
Nesya dan Radit siap siap melakukan kewajibannya setelah menikah, Nesya merasa gugup sekali karena sudah lama tidak melakukan kewajibannya sama sekali.
" Sayang, apa sudah siap?" Tanya Radit sudah mulai pemanasan, karena Radit melihat Nesya gugup.
" Aaaahh, sudah siap sayang, mulai sekarang panggilan kita di ganti yah. aaaahh"Desa han Nesya mempererat pelukannya.
" Boleh sayang, kamu mau nya aku panggil apa nih?" Tanya Radit naik naik ke puncak gunung, sambil melihat Nesya.
" Papah dan mamah, bagaimana menurut mamah? apa mamah mau dipanggil seperti itu?" Tanya Radit yang semakin semangat melakukan pemanasan sebelum olahraga dimulai.
" Boleh papah sayang, boleh sekali sayang, aaaahh papah sayang, kita mulai saja yuk olahraganya." Desa han Nesya yang semakin cetar membahana
__ADS_1
Radit ngajak Nesya untuk rebahan, supaya mulai olahraga bersama. olahraga pertama yang di lakukan oleh Radit dan olahraga yang dirindukan oleh Nesya selama ini.
Dilain sisi, Agus setelah mendengar masa lalu nya yang kejam sebagai seorang suami, membuat Agus merasa menyesal sudah mengabaikan istri pertamanya, tapi bahagia karena istri keduanya mau. berubah lebih baik lagi, membuat Agus merasa bersyukur melihatnya.
" Sayang, air panasnya sudah siap, hayo mandi dan aku bantu yah sayang mandinya." Ucap Wulan sambil dorong kursi rodanya Agus, jalan menuju kamar mandi.
" Sayang, kapan yah aku bisa ketemu dengan Nesya dan minta maaf secara langsung ke dia? walaupun aku tidak ingat sama sekali, tapi dari cerita kamu, bisa aku simpulkan Nesya selama ini sakit hati dan menderita hidupnya karena aku." Ucap Agus melihat Wulan, yang bantuin Agus untuk membersihkan punggung belakangan nya.
" Iyah sayang, aku merasa bersalah sekali, walaupun percuma tapi sebagai bentuk rasa penyesalan aku yang egois." Lanjut Agus yang tidak malu mengakui kesalahannya di masa lalu.
" Baik lah, akan aku antar besok yah." Lanjut Wulan bahagia karena Agus bener bener sudah berubah tidak seperti dulu lagi
__ADS_1
Wulan pelan pelan bantuin Agus duduk di kursi roda setelah selesai bantuin Agus pakai bajunya, Wulan ajak Agus untuk ke dapur karena mau masak makan malam.
Dilain sisi, Radit senyum bahagia karena akhirnya sudah resmi menjadi suaminya Nesya, bener bener bisa menjaga dan membahagiakan Nesya seutuhnya.
" Pah, setelah toko ditutup semua barang barang papah di pindahin ke rumah ini yah, kan kita sudah resmi menikah." Ucap Nesya bener bener merasa bahagia karena akhirnya tidak merasa sendirian lagi
" Iyah mah, nanti aku bawa semuanya yah, dan di taro di kamar ini, supaya mamah bisa siapin baju untuk aku besok." Ucap Radit bahagia, karena sudah bisa temani Nesya
" Oke deh, oh yah ke depan yuk, tidak enak masih jam segini tapi kita betah di dalam kamar seperti ini sayang." Lanjut Nesya yang merasa bahagia, karena sudah bisa bermanja-manja bersama Radit
" Belum jam makan sayang, bunda dan ayah pasti faham kok kenapa kita lama di kamar seperti ini, aku masih betah sayang.' Lanjut Radit yang masih betah berlama lama didalam kamar, bersama Nesya karena baru menikah dan mau menikmati malam pertama lebih lama
__ADS_1
" Baik lah sayang" Lanjut Nesya pasrah, Nesya menikmati setiap gerakan yang diberikan oleh Radit, membuat Nesya juga ikutan betah berlama lama didalam kamar.