
Nesya yang mulai merasa tidak betah di ganggu Agus terus menerus, merencanakan untuk melanjutkan kerjain Agus supaya laki laki itu semakin sengsara.
" Sudah bagus aku bantu dia dengan pinjaman modal dia jualan, bukannya move on dan fokus dengan kehidupan barunya. ini terus menerus ganggu aku. aku tidak betah diganggu terus menerus seperti ini." Protes Nesya kesal, karena Agus sama sekali tidak nyerah.
" Sudah waktunya Agus bayar hutang sayang, kita bisa membuat dia semakin susah bagaimana? dia dikasih bantuan justru tidak ada perkembangan kehidupan dia juga kan?" Tanya Radit yang ingat kan Nesya soal hutangnya Agus.
" Bener juga sayang, baik lah nanti akan aku minta Santoso untuk urusnya dan kalo perlu langsung bawa bodyguard supaya Agus menyerah, karena seenaknya tidak mengembang kan jualannya kan." Lanjut Nesya yang ingin Santoso bertindak keras ke Agus, supaya tidak seenaknya dan leha leha seperti ini.
" Lakukan saja sayang, aku siap membantunya, sudah jangan memikirkan Agus terus, sekarang kita fokus kerja dulu yah, dari pada memikirkan orang yang tidak penting." Lanjut Radit, yang tidak ingin Nesya pusing dan sedih karena emosi mengurusi Agus.
Nesya melihat Radit dan ngangguk setuju, lebih baik fokus bekerja dari pada ngurusin Agus yang cuman masa lalu yang tidak penting sama sekali.
__ADS_1
Dilain Sisi, Wulan setelah dari pasar mencoba untuk masak, karena Nesya minta Wulan untuk bisa masak, jika masakan enak akan dimakan Nesya jika sebaliknya Wulan habis kan tanpa dibuang sama sekali.
" Harus hati hati masukin bumbu yah, supaya masakannya enak, itu ada buku panduan jadi memudah kan kamu untuk masak." Ucap Bik Sum, merasa lega karena semenjak ada Wulan pekerjaannya jauh lebih ringan dan cepat selesai.
" Baik bik, akan saya coba masak yah bik, kalo bukan Nesya satu satunya orang yang saya kenal, malas sekali masak bik lebih enak tinggal beli dan lebih praktis lagi kan." Ucap Wulan dengan santainya.
" Iyah memang praktis, tapi lebih mahal lah. satu makanan misalnya lima puluh ribu coba kalo kamu masak sendiri lima puluh ribu bisa tiga kali makan dengan satu menu yang sama kan." Protes Bik Sum, tidak terima dengan alasan Wulan.
" Huh, dasar cari capeknya itu sih, yah sudah nih bik tolong di cuci yah, saya mau kupas cabe.
" Enak sekali Radit bajunya sampai di cuciin dan di setrika juga oleh bik Sum, huh itu ibu ibu ngambil kesempatan sekali sih tidak masak sama sekali." Lanjut Wulan sambil melihat bahan masakan, Nesya minta masakan untuk malam hari, ikan bakar, sayur asem, dan sambel.
__ADS_1
Wulan langsung cuci ayam dan ikan sebelum dimasukin kedalam kulkas, Wulan merasa jijik melihat ayam dan ikan mentah seperti ini. tapi jika tidak dibersihkan bisa bisa Nesya marah marah.
Dilain sisi, Agus semakin frustasi karena Nesya susah dibujuk sama sekali, Agus melihat mobilnya Bowo baru datang ke kantor. membuat Agus tungguin Bowo keluar dari mobilnya.
" Ada apa, anda ke kantor?" Tanya Bowo pura pura, karena tadi Nesya sudah telefon jika di kantor ada Agus.
" Saya bener bener butuh bantuan kamu, kamu semenjak dibawah pimpinan Nesya berubah jadi orang yang sombong, kamu dulunya tidak seperti ini." Ucap Agus sengaja memuji Bowo supaya mau membantunya lagi.
" Anda salah pak, saya seperti ini bukan karena Nesya tapi karena anda sendiri, anda lupa akan kesalahan anda sendiri dan sekarang menyalahkan Nesya, atas perubahan sikap saya ke anda. kalo bicara dulu, kalo bukan karena bantuan Nesya sekarang saya pengangguran pak, nasip saya sama seperti anda." Tegas Bowo tidak terima jika perubahan sikapnya ke Agus karena Nesya sekarang memimpin perusahaan
" Dulu saya buta karena Wulan, dan sekarang saya sadar kesalahan saya, saya ingin mengubah semuanya, Wulan sudah saya buang begitu saja setelah dia keguguran." Lanjut Agus meyakinkan Bowo.
__ADS_1
" Penyesalan memang menyakitkan pak, anda harus bangkit pak, jangan seperti ini terus lama lama anda bisa gila karena ambisi anda untuk kembali bersama Bu Nesya dan kehidupan anda kembali normal. jangan mimpi terlalu lama karena sekarang di kehidupan Nesya ada Radit jadi Otomatis Nesya semakin menolak ajakan anda." Lanjut Bowo, Bowo menepuk bahunya Agus. Bowo pamit masuk kedalam kantor sebelum Nesya marah.
Agus nunduk menyesali perbuatannya di masa lalu, Agus akhirnya pasrah untuk pulang karena paksa untuk ketemu Bowo lagi akan sia sia.