
Nesya baru pulang dari toko lebih cepat, karena mendadak Agus pulang ke rumah, membuat Nesya bahagia dan merasa aneh karena tidak biasanya suaminya kasih kabar seperti ini. saat sampai di rumah Nesya merasa kaget karena Agus duduk bersama perempuan di ruang tamu
" Dia siapa mas?" Tanya Nesya bingung, melihat suaminya dekat sekali duduk bersama perempuan
" Dia istri kedua ku, dan sekarang dia lagi mengandung anak pertama aku, mulai sekarang dia akan tinggal disini bersama kita. kamu harus menerima dia dengan senang hati yah." Tegas Agus, Agus tidak mau basa basi, Agus ingin memperjelas hubungannya bersama Wulan.
" Istri ke dua? jadi selama ini mas Agus sudah menikah?" Tanya Nesya tidak percaya dengan ucapan Agus barusan, Setega itu Agus mengkhianati pernikahannya. pantas saja sikapnya selama ini kasar, ucapannya kasar, dan tidak peduli dengan Nesya sama sekali.
" Iyah, lihat lah kamu Nesya, kamu kampungan penampilannya berbeda dengan Wulan yang modus dan terlihat lebih cantik dan seksi. sudah jangan banyak protes, sekarang pindahin barang barang kamu ke kamar tamu, karena Wulan mulai hari ini tinggal bersama kita dan tidur bersama aku." Teriak Agus menatap tajam kearah Nesya yang terus menerus nangis.
" Sudah jangan lemah jadi perempuan, cuman dimadu saja sudah lemah kamu Nesya, oh yah karena dirumah ini tidak ada ART kamu yang merapihkan rumah ini sendirian karena saya kan lagi hamil. jadi tidak boleh melakukan apapun yang bikin capek." Tegas Wulan, Wulan sama sekali tidak mau melakukan pekerjaan rumah sama sekali
" Enak saja kamu memerintah saya, saya bukan ART di rumah ini, kalo mau cari sana ART untuk mengurus rumah dan mengurus kebutuhan kamu selama disini." Tegas Nesya, bisa bisanya Wulan memerintah dirinya seolah Nesya adalah ART di rumah sendiri
Plak
__ADS_1
Satu tamparan mendarat sempurna di pipinya Nesya, membuat Wulan senyum kemenangan melihat Agus membelanya.
" Jaga ucapan kamu Nesya, dia lagi hamil dan dia saudara kamu, dan kamu wajib membantu dia mengerti." Bentak Agus menatap tajam kearah Nesya
" Tidak yah tidak, aku tidak akan merendah kan diri aku, untuk membersihkan rumah ini sendirian dan melayani semua kebutuhan dia. kamu tega dan jahat mas." Teriak Nesya, Nesya langsung lari kedalam kamarnya, Nesya bener bener tidak menyangka suaminya bener bener Setega ini dengannya.
" Sudah mas, abaikan dia, sekarang kita pindahin barang barang aku ke dalam kamar ayah yah, aku mau istirahat sayang." Lanjut Wulan dengan manja, Wulan senyum licik melihat Nesya nangis seperti tadi
" Iyah sayang." Lanjut Agus, Agus pelan pelan nuntun Wulan jalan ke kamarnya
" Kamu mau pindah kamar atau keluar dari rumah ini?" Tanya Agus membentak Nesya, yang cuman diam dengan tangisannya.
" Lebih baik aku keluar dari rumah ini mas, dari pada aku bertahan dirumah ini dengan madu seperti dia. aku ingin kita bercerai mas." Ucap Nesya semakin yakin untuk bercerai dari Agus, suami yang sama sekali tidak mencintainya lagi.
" Apa bercerai? tidak aku tidak akan pernah mencerai kan kamu apapun alasannya, kamu harus menerima Wulan sebagai saudara kamu, istri kedua aku, dan hargai dia sebagai ibu dari anak aku." Bentak Agus kesal, Agus tidak akan membiarkan Nesya menceraikannya bisa bisa masalah perusahaan Nesya tahu dan bisa diambil alih.
__ADS_1
" Hahahaha, mas mas, kamu egois sekali mas, kamu mau aku menerima madu seperti dia mas. hey selama ini saja aku diabaikan oleh kamu, kamu sama sekali tidak peduli dengan aku, aku kasar dalam ucapan dan sikap, kamu juga selalu sibuk dengan pekerjaan yang kata kamu kunjungan kerja ke luar kota. padahal bersama perempuan rendahan seperti dia." Bentak Nesya mengeluarkan amarahnya, Nesya tidak ingin harga dirinya diinjek injek, Nesya sudah ditelantarkan dan sekarang harus mau dimadu.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipinya Nesya, Wulan menampar Nesya yang berani beraninya menghina Wulan didepan Agus.
' Saya tetep akan keluar dari rumah ini dan kita tetep bercerai mas. saya tidak Sudi dimadu." Tegas Nesya, Nesya pegang pipinya setelah ditambah Agus dan Wulan.
" Silahkan pergi dari sini, tapi tidak membawa apapun, dari rumah ini mengerti.' Bentak Agus, Agus tidak membiarkan Nesya membawa barang barang yang ada didalam kamar
" Ambil saja sana, semua harta ini, kamu kasih ke j*laaaannng kamu. karena dia yang lebih membutuhkan semua barang barang ini." Tegas Nesya menatap sinis kearah Wulan
Nesya langsung merapihkan baju bajunya kedalam tas, awalnya Wulan ingin menjawab hinaan Nesya tapi ditahan oleh Agus dan membiarkan Nesya pergi. yang Agus tahu di kota ini Nesya tidak punya saudara sama sekali, otomatis Nesya akan menjadi gelandangan. Agus sama sekali tidak tahu apa yang sudah dikerjakan Nesya selama ini.
Dengan ikhlas Nesya meninggalkan rumah yang terasa sepi dan neraka untuk Nesya, Nesya merasa bersyukur saat dirinya mantap bercerai Nesya sudah bangkit dari keterpurukannya dan sudah punya tempat tinggal. Nesya merencakan balas dendam atas apa yang dilakukan Agus selama ini terhadap hidupnya.
__ADS_1