Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Mau makan yah harus kerja


__ADS_3

Agus melihat isi kulkas di apatermennya Bowo, sama sekali tidak ada makanan apapun yang bisa di masak. Agus sungguh frustasi karena tidak ada uang yang dipegang, berusaha telefon Bowo untuk dikirim kan makanan ke apatermennya


" Mau makan yah harus kerja pak, saya saja krisis pak mana mungkin bisa kasih anda makanan pak, dikasih tempat tinggal gratis saja sudah bagus." Ucap Bowo dengan sombongnya, diseberang telefon


" Sial, sombong sekali kamu Bowo, bicara seperti itu ke saya, mentang mentang sekarang saya sudah bangkrut berani sekali bicara seperti itu ke saya." Bentak Agus dengan emosi, lagi laper justru di omongin seenaknya oleh Bowo.


" Sudah jangan telefon saya, saya pusing pak mau cari uang buat makan, kalo anda lapar yah cari kerja saja sana, ingat pak anda saya kasih tumpangan cuman sebulan, lebih baik cari kerja dari sekarang, supaya bisa cari kontrakan yang murah." Bentak Bowo dengan sengaja, Bowo loudspeaker telefonnya supaya Radit denger apa yang dibicarakan Agus.


" Kalo kamu ada disini sudah saya hajar kamu Bowo, awas kamu Bowo." Teriak Agus penuh amarah, Agus mematikan telefonnya saking keselnya, karena tidak menyangka Bowo bisa seenaknya ke Agus.

__ADS_1


Dilain sisi, Nesya yang mendapatkan kabar kalo Agus kelaparan merasa puas sekali, Nesya ingin kerjain Agus dengan mematikan listrik di apartemen nya Bowo.


" Ide yang bagus tuh Nesya, biar Agus tahu rasanya pusing bayar listrik, kamu kan sering merasakan seperti itu kan. biar berantem deh Agus dan sampahnya itu." Ucap Radit, Radit masih ingat bagaimana Nesya mengatur keuangan seadanya yang dikasih Agus setiap bulannya.


" Yah sudah lakukan sekarang Bowo, biar Agus semakin stres dengan keadaannya sekarang, dan istri matrenya tahu rasa." Ucap Nesya melihat Bowo


" Siap laksanakan tugas Bu bos" Ucap Bowo, Bowo dengan senang hati menerima tugas dari Nesya, Bowo memerintah kan bodyguard nya untuk mematikan listrik yang ada di apartemen


Dilain sisi, Wulan kaget melihat listrik di apartemen tiba tiba mati, Wulan minta Agus untuk periksa listrik takutnya ada yang lampunya sudah habis.

__ADS_1


" Mana tahu aku sayang, aku tidak pernah periksa lampu sama.sekali. aku keluar yah cari kerja sayang, yang penting kita bisa makan sekarang." Ucap Agus, Agus bener bener sudah pusing mencari uang, temen temennya tidak ada satu pun yang mau membantu masalah keuangannya.


" Terus aku ditinggal sendirian di apartemen mas? saat lampu mati seperti ini? kamu tega sekali dengan aku?" Tanya Wulan langsung nangis, kenapa hidupnya semakin sengsara seperti ini.


" Terus aku harus apa sekarang? berdiam diri dalam kegelapan? sedangkan kita semakin kelaparan sayang?" Tanya Agus dengan kesal, karena Wulan sama sekali tidak mengerti kondisi sama sekali.


" Ayah bentak aku? tega sekali ayah bicara seperti itu ke bunda? apa salah bunda sampai dibentak seperti itu?" Tanya Wulan tidak menyangka Agus bisa bicara dengan nada tinggi.


" Aku bisa gila berdiam diri disini, aku mau pergi dan mencari pekerjaan apapun diluar, yang penting kita bisa makan sekarang." Lanjut Agus, Agus menyesal sudah bentak Wulan dan membawa Wulan dalam penderitaan.

__ADS_1


Agus mencium wajahnya Wulan yang basah karena air mata, dengan terpaksa Agus meninggal kan Wulan dalam kegelapan seorang diri, demi bisa mencari makan. apapun pekerjaan akan Agus lakukan yang penting bisa kasih makan untuk Wulan dan dirinya sendiri.


__ADS_2