
Nesya dan Radit setelah merapihkan dapur, langsung jalan menuju kamar untuk istirahat lagi. Bunda yang melihat Radit begitu perhatian dan mau membantu Nesya merapihkan dapur berdua membuatnya bahagia sekali.
" Semoga Radit kebahagiaan kamu selamanya yah nak, kalian langgeng sampai tua bersama punya anak dan cucu, dan tidak ada lagi kesedihan dan perceraian lagi." Batin bunda nya Nesya berharap anaknya bisa merasakan kebahagiaan selama bersama Radit.
Bunda nya Nesya kembali ke kamarnya, dan siap siap tidur setelah melihat anak dan menantunya makan malam berdua.
Dilain sisi, Radit tiba tiba peluk Nesya dan mencium wajahnya Nesya membuat Nesya tidak bisa menolak apapun yang dilakukan Radit, membuat Nesya merasa melayang dan sensasinya luar biasa.
" Kita lanjut lagi sayang, sampai subuh yah, sensasi malam pengantin sayang." Ucap Radit mulai pemanasan sebelum olahraga bersama Nesya.
" Aaaahhh, papah sayang, boleh sayang aku juga mau sayang. Aaaahhh" Desa Han Nesya membiarkan Radit melakukan apapun yang diinginkan nya.
__ADS_1
" Janda memang beda luar biasa" Batin Radit bahagia, Radit tidak peduli jika Nesya adalah seorang janda, janda yang sangat di cintai nya selama ini.
Radit berhasil membuat Nesya polos, ngajak Nesya rebahan, membuat Nesya nurut keinginan suaminya dan mulai olahraga bersama. Radit mulai menggerakkan pinggangnya membuat Nesya merasa melayang
" Sayang, besok aku mau dimasakin nasi goreng yah sarapannya sayang." Ucap Radit pelan pelan gerakin pinggangnya sambil melihat Nesya
" Aaaahhh, boleh sayang aku masakin nasi goreng, masakan yang mudah sayang.aaaahhh." Desa Han Nesya Menik mati setiap gerakan yang diberikan oleh Radit.
" Yah juga yah, aku juga tidak sabar menunggu hari esok akan menjadi awal aku menjadi istri papah seutuhnya bisa melayani suami dengan baik dan mengerjakan pekerjaan dengan baik. Aaaahhh" Desa han Nesya, Nesya bahagia sekali karena akhirnya bisa merasakan sebagai istri yang bahagia karena ada yang memberikan perhatian seutuhnya ke suami dan mendapatkan perhatian dari suami.
Radit senyum melihat Nesya yang Menik mati olahraga bersama, Radit ngajak Nesya untuk membersihkan diri sebelum istirahat.
__ADS_1
Dilain sisi, Agus melamun melihat kendaraan yang lalu lalang didepan taman kota, membuat Wulan penasaran apa yang lagi difikirin Agus karena dari tadi melamun saja.
" Aku rindu bisa jalan sayang, bisa pergi kemana pun aku mau dan melakukan apapun sendirian, tanpa merepotkan siapapun sayang." Ucap Agus sambil melihat Wulan, yang dari tadi tidak mengganggu Agus melamun.
" Kita latihan jalan yuk sayang, sebelum kamu pulang ke aptetrrmen, apa mau?" Tanya Wulan mungkin merasa Agus sudah siap untuk belajar jalan.
" Mau sekali sayang" Lanjut Agus bahagia, karena Wulan mau membantunya belajar jalan.
" Biar saya saja yang pegangin pak Agus, anda cukup berdiri disampingnya. Kasih motivasi saja." Ucap bodyguard Yaang sudah siaga membantu Agus
" Boleh saja silahkan"Lanjut Wulan, memberikan ijin untuk bodyguard membantu Agus belajar jalan
__ADS_1
Wulan jalan pelan pelan ikutin langkah bodyguard dan Agus pelan pelan untuk jalan, supaya Agus tidak memaksa jalan cepat dan bikin kondisinya semakin pasrah. Wulan dengan sabar mendampingi Agus untuk belajar jalan, dan dengan sabar mendorong kursi roda ikutin langkah bodyguard dan Agus.