahakan perusahaan tidak gulung tikar." Lanjut Agus, Agus berusaha menenangkan Wulan supaya tidak stres dengan keadaan yang ada


Wulan yang kesal ikutin saja apa yang direncakan Agus, berusaha percaya dengan Agus suaminya mampu untuk bangkit dari keterpurukannya

__ADS_1


__ADS_2