Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Ayah mau kemana? rapih sekali?


__ADS_3

Agus yang tidak ingin hidup sudah terlalu lama, akhirnya memutuskan untuk ketemu Nesya dan membujuk Nesya membatalkan perceraian nya.


" Ayah mau kemana? rapih sekali?" Tanya Wulan melihat Agus ganti baju pergi


" Ada urusan sebentar, bunda jaga toko saja supaya kita punya uang untuk biaya hidup kita." Ucap Agus berusaha santai, Agus lagi malas marah marah ke Wulan.


" Urusan apa? enak sekali perintah aku seperti itu sih? memangnya aku siapa sih sayang?" Tanya Wulan kesal mendengar perintahnya Agus yang seenaknya.


" Sudah jangan banyak bicara, sekarang ke depan dan duduk manis sambil tunggu warung kita, jangan salah kasih harga, kalo sampai salah bikin kita rugi." Lanjut Agus, Agus langsung keluar dari kamar begitu saja, Agus sudah malas berbaik hati ke Wulan.


" Enak saja dia seperti ini, dia yang tidak becus jadi suami eh dia sendiri yang marah seenaknya dasar suami gila." Ledek Wulan kesal, melihat Agus pergi begitu saja keluar dari kamar.


Wulan terpaksa mau jagain warung, Wulan merasa beruntung karena didalam warungnya ada kipas tidak kepanasan sama sekali.

__ADS_1


Dilain sisi, Nesya ngajak makan Santoso, Bowo, dan Radit. di rumahnya karena rumah Nesya sudah lama tidak dipakai setelah di sita bank


" Kamu bakal pindah kesini?" Tanya Santoso, yang Santoso tahu rumah ini pura pura di sita oleh bank


" Besok saya pindah kesini, tidak enak juga kan terlalu lama tinggal di ruko bareng Radit. tanpa ikatan apapun walaupun kita tidak melakukan apapun." Ucap Nesya yang sadar selama ini salah, tapi Nesya juga tidak tahu mau tinggal dimana selain tinggal di ruko.


" Itu lebih baik sih, soalnya kan status kamu masih sebagai istrinya Agus walaupun dalam masa perceraian tapi kan belum resmi." Ucap Bowo, tidak mau ada masalah karena tempat tinggalnya Nesya.


" Yah saya tahu" Lanjut Nesya, Nesya ngalah untuk kembali ke rumah dari pada mendapatkan masalah.


Dilain sisi, Agus sudah terbiasa naik angkutan umum, karena Agus sama sekali tidak memiliki kendaraan.


" Demi ketemu Nesya, harus berhasil membujuk Nesya untuk balikan dan rela deh tinggalin Wulan walaupun dia lagi hamil, yang penting kehidupan saya bisa bangkit kembali.' Batin Agus yang tega membuang Wulan demi bisa kembali bersama Nesya.

__ADS_1


Agus menikmati panas dan polusi ibu kota, demi bisa ketemu Nesya dan membujuknya untuk rujuk.


Dilain sisi, Radit terpaksa bantuin Nesya untuk masukkn barang barangnya Nesya kedalam kopernya, Radit sebenernya tidak tenang jika Nesya tinggal sendirian di rumahnya.


" Sabar ya sayang, jika aku sudah resmi bercerai dari Agus dan kita bisa nikah pasti tinggal bersama di rumah aku sayang, aku selalu ingin bersama kamu sayang." Ucap Nesya berusaha menenangkan Radit yang tidak rela, jika dirinya kembali ke rumahnya.


Radit pegang tangannya Nesya, dan ngajak Nesya untuk keluar dari ruko, dan jalan menuju rumahnya Nesya.


Dilain sisi, Agus melihat Nesya diantar oleh Radit, berusaha diam melihat sampai Radit pulang, setelah melihat Radit pulang membuat Agus memberanikan diri untuk masuk kedalam rumahnya Nesya.


" Agus? kamu mau ngapain ke rumah ini?" Tanya Nesya, Nesya sedikit takut jika Agus bersikap kasar apa lagi di rumah tidak ada siapapun.


" Kenapa? ini kan rumah kita sayang, di rumah ini kita menjalani rumah tangga kita kan. apa kamu lupa?" Tanya Agus, Agus tidak suka melihat ekspresinya Nesya yang ketakutan.

__ADS_1


" Rumah tangga yang tidak bahagia sama sekali, terus sekarang kamu mau ngapain kesini? kita kan sudah tidak ada hubungan sama sekali?" Tanya Nesya berusaha santai walaupun emosi mendengar ucapan Agus, selama ini Agus mengabaikan nya begitu saja, dan sekarang bilang rumah tangga kita seakan rumah tangga yang harmonis.


__ADS_2