
Radit semakin lama semakin mencintai Nesya, Radit ingin sekali menyatakan cinta nya ke Nesya tapi Radit sadar statusnya Nesya masih istri nya Agus.
" Kapan yah Nesya bercerai dengan Agus, rasanya ingin secepatnya menyatakan cinta ke Nesya." Batin Radit, Radit senyum bahagia melihat Nesya yang sibuk menjahit diruangannya
" Ada apa Radit? kenapa kamu berdiri saja didepan pintu?" Tanya Nesya aneh melihat Radit bukannya masuk keruangan nya justru cuman berdiri saja
" Saya tadi tidak sengaja melihat Agus jadi tukang parkir, sepertinya Agus bener bener tidak punya uang sama sekali" Ucap Radit, Radit tadinya mau beli makanan untuk Nesya tapi tidak jadi, karena melihat Agus.
" Seriusan? kasihan sekali dia, teman temennya sama sekali tidak ada yang peduli ke Agus, padahal dulu dia sering sekali ketemu temen temennya. ternyata lagi susah seperti ini, pada cuek sama sekali" Ucap Nesya senyum meledek Agus, temen temennya sama sekali tidak peduli.
" Beneran, mau lihat kelihatan sekali wajah kelelahannya. tapi yah itu lah orang yang sudah mendapatkan hidup enak justru mengabaikan demi turutin keinginan manja madunya, yah jadi seperti ini deh." Lanjut Radit, Radit tahu, jika Agus selalu diminta Wulan untuk menemaninya di rumah dan dilarang ke kantor sama sekali.
__ADS_1
" Nah itu dia, sekarang terima akibatnya istri dimanja keterlaluan, jadi sengsara sendirian." Lanjut Nesya merasa bersyukur, karena saat Agus bangkrut Nesya semakin yakin untuk pisah dari Agus.
Nesya melanjutkan jahit bajunya, Nesya membiarkan Radit ada di ruangannya. Nesya tidak merasa risih satu ruangan bersama Radit.
Dilain sisi, Agus merasa bahagia sekali, akhirnya bisa beli makanan untuk Wulan dan Agus sendiri, pengalaman pertama kali jadi tukang parkir malam malam.
" Lelah juga, besok harus menyebar surat lamaran pekerjaan, supaya bisa memenuhi kebutuhannya Wulan. kasihan lagi hamil harus hidup susah seperti ini." Ucap Agus, Agus merasa tidak berdaya setelah Nesya meninggal kan hidupnya.
" Ayah kerja apa?" Tanya Wulan melihat Agus, yang pergi Ber jam jam dan pulang bawa nasi bungkus
" Jadi tukang parkir, habisnya malam malam mau kerja apa kan, besok ayah bakal cari kerjaan sayang." Ucap Agus, Agus menikmati ayam yang dibeli nya
__ADS_1
" Jangan lama lama yah, soalnya kan kita butuh makan, dan kebutuhan lainnya, apa lagi kita kan tidak bisa tinggal lama lama disini kan." Lanjut Wulan sedih, karena setelah ini bakal hidup lebih susah lagi, Wulan merasa sedih karena kehidupanya sama seperti awal pindah ke kota Jakarta.
***********************&&&&&&&&&************
Nesya siap siap untuk ke kantor untuk pertama kalinya, Sekarang perusahaan Agus sepenuhnya Nesya yang mengerjakannya karena Agus sudah dibuat bangkrut.
" Akhirnya perusahaan ayah mertua bisa diselamatkan, Alhamdulillah sekali awal pernikahan ayah mertua memberikan banyak uang jadi bisa dipakai untuk menolong perusahaan." Ucap Nesya merasa bersyukur karena bisa menyelamatkan perusahaan yang pasti susah payah didirikan.
Dilain sisi, Bowo menyiapkan acara untuk peresmian Nesya sebagai CEO pengganti Agus, Bowo merasa bersyukur karena Nesya bisa mengerjakan pekerjaannya Agus selama ini.
untungnya Nesya bisa menguasai pekerjaannya Agus, kalo tidak kan bahaya juga perusahaan pemimpinnya tidak menguasai." Ucap Bowo, Bowo memeriksa berkas berkas yang dibutuhkan untuk acara pengangkatan jabatannya Nesya.
__ADS_1