Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Menikmati siang berdua dengan status baru


__ADS_3

Radit setelah makan siang bersama Nesya, langsung ajak Nesya jalan jalan disekitar restoran,membuat Nesya merasa bahagia sekali karena tidak menyangka sudah jadian bersama Radit.


" Menikmati siang berdua dengan status baru." Ucap Radit merasa bahagia, karena tidak menyangka Nesya mau terima perasaannya.


" Iyah, aku juga tidak menyangka hari ini hari pertama kita jadian yah, terimakasih sudah mau mencintai aku selama ini, apa lagi kamu mencintai aku saat aku masih culun culunnya sampai sekarang penampilan aku lebih menarik." Ucap Nesya merasa bahagia sekali, karena Radit bener bener setia menunggu sejauh ini untuk menyatakan cinta nya.


" Yah namanya juga cinta yah, aku tidak tahu jatuh cinta ke siapa kan, dasarnya kamu sudah cantik, baik, dan rajin. membuat aku kagum melihat kamu selama ini." Puji Radit senyum bahagia melihat Nesya.

__ADS_1


" Terimakasih yah pujiannya". Lanjut Nesya tersipu malu mendengar pujian dari Radit.


Radit mengendarai mobilnya Nesya, sesekali senyum melihat Nesya yang salah tingkah. Radit tidak menyangka penantian panjangnya tidak sia sia.


Dilain sisi, Agus pertama kalinya makan masakan Wulan, membuat Agus menahan rasa yang aneh saat masuk kedalam mulutnya.


" Bunda bisa masak tidak? bunda bisa membedakan antara garam dan gula?" Tanya Agus yang tidak kuat menahan asin yang keterluan, Agus membuang makanan yang masih dimulutnya.

__ADS_1


" Ayah lupa? selama kita Deket kan, aku tidak pernah masak sama sekali sayang, memangnya kenapa sih?" Tanya Wulan penasaran.


" Aku tidak mau tahu, bunda harus bisa masak makanan yang layak untuk dimakan, kita boleh jajan diluar, tapi kita harus bisa hemat dengan masak sendiri mengerti kan bunda? kehidupan kita sekarang harus bisa nabung sayang, apa lagi bunda mau melahirkan membutuhkan biaya yang banyak, jadi harus bisa hemat mengerti kan bunda?" Tanya Agus, Agus berusaha hemat apa lagi kehidupan sederhana seperti sekarang.


" Ayah, kenapa sih semakin siksa bunda seperti ini? mana janji ayah yang tidak akan membiarkan bunda cape dan mana janji ayah yang akan memberikan apapun untuk bunda? tapi sekarang bagaimana kehidupan kita?" Tanya Wulan menatap Agus dengan kesal


" Kalo tidak mau jadi istri yang baik, istri yang mau terima kondisi suami sekarang, kalo tidak mau jadi istri yang menjalankan kewajiban nya sebagai ibu rumah tangga yang mampu mengurus rumah beberes, masak, cuci, dan setrika baju. itu pintu keluar terbuka lebar untuk bunda pergi, kita tidak perlu mengurus perceraian terlalu lama. ayah sudah cape kita berantem seperti ini terus, ayah menyesal mempertahankan bunda dari pada Nesya. sekarang terserah bunda kalo tidak mau berubah sama sekali, ayah tidak mau punya istri terlalu manja, dan seenaknya selama di rumah.sekarang pilihan ada ditangan bunda, bertahan yah harus menjalani kewajiban bunda dengan baik, ayah akan bantuin sebatas bantuin saja kebanyakan yang melakukan urusan rumah yah bunda. jangan bikin ayah usir bunda paksa dari sini, ayah tidak tega anak kita selama hidupnya sengsara dan kehidupannya tidak ada jaminan hidup yang layak." Penjelasan Agus panjang kali lebar, Agus sudah tidak ingin bermanis lagi ke Wulan supaya Wulan sadar dan mau merubah sikap dan ucapannya lebih baik lagi.

__ADS_1


" Ayah jahat,ayah mau siksa bunda terus menerus." Teriak Wulan semakin kesel dengan ucapan Agus barusan, Wulan langsung jalan ke kamarnya meninggal kan Agus yang berdiri sambil menahan emosinya sambil mengepalkan tangannya yang semakin memuncak karena sikapnya Wulan yang semakin tidak tahu diri.


__ADS_2