Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Yang sabar ya pak


__ADS_3

Tim dokter sesegera mungkin menolong Wulan yang merasa kesakitan, membuat Agus merasa cemas dengan kondisinya Wulan didalam ruang UGD untuk diperiksa


" Bagaimana kalo Wulan ke guguran, apa seharusnya di tinggal saja yah, supaya dengan lancar mendekati Nesya lagi." Ucap Agus yang masih berharap untuk rujuk dengan Nesya.


Suster keluar dari ruangan UGD membuat Agus langsung berdiri saat suster semakin mendekatinya.


" Bagaimana kondisinya suster?" Tanya Agus berharap anaknya masih bisa dipertahankan


" Yang sabar ya pak, lebih baik anda sekarang ke dalam temui istri anda yang lagi nangis histeris sekarang.


Agus tidak menjawab ucapan suster sama sekali, langsung masuk kedalam ruangan UGD, terlihat Wajah Wulan yang sedikit akan kehilangan anak pertamanya.

__ADS_1


Plak


Satu tamparan mendarat di pipinya Wulan, membuat Wulan semakin nangis histeris karena ditampar suami yang tidak ada terasa kasihan sama sekali.


" Setelah pulang dari sini, kamu harus keluar dari rumah saya, sudah saya bilang kan jika kamu ke guguran otomatis kamu langsung saya buang, dengan begitu saya bisa dengan mudah kembali bersama istri tercinta saya." Ucap Agus dengan tegas


" Hahahaha, mimpi kamu bisa kembali bersama Nesya, walaupun saya pergi dari hidup kamu, kamu tidak akan bisa kembali bersama Nesya istri yang selama ini kamu campakkan, dan sekarang Nesya bukan lah perempuan lemah seperti dulu, kamu bukan apa apanya lagi bagi Nesya. saya kasihan melihat kamu menghayal bisa kembali bersama Nesya hahaha." Ledek Wulan ketawa puas, melihat Agus semakin bermimpi kembali bersama Nesya.


" Hahahaha, ngaca sana, siapa yang menghancurkan pernikahan kamu hah, sadar diri jangan semakin gila kamu, kamu yang tidak bisa bersyukur mendapat kan istri seperti Nesya, dia kaya raya dan baik hati cuman dia culun saja, eh kamu nya yang mencari perempuan lain, dan saat hancur kamu menyalah kan saya hahaha. jangan semakin gila kamu Agus, kehancuran kamu karena kesalahan kamu sendiri, sadar diri woy jadi orang hahaha." Ledek Wulan semakin ledekin Agus, Wulan ketawa melihat Agus semakin gila karena kesalahan sendiri, tapi menyalah kan orang lain.


Agus cuman bisa diem mendengar hinaaan Wulan, Agus bilang ke Wulan dia sendiri yang bayar biaya Wulan di rumah sakit Agus sama sekali tidak peduli, membuat Wulan nangis histeris mendengar Agus sama sekali tidak mau membantunya

__ADS_1


Dilain sisi, Bowo kasih tahu Nesya apa saja yang harus Nesya kerjakan, dan bagaimana mengoperasikan komputer.


" Saya yakin, kamu pasti bisa kok Nesya, saya akan membantu kamu" Ucap Bowo, merasa bersyukur karena Nesya akhirnya mau menjalankan perusahaan seutuhnya.


" Iyah Bowo, terimakasih yah atas bantuannya, terus kapan saya diresmikan memimpin perusahaan?" Tanya Nesya semakin tidak sabar untuk memimpin perusahaan seutuhnya.


" Dua Minggu lagi yah, soalnya kan banyak yang harus disiapkan untuk acara pengangkatan jabatan kamu." Lanjut Bowo, Bowo akan berusaha untuk membantu Nesya supaya bisa menjalankan perusahaan semaksimal mungkin.


" Saya pasti datang Nesya saat acara pengangkatan kamu, selamat yah akhirnya perusahaan ini dipimpin oleh kamu, semoga semakin membaik perusahaan ini di mimpin kamu." Ucap Santoso berharap Nesya bisa bekerja secara profesional, dan membuat perusahaan semakin sukses.


" Amin amin, kalian bertiga selalu dibelakang saya yah, supaya saya semakin semangat menjalani perusahaan ini." Lanjut Nesya berharap mampu menjadi pemimpin yang, mampu membuat perusahaan semakin berkembang.

__ADS_1


Radit janji akan selalu bantu Nesya kapan pun Nesya membutuh kan bantuannya Radit, Radit tidak akan membuat Nesya sendirian menjalan kan perusahaan


__ADS_2