
Jet pribadinya Agus sampai di Australia membuat Agus bantuin Wulan turun dari jet pribadi, membuat Wulan merasa bahagia sekali karena akhirnya bisa merasakan liburan diluar negeri.
" welcome to Australia, woah bandaranya bagus sekali." Ucap Wulan bahagia, karena baru pertama kalinya ke luar negeri.
' Yah dong sayang, yah sudah yuk kita ke penginapan, kita istirahat disana bunda kan sudah lelah sekali.' Ucap Agus ikut bahagia melihat Wulan bahagia, dengan bulan madunya.
Dilain sisi, Nesya ngajak Radit jalan jalan ke Mall, Awalnya Radit menolak ajakannya Nesya, tapi akhirnya pasrah ikut ajakan Nesya karena merasa tidak tega karena selama ini Nesya tidak pernah jalan jalan sama sekali.
" Mau beli apa ke mall?" Tanya Radit melihat lihat toko yang ada didalam mall
" Mau nonton, saya sudah lama sekali tidak nonton bioskop, selama ini mas Agus mana mau ajak saya jalan." Ucap Nesya sedih, selama pernikahannya seolah Nesya di asing kan oleh Agus.
" Sudah jangan sedih terus, kita nikmati jalan jalan hari ini yah." Lanjut Radit faham akan kesedihannya Nesya selama ini.
Nesya tidak bisa menutupi rasa bahagianya, Nesya nyaman dideket Radit yang selalu memahaminya. Nesya dan Radit lanjut jalan ke bioskop.
Dilain sisi, Agus ngajak Wulan untuk istirahat, karena perjalanan jauh membuat Wulan merasa lelah karena sebelum berangkat bulan madu, menyiap kan pernikahan dan konsultasi ke dokter kandungan untuk program punya anak.
" Mau jalan jalan?" Tanya Agus, Agus melihat Wulan dengan rasa bahagia, akhirnya hubungannya bisa resmi juga.
" Mau ayah sayang, bagaimana kalo kita ke cafe yang ada di Flinders Street, boleh kan?" Tanya Wulan dengan manja
" Tentu boleh dong sayang, aku juga sudah lapar hayo kita makan di sana." Lanjut Agus, Agus membantu Wulan untuk berdiri.
Wulan sebenernya masih betah rebahan, tapi
__ADS_1
perut sudah demo minta diisi, sekaligus jalanan jalan menikmati pemandangan di kota Melbourne Australia
Dilain sisi, Nesya mencari cari Radit tidak ketemu juga, Nesya mencoba cari Radit di setiap ruangan yang ada dirumahnya, saat Nesya ingin jalan ke dapur, betapa kagetnya melihat Radit cuman pakai celana panjang saja.
' Astaga Radit, habis ngapain kamu?" Tanya Nesya bingung melihat penampilannya Radit.
' Habis berenang Nesya, maaf yah tadi saya lupa bawa baju salin" Ucap Radit merasa malu, karena seenaknya memakai fasilitas rumahnya Agus.
" Kok tidak ngajak sih, saya sudah lama tidak berenang tahu. bagaimana kalo berenang lagi?" Tanya Nesya, otak Nesya tidak bisa di kontrol, saat melihat penampilannya Radit. Nesya wanita dewasa yang kespian dan rindu bermesraan bersama Agus, Dulu Agus pernah ajak Nesya berenang bareng.
" Kamu yakin?" Tanya Radit tidak menyangka Nesya ajak berenang bareng, Otak Radit membayangkan adegan romantis bersama Nesya.
" Yakin lah, tunggu sebentar saya ganti baju dulu.' Lanjut Nesya langsung jalan ke kamarnya, dan ganti baju berenang.
" Astaga Radit, itu istri majikan kamu, ngajak berenang saja sudah menghayal melakukan itu sih. walaupun Nesya kesepian tapi jangan ajak Nesya gulet panas didalam kolam renang." Batin Radit, Radit berusaha keras untuk tidak menggoda Nesya, padahal kesempatan untuk merayu Nesya sangat besar, mengingat didalam rumah cuman berduaan saja.
" Bunda, kenapa tidak belanja perhiasan saja, baju kamu masih banyak yang belum dipakai loh, apa dipakai semuanya?" Tanya Agus merasa heran dengan kebiasaan Wulan
" Yah terpakai lah sayang, kenapa memangnya?" Tanya Wulan kesal, karena baru pertama kalinya Agus menegur dirinya.
" Tidak kenapa kenapa sayang, takutnya kebanyakan baju tapi tidak dipakai semua kan, mubazir sayang, mending beli makeup, perhiasan, dan salon. kalo baju kan bukan barang wajib yang dibeli kan." Protes Agus heran melihat Wulan, lebih boros ke baju
" Aku beli baju yang lagi ngetrend sayang, biar tidak ketinggalan jaman, sudah ah jangan ganggu mood aku sayang, habis ini kita baru beli makeup yah." Lanjut Wulan berusaha tenang, tidak terpancing dengan ucapan Agus barusan.
Dilain sisi, Bowo bener bener pusing, melihat kinerja karyawan kantor yang semakin menurun, semenjak Agus bulan madu karyawan jadi seenaknya berangkat kerja, jam istirahat seenaknya, dan jam pulang pun lebih cepat. setiap Bowo rapat atau pun kunjungan kerja. ada saja laporan karyawan banyak yang seenaknya.
__ADS_1
' Panggil mereka, yang tidak disiplin, tidak ada saya maupun pak Agus bukan berarti kalian seenaknya didalam perusaahan ini, kalian digaji mahal untuk profesional bukan untuk seenaknya kalian begitu saja." Bentak Bowo sebenernya pusing, karyawannya bertingkah seperti ini.
" Baik pak, akan saya panggil orang orangnya, untuk menghadapi anda." Ucap manajer HRD, yang sudah lelah menegur karyawan yang seenaknya.
Bowo langsung duduk lemes, saat melihat manajer HRD meninggalkan ruangannya, Bowo merasa pusing melihat perubahan karyawannya yang seenaknya.
Dilain sisi, Nesya yang hampir kepelesat meluk Radit yang ada didepannya, perasa Nesya bener bener tidak karu karuan, pertama kalinya meluk cowok lain selain suami sendiri. Nesya yang mulai merasa nyaman dideket Radit merasa bahagia, tidak sengaja meluk Radit.
" Maafkan saya" Ucap Nesya gugup, berusaha melepas kan pelukannya.
" Saya maklum kok, tidak usah minta maaf, hati hati saja berenang yah. supaya tidak kepeleset lagi." Ucap Radit, Radit yang pertama kalinya peluk Nesya merasa keringat dingin
" Iyah Radit, sudah yuk berenangnya, sebentar lagi kita ke toko." Lanjut Nesya, dengan hati hati naik keatas untuk jalan ke dalam rumah.
" Astaga, seksi sekali Nesya, harus sadar diri, jangan memaksa yang bukan milik sendiri.' Batin Radit berusaha untuk tidak menggoda Nesya, apa lagi Radit melihat Nesya begitu seksi lebih dekat.
Dilain sisi, Nesya senyum senyum sendiri, setelah dipeluk oleh Radit, karena tadi mau kepeleset, sudah lama tidak mendapatkan pelukan dari Agus, membuat Nesya merasa bahagia dipeluk oleh Radit.
" Setiap hari kepeleset, dapat pelukan dari Radit, rela deh walaupun kaki sakit seperti ini, astaga semakin nyaman didekat Radit." Ucap Nesya masih keingat momen kepeleset tadi, dengan sigap Radit menangkap badannya yang hampir jatuh.
Dilain sisi, Bowo melemparkan kertas yang ada didepannya, betapa kesalnya Bowo melihat karyawan karyawannya Agus yang seenaknya semanjak Agus tidak masuk kerja.
" Enak sekali kalian, sudah datang ke kantor siang, pas jam istirahat paling cepat meninggalkan ruangan, dan saat pulang kerja kalian pulang duluan, memangnya kalian siapa? dan perusahaan ini menggaji kalian untuk seenaknya?" Tanya Bowo kesal karena, Bowo sendiri pun tidak berani seenaknya selama Agus tidak ada di kantor.
" Maaf kan kami pak" Ucap karyawannya Agus sambil nunduk, cuman kata maaf yang bisa mereka ucap kan, karena tidak berani melihat Bowo yang murka.
__ADS_1
" Enak sekali maaf maaf, selama seminggu kalian seenaknya, sebagai hukuman kalian gaji kalian akan saya potong, suruh siapa seenaknya bekerja. disini untuk orang yang mau profesional dengan baik, kalo seenaknya terus kalian saya pecat tanpa pesangon mengerti.' Bentak Bowo kesel, Karena banyak pekerjan yang tidak selesai, karena beberapa karyawan yang seenaknya.
" Mengerti pak" Lanjut beberapa karyawannya Agus yang seenaknya, setelah disidang oleh Bowo, beberapa karyawannya Agus kembali bekerja. walaupun kesel karena gajinya dipotong, harus mau kembali bekerja dari pada dipecat tanpa diberikan pesangon sama sekali.