Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Jangan paksakan untuk jalan yah


__ADS_3

Wulan merasa bersyukur semenjak tinggal di rumahnya Nesya beberapa hari, membuat Wulan sudah terbiasa masak dan menurut Nesya masakan ny enak dan sekarang Wulan ingin masak untuk Agus pertama kalinya.


" Sudah Mateng deh, semoga Agus doyan dengan masakan ini." Ucap Wulan masukin ikan kedalam piring dan disusun keatas meja makan.


Wulan melanjut kan menyiap kan sarapannya sebelum bangunin Agus yang masih betah tidur


Dilain sisi, Nesya dan Radit jalan menuju rumahnya Nesya yang terlihat sangat ramai membuat Nesya tidak sabar ketemu kedua orang tuanya, Nesya melihat ibu nya duduk di teras rumah membuat Nesya senang melihatnya.


" Bapak dan ibu" Teriak Nesya bahagia akhirnya bisa ketemu lagi dengan kedua orang tuanya, semenjak nikah dengan Agus membuat Nesya tidak pernah ketemu dengan keluarganya.


" Loh Nesya kesini kenapa tidak bersama nak Agus?" Tanya ibu merasa heran melihat Nesya datang bersama laki laki asing


" Kita masuk kedalam yuk Bu, Nesya haus sekali nih." Lanjut Nesya sengaja tidak menjawab pertanyaan ibu nya, karena banyak saudara yang kumpul didepan rumahnya

__ADS_1


" yah sudah kalian masuk kedalam rumah kalo begitu" Ucap bapak nya Nesya mempersilahkan Radit dan kedua bodyguard nya Nesya untuk masuk kedalam rumah


" Kita disini saja pak, silahkan kalian istirahat saja didalam." Ucap Bodyguard dengan sopan


" Kenapa mereka tidak mau ikut ke dalam rumah?" Tanya ibu nya Nesya penasaran


" Biarin jika mereka mau didepan, yuk ke dalam rumah" Lanjut Nesya dengan manja, Nesya jalan duluan masuk kedalam rumah


Nesya ngajak kedua orang tuanya masuk kedalam rumah diikuti  Bagas, Bagas berusaha santai jalan disamping calon mertua dan memaklumi jika orang tuanya Nesya masih bertanya tentang Agus karena mereka tidak tahu sebenernya hubungannya Agus dan Nesya sudah selesai.


" Jangan paksakan untuk jalan yah sayang, semuanya sudah aku siap kan." Ucap Wulan pelan pelan pakaikan baju untuk Agus


" Iyah sayang, aku janji tidak akan paksakan jalan pakai kaki, supaya aku cepat sembuh, maaf yah kamu yang harus kerja sekarang, padahal kita baru tunangan sudah menjadi beban untuk kamu selama aku sakit, maaf yah tapi aku janji akan sembuh dan proses pernikahan kita dipercepat supaya aku tidak menjadi beban kamu lagi." Ucap Agus pegang tangannya Wulan sejujurnya tidak tega melihat Wulan harus cari uang sedangkan Agus duduk santai di rumah

__ADS_1


" Jangan difikirkan sayang, ini tugas aku dan kita saling membantu yah sayang. Aku pamit untuk kerja sayang" Lanjut. Wulan mencium tangannya Agus dan membiarkan Agus mencium Wulan sebelum Wulan berangkat ke butiknya Nesya


Dilain sisi, Orang tuanya Nesya marah besar setelah Nesya menceritakan sikapnya Agus di masa lalunya, kasar, seenaknya, dan dengan teganya mengkhianati pernikahannya selama setahun lebih.


" Bapak terima keinginan bapak nya Agus untuk menjadikan dia calon suami kamu, dikirain anak baik baik ternyata tidak sama sekali, pantas saja semua Harta bapak nya diberikan ke kamu jika Agus seenaknya dengan pernikahannya. Bapak nya sudah tahu anaknya sebenernya tidak mau disuruh menikah dengan kamu." Ucap Bapak nya Nesya penuh amarah, baru mengerti kenapa bapak nya Agus memberikan semua hartanya dan sudah tahu jika anaknya tidak baik.


" Tapi ibu bersyukur kamu sudah bercerai dari Agus, membuang dia di saat kondisi bangkrut dan hidup menderita bersama istri mudanya, kamu cerdas Nesya mengatur balas dendam dengan manis untuk mantan suami yang tidak bisa bersyukur seperti Agus dan kamu bisa bangkit berkat saran nya nak Radit, jika nak Radit bisa membuat kamu bahagia, sukses bersama, dan bisa menghargai kamu sebagai istri nanti nya yah, tidak ada masalahnya untuk memberikan restu demi kebahagian Nesya bersama nak Radit." Ucap ibu nya Nesya berharap pernikahan kedua anaknya jauh lebih baik dan bahagia tidak ada perceraian sama sekali.


" Ayah dan ibu titip Nesya bahagiakan dia dan hargai dia sebagai istri kamu dan calon ibu untuk anak anak kalian, ayah tidak ingin mendapat kan kabar Nesya bercerai karena ayah dan ibu sudah tua, dan sangat merindukan kehadiran cucu bisa bermain di rumah ini." Lanjut Bapak nya Nesya berharap Radit jauh lebih baik dari Agus


" Insya Allah ayah dan ibu Radit akan selalu usahakan memberikan kebahagiaan untuk Nesya dan tidak akan membiarkan Nesya nangis karena keegoisan Radit, terimakasih kalian sudah memberikan restu untuk Radit dan Nesya bisa bersatu." Ucap Radit bahagia sekali, karena hubungannya direstui oleh orang tuanya Nesya.


" Terimakasih ayah dan ibu mengijinkan kita untuk bersatu dan bisa bahagia menjalani hubungan kita." Ucap Nesya bahagia karena mendapat kan restu dengan lancar

__ADS_1


Radit dan Nesya sama sama mencium tangannya kedua orang tuanya Nesya, sebagai tanda terimakasih sudah diberikan restu untuk menikah.


__ADS_2