Dendam Istri Pertama CEO

Dendam Istri Pertama CEO
Rukonya luas juga


__ADS_3

Agus ikutin Santoso untuk masuk ke rukonya, yang sudah penuh dengan barang barang yang dijual oleh Santoso.


" Karyawan hari ini saya liburkan, karena kan kamu mau kesini, supaya tidak jadi omongan karyawan." Ucap Santoso, yang menjaga perasaan Agus supaya tidak minder.


" Terimakasih yah bro, memangnya disini ada berapa kamar? rukonya luas juga yah, enak sekali tempatnya?" Tanya Agus yang kagum, dengan usahanya Santoso.


" Yah sudah kita ke lantai dua, yah Alhamdulillah sekali rezekinya bisa beli ruko besar seperti ini." Lanjut Santoso, bersyukur karena perkembangan bisnisnya membuat Santoso masih mau buka usaha lainnya.


Agus ikut Santoso untuk ke lantai dua, untuk masuk kedalam kamar untuk Agus, yang cukup luas dan sudah dilengkapi fasilitas yang sengaja Santoso berikan.


Dilain sisi, Wulan ikut Nesya ke butik, untuk pertama kalinya membuat Wulan kagum melihat betapa luas dan mewahnya Butik milik Nesya.


" Ini kamu modalnya dari mana?" Tanya Wulan penasaran, karena isi rukonya Nesya sungguh banyak.

__ADS_1


" Pinjam dari bank, dan saya punya tabungan sisa dari saya bayarin hutang perusahaan, saya ikutin idenya Radit untuk hidup mandiri siapa sangka, disaat saya bisa hidup mandiri, kebusukannya Agus terbongkar dan perusahaan diambang kebangkrutan." Ucap Nesya berusaha santai, dan tidak baper jika membahas masa lalu yang suram


" Sayang, maaf yah aku baru selesai menjahit." Ucap Radit, yang sudah bisa jahit baju berkat Nesya dengan sabarnya kasih tahu Radit


" Santai saja sayang, aku sengaja kesini bawa Wulan supaya tahu, aku kerja apa sebelum memimpin perusahaan." Lanjut Nesya senyum bahagia melihat Radit,.yang baru keluar dari ruangan menjahit.


" Oh karena itu yah sayang, yah sudah ke ruangan dulu yuk, supaya lebih enak ngobrolnya disini banyak karyawan." Lanjut Radit langsung pegang tangannya Nesya, membuat Wulan merasa cemburu, karena begitu mesra Radit dan Nesya masuk keruang kerjanya saja pakai pegangan tangan segala.


" Baik Nesya, kalo begitu permisi." Lanjut Wulan pasrah, Wulan sama sekali tidak bisa menolak apapun perintah Nesya, Wulan langsung tanya karyawan butik dimana dapurnya dan membuat kan minuman untuk Nesya dan Radit.


Nesya dan Radit masuk kedalam ruangannya Nesya, membuat Nesya merasa bahagia sekali karena akhirnya bisa ke butik lagi, mumpung kantor libur membuat Nesya meluangkan waktunya untuk mampir ke butik


Dilain sisi, Santoso memperhatikan Agus untuk merekap pemasukan bengkelnya, di komputernya Santoso.

__ADS_1


" Kemampuan kamu ternyata belum menurun Gus, saya bangga melihatnya." Ucap Santoso puji kemampuan Agus untuk merekap pembukuan bengkel


" Alhamdulillah Santoso, walaupun saya lama nganggur, jika soal ilmu insya Allah tidak akan pudar. saya terpaksa terima tawaran kamu, dari pada saya jualan di rumah sendirian tentunya terasa sangat bosan sekali." Ucap Agus terus terang, sudah mulai merasa kesepian di rumah tidak ada siapapun dan tidak memiliki istri tentunya sangat merepotkan melakukan apapun sendirian semuanya tidak lah mudah dikerjakan.


" Setelah resmi bercerai nanti, apa kamu akan memperjuangkan pernikahan kamu bersama Wulan? kalo ke Nesya sudah mustahil untuk rujuk kan? apa kamu mulai buka hati untuk perempuan lain?" Tanya Santoso penasaran, Santoso juga tidak ingin melihat Agus mengharapkan dengan sesuatu yang tidak pasti


" Entah lah Santoso, saya masih coba ajak Wulan untuk kembali bersama saya, karena mau bagaimana pun Wulan masih istri saya, untungnya pernikahan kita tidak resmi, saat marah dengan mudah usir dan saat sadar bisa minta kembali. itu juga kalo Wulan tidak dekat dengan Nesya, kalo didekat dia tentunya lebih sulit untuk dibujuknya." Lanjut Agus yang kesulitan untuk bujuk Wulan, karena Wulan sekarang kerja di rumahnya Nesya.


" Dasar yah, terus sekarang mau berjuang untuk memperbaikin rumah tangga kamu bersama Wulan? janji lah tidak seenaknya ke Wulan jika Wulan suatu saat luluh dengan bujukan kamu, sudah waktunya setia dan membahagiakan perempuan, usia kamu semakin tua jadi tidak seharusnya memainkan perasaan perempuan terus menerus." Tegas Santoso yang tidak mau ada masalah lagi di kehidupan Agus


" Saya janji bro, saya akan berjuang membahagiakan istri saya. terimakasih yah bro sudah memberikan masukan untuk saya." Lanjut Agus yang mulai memikirkan masa depannya, antara mencari yang baru atau mempertahankan pernikahan bersama Wulan


Santoso tepuk bahunya Agus, berharap Agus kembali merasakan kebahagian, memiliki istri lagi dan keuangannya kembali membaik seperti dulu lagi.

__ADS_1


__ADS_2