Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Apa gaya pacaran kita dengan kebebasan sayang


__ADS_3

Nesya ngajak Radit untuk kenalan langsung ke orang tuanya, Nesya menitip kan perusahaan ke Bowo, selama Nesya mempersiapkan pernikahannya bersama Radit bersama kedua orang tuanya.


" Jangan sungkan seperti itu Nesya, saya sudah terbiasa menjalan kan perusahaan sendiri kok. Santai saja pulang kampung bersama Radit" Ucap Bowo berusaha santai, tidak ingin melarang Nesya mempersiapkan pernikahannya bersama Radit


" Terimakasih banyak yah, yah sudah saya dan Radit langsung jalan ke Tasik yah." Ucap Nesya yang merasa lega karena Bowo mau hendel sendiri perusahaannya


" Sama sama, oh yah apa mau bawa bodyguard?" Tanya Bowo yang takut Nesya butuh apa apa disana, kasih saran ajak bodyguard


" Boleh juga, rencananya kita mau ajak calon mertua tinggal di sini, supaya tidak jauh lagi dari anak dan menantunya." Lanjut Radit yang ingin orang tuanya Nesya bisa tinggal bersama di Jakarta


" Kita butuh dua bodyguard deh, takutnya butuh bantuan apa begitu kan selama disana" Lanjut Nesya yang rencana nya mau urus surat pindah dan sebagainnya, supaya orang tua nya tidak usah bulak balik ke Tasik lagi

__ADS_1


" Beres Bu bos, tunggu saja yah, mereka akan nyusul kesini. Bagaimana sambil menunggu mengerjakan pekerjaan kantor dulu" Lanjut Bowo nyengir kuda


" Tentu boleh, yah sudah jika bodyguard sudah sampai sini, kasih tahu yah." Lanjut Nesya santai tidak protes, karena pekerjaan kantor adalah tanggung jawabnya yang harus dikerjakan sebelum pergi


" Nesya memang baik, mau direpotkan sebelum pergi, tidak seperti Agus harus adu argumentasi walaupun akhirnya saya yang ngalah." Batin Bowo merasa bangga karena Nesya bisa profesional dalam pekerjaannya.


" Saip komandan" Lanjut Bowo senyum bahagia dan lega karena Nesya tidak sepenuhnya meninggal kan tanggung jawabnya , langsung keluar dari ruangannya Nesya dan jalan menuju ruangannya


" Sayang, kenapa melihat aku seperti itu?" Tanya Wulan heran karena Agus memperhatikan Wulan tidak seperti biasanya


" Apa gaya pacaran kita dengan kebebasan sayang? Jadinya ada barang barang kamu disini?" Tanya Agus langsung terus terang

__ADS_1


" Iyah sayang, kamu paling suka pacaran yang bebas sayang, tidak suka pacaran yang biasa saja sayang, oleh karena itu barang barang aku ada disini sayang" Ucap Wulan yang tidak ingin cerita yang sebenarnya, takut Agus tidak bisa menerima kenyataan nya


" Jangan difikirkan Agus, tapi di jalan kan saja ke hidupan kalian selama disini, sampai kalian resmi menikah yah, oh yah di dapur sudah lengkap bahan masakan kalian, tinggal masak sendiri yah." Ucap Santoso yang turutin keinginan Bryn supaya dapur nya Agus penuh dengan bahan masakan


" Baik lah saya tidak akan memikirkan apapun, yah sudah kita kedalam kamar yah, saya mau istirahat, terimakasih Santoso selalu mau saya repot kan" Ucap Agus yang menerima saja apapun yang disampaikan Santoso barusan


" Oke deh, saya kembali ke kantor kalo begitu" Lanjut Santoso yang berharap Wulan mau jadi istri yang tidak banyak protes supaya Agus tidak marah marah lagi


" Hati hati dijalan Santoso, terimakasih untuk semuanya yah" Lanjut Wulan bahagia karena harus tinggal di apartemen setidaknya tempat tinggal yang masih layak untuk kehidupan Agus bersama Wulan.


Santoso langsung jalan keluar apartemen dan meninggal kan Agus dan Wulan tinggal di apartemen, diam diam Santoso pasang beberapa cctv di setiap sudut ruangan untuk melihat kegiatan sehari harinya Agus bersama Wulan.

__ADS_1


__ADS_2