Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Kalian kapan nikah, jangan kelamaan pacaran


__ADS_3

Radit ngajak Nesya dan orang tuanya untuk pulang karena sebentar lagi Radit kembali ke butik sedang kan Nesya harus ke kantor.


" Terimakasih yah nak Radit, sudah ajak bunda dan ayah jalan jalan pagi ini." Ucap bunda nya Nesya bahagia karena sudah di ajak jalan jalan bersama calon menantunya.


" Sama sama bu, saya bahagia sekali bisa jalan jalan bersama kalian pagi ini. jika ayah dan bunda mau jalan jalan pagi lagi bilang saja ke Radit, pasti Radit temani kalian tentunya bersama Nesya."Ucap Radit melihat Nesya yang yang sibuk dengan handphone nya


" Oh Iyah, Kalian kapan nikah, jangan kelamaan pacaran. biar kita bisa nimbang cucu nya tidak kelamaan juga?" Tanya Ayah nya Nesya yang sudah menginginkan punya cucu, karena dari pernikahan sebelumnya Nesya belum memberikan nya cucu


" Radit sih terserah Nesya saja, jika mau sekarang juga bisa saja, nikah secara agama saja dulu, sampai proses nikah resmi selesai baru kita nikah lagi secara agama dan negara." Lanjut Radit pegang tangannya Nesya, supaya Nesya setuju dengan keinginannya


" Tidak ada salahnya juga sih, lagian nikah resmi juga kan prosesnya lama juga, bagaimana nak apa mau menikah sekarang? nikah secara agama dulu?" Tanya bunda nya Nesya yang sudah tidak sabar memiliki menantu

__ADS_1


" Yah sudah boleh deh, untuk hari ini, kita saja dulu yang hadiri yah, baru undang semua rekan kerja kita. Nesya juga sudah tidak sabar mau membina rumah tangga bersama Radit." Ucap Nesya tersipu malu, karena Radit mempercepat pernikahannya.


" Yah sudah sekarang kita ke kantor KUA sekarang" Teriak bunda nya Nesya bahagia karena akhir nya anaknya menikah juga, walaupun secara agama.


" Oke bunda hayo kesana sekarang" Lanjut Radit bahagia, karena pernikahannya di percepat


Nesya nunduk malu karena orang tuanya bahagia sekali karena Nesya dan Radit beneran menikah hari ini juga. Radit yang melihat Nesya tersipu malu, langsung merangkul bahunya Nesya saking bahagianya, karena sebentar lagi resmi menikah.


" Bawa makanan apa sayang?" Tanya Agus melihat Wulan bawa bungkusan makanan


" Ikan pepes, sayur SOP, dan daging. sebentar yah aku siap kan dulu." Ucap Wulan langsung pindahin makanan yang sudah dibelinya.

__ADS_1


" Sayang, kemarin masuk bunda nya Nesya apa, jika kamu merebut aku dari Nesya? dan bilang kamu sengsara karena karma kamu sudah jahat dengan Nesya? apa ada rahasia yang tidak aku tahu? atau itu adalah masa lalu aku?" Tanya Agus menatap Wulan yang sibuk menata makanan.


" Sekarang makan dulu, tidak usah fikirkan apa yang kamu dengar kemariin yah sayang, sekarang kita nikmati makan siang saja." Lanjut Wulan yang tidak ingin membahas masa lalunya, karena bagi Wulan masa lalu adalah kenangan yang harus dilupakan, yang terpenting masa depan bersama Agus apa lagi dengan kondisi Agus yang sekarang.


" Tapi aku mau tahu sayang, tolong ceritakan semuanya? aku rela mendengar masa lalu aku yang tidak baik sayang, karena aku merasa tidak enak mendengar, orang marahin kamu karena masa lalu aku sayang" Lanjut Agus pegang tangannya Wulan supaya Wulan mau terus terang dengan masa lalu nya.


" Setelah aku pulang kerja, aku janji akan cerita kan semuanya yah. sekarang kita makan karena sebentar lagi aku akan kembali kerja sayang." Lanjut Wulan pasrah, karena tidak tega melihat Agus seperti ini, memohon untuk dikasih tahu tentang masa lalunya.


" Yah sudah aku setuju sayang, aku akan menunggu kamu pulang." Lanjut Agus pasrah, Agus mulai makan, makanan yang dibawa oleh Wulan.


Wulan melihat Agus mulai makan langsung duduk di kursi dan mulai ikut makan, suasana makan siang terasa hampa karena tidak ada yang bicara sama sekali, karena Agus sibuk dengan pikiran nya sendiri, sedang kan Wulan ragu untuk terus terang karena takut terjadi apa apa selah Wulan cerita semuanya ke Agus.

__ADS_1


__ADS_2