
Wulan temani Nesya jalan jalan ke Mall, untuk belanja kebutuhan pribadinya Nesya saat di jalan tanpa sengaja ketemu Agus yang lagi masukin lamaran pekerjaan di beberapa tempat usaha.
" Agus, ngapain disini?" Tanya Wulan kaget karena melihat Agus bawa map coklat
" Wulan ? Nesya? kok kalian bisa bareng seperti ini? kamu Wulan penampilan kamu kembali modis seperti dulu?" Tanya Agus kaget melihat Wulan dan Nesya pergi bersama seperti ini
" Bisa dong, sekarang Wulan jadi ART di rumah saya, tidak menyangka yah orang yang dulunya merebut suami saya karena harta, sekarang jadi ART karena tidak memiliki apapun yang dimiliki sekarang." Ucap Nesya dengan sombong dan menatap sinis kearah Agus
__ADS_1
" Maaf kan saya yang sudah menyakiti perasaan kalian selama ini, maaf kan saya sudah mengabaikan dan menghianati pernikahan kita Nesya, dan kamu Wulan maaf jika saya egois usir kamu setelah kamu ke guguran, apa kalian berdua mau memaafkan saya, dan kita bertiga bisa hidup rukun?" Tanya Agus yang masih berusaha membujuk Nesya dan Wulan.
" Hahahaha, balik bersama kamu? balik sendirian maupun berdua, tentunya saya tidak Sudi menjadi istri kamu lagi Agus, enak saja kamu tidak anggap saya istri kamu dimasa lalu dan setelah sengsara baru mengakui saya istri kamu, dan sekarang dengan mudahnya untuk kembali, apa kamu tidak punya malu?" Tanya Nesya menatap sinis kearah Agus
" Kalo kamu apa rela kembali bersama laki laki yang tega membuang kamu, disaat kamu sedih kehilangan anak, kesakitan, dan tidak punya uang sama sekali? jadi perempuan jangan bodoh Wulan untuk kembali ke dia?" Tanya Nesya menatap Wulan, berharap Wulan tidak kembali bersama Agus.
" Apa kamu yakin? kamu masih istri saya dan perceraian terjadi jika saya talak kamu bukan? kemarin saya cuman emosi saja, jadi sekarang Wulan ikut saya pulang?" Tanya Agus, Agus terpaksa memilih Wulan dari pada di rumah ngurus segalanya sendirian.
__ADS_1
" Hahahaha, kamu gila Agus, kamu bilang emosi? memangnya saya tidak punya hati apa, lagian pernikahan kita dibawah tangan, dengan kamu usir saya itu artinya kita sudah bercerai Agus." Tegas Wulan semakin yakin untuk bercerai dari Agus.
" Kasihan kamu, manusia yang tidak bisa bersyukur sudah punya istri se hebat saya, istri yang mau dimadu karena rayuan kamu. dan sekarang kamu kehilangan kita berdua membuat kamu ngemis ngemis untuk kembali. dimana harga diri kamu sebagai laki laki hahahaha." Ledek Nesya dengan ketawa puas, Nesya menatap sinis kearah Agus yang tidak berdaya sama sekali.
Nesya ketawa sambil meninggal kan Agus sendirian, Nesya ngajak Wulan untuk pergi tidak lagi mempedulikan laki laki yang sekarang tidak berdaya hidupnya.
" Astaga, sebegitu kecewanya kamu Nesya ke saya, sampai kamu tega seperti itu bicaranya ke saya. maaf kan saya tidak bisa menghargai kamu dimasa lalu." Lanjut Agus sedih, menatap kepergian Nesya dan Wulan yang ketawanya maasih kedengaran oleh Agus.
__ADS_1