Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Belanja ke pasar Bik


__ADS_3

Wulan yang tidak ingin ganggu Nesya dan Radit berduaan di ruang tamu, Wulan memutus kan untuk ke dapur menyiapkan sarapan untuk Radit dan Nesya.


" Apa yang belum disajikan bik?" Tanya Wulan ramah melihat bik Sum lagi menyajikan makanan di meja makan


" Buah yang ada di dalam kulkas, nyonya paling doyan makan buah setelah makan." Ucap Bik Sum, melanjut kan menata makanan


" Iyah bik, Radit apa sering kesini bik?" Tanya Wulan mulai cuci buah yang ada didalam kulkas


" Sering nyonya, katanya pak Radit dulunya supir disini, karena saran pak Radit sekarang Bu Nesya tampil modis sebelum pak Agus ketahuan selingkuh. pak Radit ngajak Bu Nesya bangkit dari keterpurukannya, dan jadinya sekarang Bu Nesya jadi mandiri dan tampilannya modis, membuat Bu Nesya semakin cantik." Lanjut bik Sum, mendapatkan cerita langsung dari Nesya, dan bik Sum sengaja cerita ke Wulan karena disuruh Nesya.

__ADS_1


" Oh Radit berjasa juga yah buat hidupnya Nesya yang sekarang, pantas saja sekarang Radit penampilannya sudah berubah dari terakhir saya lihat" Lanjut Wulan merasa kagum karena Radit bisa memanfaatkan momentum.


" Dunia ini memang berputar yah Wulan, dari kamu diatas dengan gaya gelamor kamu, dengan kamu memanfaatkan harta tuan Agus secara berlebihan tapi sekarang hidup kamu lebih jauh dari barang barang mewah dan Haarta sama sekali. sedangkan Bu Nesya walaupun dia dulunya culun tapi bisa hemat mengatur keuangan seadanya, tapi dia bisa bertahan dengan harta yang ada. justru bisa buka butik tanpa harta yang dimiliki pak Agus, itu artinya culun cerdas bisa bikin tetep kaya, tidak seperti anda cantik tapi tidak bisa melakukan apapun yah jadinya seperti ini Wulan. kebahagiaan sesaat akhirnya menderita selamanya." Tegas Bik Sum merasa prihatin melihat kehidupan Wulan.


" Iyah bibi bener, saya kebanyakan gengsi dan mau hidup enak tanpa bersusah payah sama sekali." Lanjut Wulan merasa malu karena dirinya yang malas tapi mau hidup enak, menghalalkan segala cara


" Sekarang ikut saya ke pasar" Lanjut Bik Sum, yang ingin belanja banyak bahan masakan


" Sudah lah Wulan, jangan banyak alasan, sudah jalan sekarang sebelum Bu Nesya yang tegur kamu." Lanjut Bik Sum kesel, Karena Wulan banyak alasan untuk tidak ikut belanja

__ADS_1


" Huh, baik deh bik" Lanjut Wulan pasrah, dari pada ada drama bersama Nesya


Bik Sum senyum kemenangan melihat Wulan pasrah diajak belanja.


Dilain sisi, Radit kagum dengan alasan Nesya sebenarnya, mengijin kan Wulan untuk tinggal dan kerja di rumahnya


" Walaupun aku sedih, kecewa, dan sangat marah. tapi aku sadar Wulan adalah korban keegoisan Agus selama ini, jadi tidak sepenuhnya Wulan disalah kan sayang. apa lagi Wulan ke sini setelah ke guguran dalam kondisi lemah, dan tidak punya siapapun untuk Wulan tempat tinggal dan mengembalikan kondisi fisiknya setelah ke guguran." Ucap Nesya yang tidak tega melihat kondisinya Wulan yang tidak berdaya


" Astaga sayang, pasti diusir oleh Agus, astaga mantan suami kamu Setega itu ke istrinya. tapi aku bahagia selama Wulan disini tidak membuat kamu marah marah dan sakit kepala. aku bangga dengan kamu sayang." Lanjut Radit terus terang, bagi Radit kedamaian Nesya jauh lebih penting, selama Wulan tidak bertingkah tidak jadi masalah.

__ADS_1


Nesya berusaha ikhlas kan masa lalu, dan berusaha melihat sisi lemah orang lain yang membutuhkan pertolongan.membuat Nesya mau tolongin Wulan yang lagi membutuhkan pertolongan disaat Wulan baru keguguran dan memaksakan diri untuk melakukan perjalanan jauh, dari rumah sakit ke rumahnya Nesya.


__ADS_2