
Agus memulai dengan harapan, pertama kalinya melamar pekerjaan di perusahaan perusaahan, Agus sudah pasrah mendapatkan pekerjaan apapun yang penting bisa makan dan punya tempat tinggal.
" Ayah, semangat yah untuk hari ini, aku berharap ayah mendapatkan pekerjaan, karena kita butuh tempat tinggal ayah." Ucap Wulan, Wulan merapihkan dasi Agus.
" Insya Allah, doakan aku yah sayang, mendapatkan pekerjaan untuk kita bertiga makan dan tempat tinggal yang layak." Ucap Agus, Agus tidak ingin hidup susah lama lama
" Itu sudah pasti sayang." Lanjut Wulan senyum bahagia, Wulan tidak ingin marah banyak ngeluh, karena kasihan Agus semakin stres menghadapi istri yang banyak maunya.
Wulan mengantar kan Agus ke depan pintu apartemen, membiarkan Agus mencari pekerjaan apapun yang penting tidak hidup susah.
Dilain sisi, Nesya dan Radit belanja bahan untuk membuat baju untuk butiknya, Radit sengaja minta Nesya untuk naik motor untuk belanja bahan.
" Nanti bawanya repot dong Radit, sudah bawa mobil saja yah, soalnya kan belanjaannya cukup banyak nantinya." Ucap Nesya, Nesya tidak mau bahannya nanti rusak karena dibawa pakai motor.
" Yah sudah deh pakai mobil, saya yang bawa yah. kamu pasti lelah kan sampai malam membuat baju kan." Ucap Radit, Radit kasih jaket untuk Nesya.
" Yah sudah, terimakasih yah jaketnya." Lanjut Nesya, Nesya merasa bahagia sekali karena Radit terus menerus memberikan perhatiannya untuk Nesya.
__ADS_1
Dilain sisi, Bowo mendapatkan kabar kalo Agus lagi berusaha mencari pekerjaan, membuat Bowo merasa kasihan karena Agus harus susah payah mencari pekerjaan.
" Padahal kalo saja tidak seenaknya ke Bu Nesya, tidak selingkuh, dan tidak prioritas kan Bu Wulan. hidup kamu masih enak sampai sekarang Agus. tidak harus bersusah payah seperti ini." Ucap Bowo, Bowo menyayangkan sikapnya Agus yang seenaknya selingkuh tapi tidak bisa mengatur waktu membuatnya sekarang hidup sengsara.
Bowo memasukan handphone kedalam jasnya, dan siap siap berangkat kerja. Bowo memerintah kan bodyguard untuk selalu mengawasi Agus dan Wulan, maupun bagaimana pun Agus adalah sahabat kecilnya seresenya Agus tidak membuat Bowo tidak peduli ke Agus sama sekali.
Dilain sisi, Agus masuk ke perusahaan sahabatnya, Agus berharap mendapatkan pekerjaan dari sahabatnya karena sekarang Agus sama sekali tidak memiliki apapun.
" Selamat pagi, apa ada pak Sentosa?' Tanya Agus ke bagian resepsionis
Agus langsung jalan menuju lift, dan ke ruangannya Sentosa, saat sampai di ruangannya Agus dipersilahkan masuk ke ruangannya Sentosa.
" Agus, saya prihatin dengan berita kamu bangkrut." Ucap Sentosa, Sentosa sudah tahu kebangkrutan Agus dan perusahaan bangkit kembali berkat bantuan Nesya, tapi Sentosa diminta merahasiakan dari Agus.
" Iyah Sentosa, sekarang saya tidak punya apapun lagi. istri saya lagi hamil lagi, kasihan dia sekarang, saya butuh pekerjaan." Ucap Agus lirih, karena tidak bisa menolak keinginan Wulan dimasa lalu.
"Nesya hamil? masa Nesya bisa bangkrut sih parahnya kamu Agus, itu kan perusahaan yang dikasih papi kamu untuk Nesya." Lanjut Sentosa sengaja, Sentosa sudah tahu semua masalah Agus dari Bowo langsung.
__ADS_1
" Bukan Nesya, sampai sekarang saya tidak tahu dimana Nesya berada, kalo ada Nesya tidak akan hidup saya susah seperti ini. saya menikah lagi dan istri kedua saya lagi hamil lagi." Lanjut Agus, Agus tidak cerita kalo selama ini sudah nikah dengan Wulan.
" Nikah, kok bisa nikah lagi tapi saya tidak tahu? pantas saja Nesya kabur dari rumah, perempuan mana sih yang mau dimadu, apa lagi Nesya yang punya kendali atas perusaahan kamu. tanpa Nesya kamu tidak bisa kembalikan perusahaan kamu." Lanjut Sentosa sengaja, Sentosa di minta bantuan untuk membuat Agus semakin drop dan menyesal atas perbuatannya.
" Iyah bro, yah sudah sekarang saya ke sini karena butuh pekerjaan bro, buat biaya hidup saya dan istri saya, saya juga tidak punya tempat tinggal sama sekali." Lanjut Agus, Agus menyesal sudah seenaknya ke Nesya selama ini dan tidak bisa menghargai Nesya karena penampilan Nesya yang culun, bahkan dengan tega menduakan cinta Nesya.
" Untuk saat ini belum ada lowongan yang pantas untuk kamu bro, cuman ada lowongan pekerjaan OB saja bro. masa mantan CEO terkenal mau kerja sebagai OB kan?" Tanya Sentosa sengaja, Sebenernya Sentosa membutuhkan wakil CEO dan Agus memenuhi kriteria untuk menjadi wakil CEO. karena permintaan Nesya membuat Sentosa menawarkan pekerjaan sebagai OB.
" Astaga rendah sekali, masa jatuh lebih parah sih bro, yang bener saja sih, astaga apa kata client kamu jika melihat saya bersih bersih kantor kamu. atau saya pinjam modal deh untuk buka usaha bagaimana bro?" Tanya Agus, Agus masih mending pinjam uang dari pada merendahkan harga dirinya menjadi seorang OB.
" Pinjam modal? berapa?" Tanya Sentosa, masih mending membantu Agus dengan cara pinjaman modal dari pada kasih pekerjaan.
" Lima ratus juta bro, bagaimana?" Tanya Agus, Agus tidak tahu mau buka bisnis apa, cuman cara ini yang lebih baik dari pada susah cari kerjaan.
" Tunggu kabar dari saya, kapan saya kasih pinjaman modalnya, saya bahas dulu ke istri saya bro." Lanjut Sentosa sedikit berbohong, Sentosa akan membahas pinjaman modal yang diinginkan Agus ke Nesya mau bagaimana pun Sentosa pernah dibantu oleh Nesya. karena Nesya dirinya mendapatkan banyak client
" Oke bro, saya tunggu kabar baiknya yah." Lanjut Agus, Agus bersyukur karena Sentosa mau membantunya, walaupun dengan pinjaman modal itu lebih baik dari pada menerima tawaran pekerjaan sebagai OB
__ADS_1