
Agus yang merasa pusing memilih tidur di ruang tamu, tanpa alas sama sekali, saat Agus mau tidur melihat mobilnya Santoso terparkir sempurna di kontrakannya. membuat Agus langsung berdiri dan menyambut kedatangan Santoso
" Mau apa kamu kesini?" Tanya Agus penasaran, karena sudah lama Santoso tidak ke kontrakannya
" Sudah sebulan Agus, sudah waktunya kamu bayar hutang ke saya. cicilan pertama." Ucap Santoso sebenarnya tidak tega tagih hutang ke Agus, tapi karena Nesya yang minta membuat Santoso langsung menjalankan perintahnya Nesya.
" Saya belum bisa bayar, nanti sih bayarnya karena saya belum jualan sama sekali tahu." Ucap Agus yang tidak bisa fokus jualan karena urusan pribadi yang membuat Agus tidak bisa fokus
" Itu bukan urusan saya Agus, urusan saya untuk tagih hutang kamu ke saya, sudah saya bilang kan jika kamu tidak bisa bayar hutang, dikenakan bunga." Tegas Santoso, Santoso membawa surat perjanjian.
__ADS_1
" Permisi pak, saya mau tagih uang kontrakan." Ucap Pemilik kontrakan yang datang karena permintaan Bowo, Bowo ingin Agus diusir dari kontrakan hari ini juga. Bowo di suruh Nesya untuk Agus semakin sengsara karena sudah ganggu kehidupannya
" Nanti pak pasti saya bayar kok, bulan besok insya Allah saya bayar." Ucap Agus memelas, membuat Santoso bener bener tidak tega melihat Agus kesusahan seperti ini.
" Saya tidak mau, sekarang bayar atau sekarang keluar dari rumah saya ini, enak saja tidak mau bayar kontrakan, memangnya rumah saya tempat penampungan apa." Lanjut pemilik kontrakan pura pura marah.
" Astaga Agus, kamu bener bener tidak berubah yah, ke gagalan kamu bersama Nesya bukannya bikin kamu bangkit dan kembali seperti Agus dulu saat masih berjaya. jika kamu keluar dari rumah ini mau tinggal dimana kamu?" Tanya Santoso bener bener tidak tega, melihat Agus semakin sengsara seperti ini.
" Baik lah pak Agus, saya akan memberikan anda waktu sampai akhir bulan besok, jika anda masih seperti ini juga, jangan harap bisa tinggal disini lagi." Tegas pemilik kontrakan dan langsung ke luar dari rumahnya, karena malas melihat Agus
__ADS_1
Santoso langsung duduk di lantai, dan melihat penampilan Agus, yang sama sekali tidak ada perubahan terakhir ketemu bulan kemarin.
" Kamu mau seperti ini sampai kapan? kamu sudah kehilangan kedua istri kamu? kamu seperti ini juga karena kesalahan kamu sendiri? saya prihatin melihat kamu tidak bisa bangkit sama sekali Agus?" Tanya Santoso yang tidak menyangka Agus bisa selemah ini, apa karena kehilangan Nesya?
" Entah lah Santoso, saya tidak bisa fokus untuk merubah diri saya Santoso, selama Nesya tidak bisa memaafkan dan terima saya kembali sebagai suaminya." Ucap Agus yang ambisi untuk kembali ke Nesya, menganggap cuman Nesya satu satunya yang bisa membuatnya kaya raya dalam sekejap.
" Jangan egois bro, kamu dulu yang mengabaikan Nesya begitu saja, wajar sekarang Nesya menolak untuk kembali bersama kamu, walaupun kamu memaksa Nesya dan menjanjikan untuk berubah, karena rasa sakit hati bertahun tahun tidak akan mudah dirubah dengan kata maaf dan janji Bro, sekarang sudah waktunya kamu berubah bro bangkit dari awal, apa lagi sekarang kamu sudah tidak memiliki istri sama sekali, harus bisa ngurus semuanya sendiri, karena kehidupan masih berjalan bro, jangan sampai kamu jadi gelandangan tanpa memiliki apapun bro, saya tidak tega melihatnya bro. mulai sekarang bangkit bro malu ah dengan Radit bro, dia yang memberikan saran ke Nesya untuk bangkit dan membuat Radit naik level bro, sudah tidak jadi supir Nesya lagi, tapi jadi bos di butiknya Nesya, siapa sangka Radit mencintai Nesya sebelum Radit diangkat menjadi bos di butiknya. dan sebentar lagi jadi suaminya Nesya setelah kalian resmi bercerai secara negara dan agama bro. hayo lah bangkit bro jangan mau terpuruk seumur hidup bro, dan jangan mau kalah hebat seperti Radit dengan profesi yang berbeda." Lanjut Santoso, yang tidak ingin melihat Agus sahabatnya semakin sengsara karena kehidupan yang sekarang.
" Insya Allah bro, saya juga tidak mau pergi dari sini apa lagi cari kontrakan lagi tanpa uang tentunya tidak mudah bro, terimakasih sudah memberikan motifasi untuk saya bro, saya tidak ingin menjadi gelandangan bro." Lanjut Agus membenarkan ucapan Santoso, Agus tidak bisa selamanya sepeerti ini, apa lagi harus di usir dari kontrakan tentunya akan membuat Agus semakin malu dengan keadaannya.
__ADS_1
Santoso senyum bahagia, dan berharap Agus bener bener mau bangkit dari keterpurukannya dan bisa kembali menjadi Agus yang semangat menjalani kehidupannya lagi.