Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
sekali saja mereka disakiti akan sulit menerima kata maaf


__ADS_3

Bowo telefon Nesya untuk besok siap siap untuk hadir ke persidangan perceraiannya bersama Agus, tidak menyangka pernikahannya Nesya dan Agus bener bener harus berakhir dengan perceraian.


" Besok jangan terlambat yah, untungnya persidangannya jam satu siang, jadi kita bisa berangkat kerja dulu." Ucap Bowo saat saluran telefon berhubungan.


" Iyah Bowo, insya Allah kita besok kesana sebelum makan siang, supaya sampai di sana tidak terlambat." Ucap Nesya diseberang telefon


" Yah sudah sampai ketemu besok" Lanjut Bowo, Bowo langsung mematikan teleponnya, dan mencoba hubungi Agus dan kasih tahu jika besok adalah sidang perceraiannya, sejujurnya Agus tidak ingin bercerai dan berusaha untuk rujuk bersama Nesya.


" Sudah tidak ada harapan lagi Gus, sekarang Nesya sudah bahagia bersama Radit, jadi saya harap kamu harus ikhlas untuk berpisah dengan Nesya selamanya. jangan merusak hubungan Nesya bersama Radit, karena sudah cukup Nesya menderita selama bersama kamu ." Tegas Bowo saat saluran telefon terhubung

__ADS_1


" Tapi saya akan berusaha untuk rujuk dengan Nesya atau Wulan, supaya saya bisa memperbaiki rumah tangga saya dengan salah satunya dan berjanji akan membahagiakannya." Ucap Agus diseberang telefon, berharap bisa mendapat kan kesempatan kedua


" Yah semoga saja yah, salah satu dari mereka mau diajak rujuk bersama kamu. hati perempuan itu lembut Agus, sekali saja mereka disakiti akan sulit menerima kata maaf walaupun beribu kata manis kamu ucap kan." Lanjut Bowo, yang tidak ingin melihat Agus ribut bersama Nesya, dan Wulan lagi.


" Amin amin" Lanjut Agus penuh harap, masih diberikan kesempatan kedua.


" Kenapa kamu tidak sedih sebentar lagi sah bercerai dari Agus? apa sudah ada Radit di hati kamu?" Tanya Wulan penasaran


" Tanpa ada Radit pun saya merasa lega lepas dari suami yang tidak peduli dengan saya, di masa lalu saya bener bener diasingkan oleh Agus dan tidak dianggap sama sekali, disaat saya sakit Agus sama sekali tidak peduli dan sekarang disaat saya yakin untuk pisah dia berusaha keras untuk rujuk kan aneh. tidak ada pendirian sama sekali sebagai laki laki, bagi saya, Agus tidak pantas mendapat kan kesempatan kedua sama sekali. jadi perpisahan ini jalan terbaik untuk hidup saya yang jauh lebih baik." Ucap Nesya santai, tidak ada penyesalan sama sekali, untuk pisah dari Agus

__ADS_1


" Kamu masih cinta dengan Agus? mau rujuk? jika kamu mau memberikan kesempatan kedua dan yakin dia bisa berubah, yah silahkan saja saya tidak akan melarang kalian untuk bersatu lagi?" Tanya Nesya yang yakin cinta tidak bisa dilarang, walaupun sesakit apapun jika masih ada rasa cinta, pasti ada saja jalan untuk bersatu kembali.


" Apa kamu merestui jika saya kembali bersama Agus? kamu yakin selamanya untuk berpisah?" Tanya Wulan yang tidak yakin sepenuhnya Nesya ikhlas dan siap kehilangan selamanya.


" Saya sudah ada Radit, laki laki jauh lebih baik, selama pacaran Radit tidak pernah berkata kasar dan selalu ajak saya kemana pun Radit pergi. jadi tidak ada alasan lagi untuk rujuk, cemburu saat tahu kamu mau kembali bersama Agus, dan bisa bahagia bersama Agus lagi. saya tidak akan menjadi penghalang bagi kebahagiaan kalian. saat persidangan nanti kamu coba tanya Agus apa masih mau rujuk, dan jika mau rujuk harus nikah secara resmi baik bagi agama dan negara. supaya sah memiliki surat surat yang dibutuhkan nanti jika memiliki anak." Lanjut Nesya yakin, Nesya ingin memiliki kebahagiaan yang baru bersama Radit, dan melupakan Agus adalah masa lalu yang suram yang pernah Nesya jalani rumah tangga yang hambar.


" Terimakasih Nesya, sudah ikhlas kan Agus untuk saya, Iyah besok saya akan bahas soal rujuk ke Agus langsung setelah sidang perceraian kalian. saya akan membahas pernikahan resmi bersama Agus supaya bisa sah bagi agama dan negara." Lanjut Wulan bahagia karena akhirnya Nesya semakin yakin kehilangan Agus, dan merelakan Agus seutuhnya bersama Wulan.


" Sama sama, jika membutuhkan bantuan, jangan sungkan sungkan untuk bilang yah, terimakasih karena kehadiran kamu membuat saya tahu jika Agus bukan lah laki laki yang baik untuk hidup saya, dan semakin yakin kehilangan Agus untuk selamanya." Lanjut Nesya langsung peluk Wulan, walaupun sebelumnya kesel karena Wulan perempuan penghancur rumah tangganya, tapi sekarang Nesya bersyukur karena kehadiran Wulan bisa membantu Nesya untuk menemukan kebahagiaan barunya bersama Radit.

__ADS_1


__ADS_2