Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Aku mau beli rumah


__ADS_3

Wulan dengan manja membiarkan Agus meluk dirinya dari belakang, menikmati pemandangan indah di pantai Bali. Agus turutin apapun keinginan Wulan.


" Sayang, barang apa yang kamu ingin kan selama ini?" Tanya Agus, Agus menikmati udara yang sejuk dan angin sepoy sepoy


" Aku mau beli rumah mas, rumah yang besar, oh yah kapan kita menikah mas? supaya aku bisa selalu bersama kamu mas, dua puluh empat jam? aku ingin sekali menjadi istri kamu walaupun jadi istri kedua?" Tanya Wulan, Wulan membalikan badannya dan menatap Agus sambil memeluk lehernya Agus.


" Baik lah, kita nikah sirih saja yah sayang, aku belum siap si buruk rupa tahu tentang hubungan kita, karena akan bahaya harta aku bisa hilang kalo orang tua aku tahu aku selingkuh Bahakan sampai menikah.' Lanjut Agus, Agus masih ingat ancaman orang tuanya melarang mengkhianati pernikahannya bersama Nesya.


" Baik lah, aku mengerti sayang, menikah sirih juga tidak masalah, yang penting hubungan kita jadi resmi sayang, dan aku bahagia bisa jadi istri kamu juga." Lanjut Wulan bahagia, Wulan mencium Agus saking bahagianya.


" Baik lah, asisten aku yang akan urus surat surat kita, setelah pulang dari sini kita akan menikah sayang." Lanjut Agus, Agus ikut seneng akhirnya hubungannya bisa resmi juga, dan bisa lebih leluasa ketemu Wulan.


' Kita akan beli rumah untuk kita sayang.' Sambung Agus melihat Wulan, dan melanjutkan mencium Wulan


Wulan merasa bahagia karena rencana awalnya berhasil, Wulan perlahan lahan akan menguasai Agus dan meminta Agus meninggalkan Nesya.


Dilain sisi, Radit tidak sengaja melihat Nesya cuman memakai handuk, Radit yang ingin kasih tahu kalo ruko nya sudah direnovasi, dengan seenaknya masuk kedalam kamarnya Nesya.


" Maafkan saya Nesya, seenaknya masuk kedalam kamar." Ucap Radit gugup sekaligus keringet dingin.


" Iyah tidak masalah Radit, ada apa kesini? saya yakin kamu laki laki baik kan?" Tanya dan tegas Nesya, sejujurnya Nesya sangat takut Radit macem macem

__ADS_1


" Iyah Nesya, saya tidak akan memaksa kamu, oh yah saya kesini kasih tahu kamu kalo ruko sudah di renovasi hari ini. sekali lagi maafkan saya." Lanjut Radit gugup, Jiwa laki lakinya Radit meronta ronta melihat Nesya yang putih dan bersih, dari pada tersiksa lebih baik langsung pergi dari pada memaksa yang bukan hak nya.


" Astaga Nesya ceroboh sekali sih, mandi tidak mengunci pintu kamar sendirian." Batin Nesya menyesal sekaligus malu karena membuat Radit melihat dirinya pakai handuk saja.


Dilain sisi, Agus melihat paparbage Wulan, Agus geleng geleng kepalanya melihat belanjaan Wulan yang sangat banyak, berbeda dengan Nesya setiap diajak belanja tidak pernah belanjaannya sebanyak Wulan.


" Mungkin begini kali yah, cewek fashion beda dengan cewek kampungan, yang belanja seperlunya tidak seperti Wulan. ah biarlah yang terpenting Wulan bahagia diajak jalan jalan." Batin Agus, padahal baru sehari pergi sudah ada dua puluh paparbage, Agus membayangkan selama enam hari kedepannya.


Dilain sisi, semenjak kejadian didalam kamar, Radit terus melamun membayangkan hal hal liar yang seharusnya tidak boleh dilakukannya.


" Tuan bodoh, mengabaikan nyonya cuman karena nyonya memakai daster dan tidak makeup saja, padahal nyonya itu cantik, putih, dan bersih. dipoles sedikit saja sudah terlihat sempurna." Batin Radit menyangkan sikapnya Agus yang bener bener cuek ke istrinya sendiri.


" Radit, kita lihat ruko yah sekarang?" Tanya Nesya tiba tiba datang jalan ke halaman belakang rumah


" Nesya kamu tidak mau ganti baju kamu? dan mulai merias wajah kamu?, katanya mau berubah penampilan kamu? kamu mau buka butik loh harus tahu fashion Nesya?


"Tanya Radit memberikan banyak pertanyaan ke Nesya, supaya Nesya mau mulai merubah penampilannya.


" Baik lah Radit, saya ganti baju dan mulai merias wajah saya, tunggu sampai saya selesai yah. terimakasih sudah mengingat kan saya." Lanjut Nesya merasa malu, semenjak kejadian didalam kamar Nesya enggan memakai baju yang seksi.


" Baik lah, selama apapun akan saya tunggu, sampai hasilnya bagus dan rapih." Lanjut Radit pasrah, karena tidak berani juga memarahi Nesya yang lama makeup, mau bagaimana pun Nesya tetap majikannya.

__ADS_1


Sejam kemudian, Nesya sudah selesai dengan penampilan barunya, Radit yang melihat fashion barunya Nesya langsung senyum bahagia.


" Kamu tuh cantik Nesya, dengan penampilan seperti ini terlihat lebih cantik kan, pertahan kan yah karena kamu kan mau jualan baju dan aksesoris perempuan, jadi harus bisa seperti ini terus." Puji Radit terus terang


" Terimakasih Radit, apa ada tuan saya seperti ini juga?" Tanya Nesya tersipu malu, dengan cara Radit menatapnya.


" Tidak usah Nesya, kamu seperti ini dibelakang tuan saja, sampai kamu bener bener berkembang toko kamu, baru kasih tahu penampilan baru kamu, supaya tuan menyesal mengabaikan kamu." Lanjut Radit, Radit melihat Nesya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Dilain sisi, Agus temani Wulan ke salon, lagi lagi Wulan meminta Agus menemani dirinya ke salon, padahal baru kemarin ke salon sudah ke salon lagi.


" Sayang, tunggu sebentar yah, aku mau perawatan kulit dulu yah, supaya semakin bersih." Ucap Wulan, Wulan melihat katalog salon.


" Iyah sayang, aku tunggu disini yah." Ucap Agus lagi lagi memaklumi kebiasaannya Wulan.


" Biarin lah Agus, dia seperti ini juga demi memanjakan mata kamu juga kan, jangan kesel dan menyesal, apa lagi nanti setelah menikah, sabar dan wajar perempuan seperti ini." Batin Agus menyemangati diri nya sendiri.


Dilain sisi, Nesya mulai mencari cari toko supplier aksesori, yang bisa didatanginya nanti untuk dibeli Nesya.


" Kamu tenang saja, kalo takut tuan tahu, saya yang akan belanja, kamu kasih tahu saja apa saja yang harus dibeli untuk dijual nantinya." Ucap Radit yang faham kekewatirannya Nesya.


" Iyah Radit, terimakasih sudah mau bantuin saya sejauh ini yah, dan maaf selalu merepotkan kamu." Ucap Nesya merasa bahagia sekali, karena Radit selalu ada untuknya terutama untuk bangkit dari keterpurukannya

__ADS_1


" Sama sama, sudah kewajiban saya membantu kamu kok, jadi santai saja, apapun yang bisa saya bantu pasti akan saya bantu kok Nesya." Lanjut Radit yang dengan senang hati membantu Nesya


Nesya senyum bahagia melihat Radit, sejujurnya Nesya mulai nyaman didekat Radit. Nesya berusaha fokus menjelaskan barang barang yang akan dijualnya, dan tidak mau memperlihatkan kalo dirinya sangat gugup didekat Radit.


__ADS_2