Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Aku tidak merasa direpotkan oleh kamu sayang


__ADS_3

Radit ngajak Nesya ke rumah sakit untuk ketemu Wulan, membahas kelanjutan tawaran jadi model untuk Wulan.


" Boleh sayang, Agus sudah sadar dan semoga saja Agus mengijinkan Wulan untuk berkarir yah Radit. soalnya kita akan lebih sering pakai jasa Wulan soalnya." Ucap Nesya berharap Agus memberikan ijin untuk Wulan bisa bekerja sebagai model, untuk koleksi barang dagangannya terutama baju baju buatannya Radit.


" Amin sayang, apalagi kan Agus sekarang sudah tidak sesombong dulu kan. pakai sabuk pengamannya sayang." Ucap Radit yang faham kondisi orang yang amnesia, akan bersikap baik dalam sikap maupun ucapan.


Nesya mengamin kan ucapannya Radit, Radit perlahan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Dilain sisi, Bryn memberikan uang tunai untuk Wulan, supaya beli kendaraan untuk Agus, dan beberapa baju untuk Agus.


" Kaka harap kamu bisa mengatur keuangan dengan bijak, jangan seenaknya kamu yah ingat kesempatan kedua yang diberikan temen temennya Agus jangan disalah gunakan lagi." Ucap Bryn yang tidak ingin adiknya mengalami masalah keuangan lagi.

__ADS_1


" Iyah ka, saya mengerti kok ka Bryn tenang saja." Ucap Wulan yang mau belajar mengatur keuangan dengan baik dan benar.


" Bagus, oh yah beli mobil, baju, dan handphone untuk kalian berdua yah. walaupun Agus sebagai karyawan biasa tapi tetep harus keren bisa bawa mobil sendiri, jangan motor lagian kaki nya Agus juga lagi tidak sehat juga kan." Lanjut Bryn yang ingin Agus tetep terlihat keren, dengan bawa mobil sendiri


" Iyah ka, nanti saya pilih mobil yang cocok untuk Agus bawa, mungkin saya juga belajar mobil supaya Agus tidak kesulitan juga." Lanjut Wulan yang tidak ingin merepotkan Agus untuk bawa mobil sendiri


" Bagus itu, yah sudah saya kembali ke Bogor lagi, kalo ada apa apa jangan sungkan bilang saya, apa lagi bahas pernikahan kalian yah, saya akan ceritakan kondisinya Agus supaya orang tua saya tidak bingung saat melihat Agus nanti." Lanjut Bryn yang merapihkan tasnya.


" Sama sama, yah sudah saya titip Agus dan bahagiakan suami kamu yah." Lanjut Bryn yang tahu jika Wulan adalah istrinya Agus walaupun tidak sah


Wulan ngangguk dan berjanji akan membahagiakan Agus dengan caranya dan Bryn pamit dari kamar perawatan nya Agus, dan berharap Agus bisa bener bener bahagia bersama istrinya

__ADS_1


Dilain sisi, Agus keluar dari kamar mandi, jalan pelan ke kasur dan tidak ingin minta tolong ke Wulan karena meresa merepotkan Wulan terus. Wulan yang jalan ke kamar mandi kaget melihat Agus jalan sambil pegang tembok.


" Sayang, kenapa tidak minta tolong ke aku sayang? bagaimana jika kamu jatuh sayang?" Tanya Wulan panik melihat Agus memaksakan diri untuk jalan sendiri ke kamar mandi.


" Aku tidak ingin semakin banyak merepotkan kamu sayang, aku bisa sendiri." Ucap Agus yang tidak ingin mengeluh sebenernya kakinya sakit karena dipaksa jalan


" Aku tidak merasa direpotkan oleh kamu sayang, tunggu sebentar yah aku ambil kan kursi roda jangan jalan lagi." Lanjut Wulan yang tidak ingin Agus memaksakan diri untuk jalan menuju kasur.


Wulan langsung jalan ambil kursi roda untuk Agus, Wulan tidak ingin Agus semakin sakit karena memaksa kan diri untuk terus jalan.


Agus akhirnya mengijinkan Wulan untuk ambil kursi roda, Agus tidak sanggup lagi memaksakan diri untuk melanjutkan jalan ke tempat tidur

__ADS_1


__ADS_2